"Sudah kubilang, aku tidak mau!" teriak seorang gadis dari balik pintu kamarnya.Sari bersandar dalam posisi jongkok, tubuh kurusnya gemetar menahan beban pintu yang didorong paksa dari luar. Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. Di sisi lain, sang ayah terus menggedor kayu itu dengan keras."Sari, buka pintunya! Ayah mau bicara!""Tidak mau! Kenapa sih, Ayah keras kepala sekali?" Sari menggertakkan gigi, mengeratkan kepalan tangannya hingga memutih. Ia mengubah posisi, membalikkan tubuh dan mendorong pintu itu sekuat tenaga dengan bahunya."Cepat buka!" perintah sang ayah, suaranya naik satu oktav menunjukkan kekesalan yang memuncak.BRAK!Setelah pergulatan yang cukup lama, pintu kayu itu akhirnya menyerah. Ayah Sari berhasil masuk dengan napas memburu. Alisnya bertaut, menatap Sari dengan sorot mata geram."Sari, kamu bukan anak kecil lagi!" tegurnya keras.Sari tertunduk, napasnya tersengal. "Ya lagian, Ayah terus-terusan memaksaku menikah. Sudah kukatakan berulang kali, aku
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-28 อ่านเพิ่มเติม