Sepatu yang dikenakan Madeleine menyentuh tanah begitu ia turun dari kereta kuda. Di hadapannya, sebuah gedung dengan arsitektur berwarna lembut berdiri dalam kondisi yang mengenaskan. Kaca-kaca jendela pecah berantakan, pot bunga hancur menumpuk di tanah, dan beberapa bangsawan hanya bisa berdiri berkerumun di luar. Mereka saling berbisik, menatap ngeri ke arah dalam, tapi tak ada satu pun yang berani masuk. Begitu langkah kakinya mendekat, suasana riuh itu mendadak hening. Kerumunan bangsawan menatap Madeleine, lalu otomatis membelah diri memberi jalan. Madeleine menghentikan langkahnya di depan barisan pengawal yang berjaga di luar gedung. "Di mana Yang Mulia berada?" tanya Madeleine, suaranya datar. "Di dalam, Yang Mulia," jawab salah satu pengawal seraya membungkuk hormat. Tanpa membuang waktu, Madeleine melangkah masuk. Erin, pelayan setianya, bergegas menyusul di belakang dengan raut cemas. "Hati-hati, Yang Mulia. Di depan Anda banyak pecahan kaca," bisik Erin me
Last Updated : 2026-06-13 Read more