Pria BUTA itu suamiku

Pria BUTA itu suamiku

last updateÚltima atualização : 2026-04-14
Por:  Eljanes CrocusAtualizado agora
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Classificações insuficientes
21Capítulos
10visualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

"Dasar pria buta, dia cuma hidup dari sumbangan keluarga Cakra!" cibir seorang wanita. Sepertinya kehadiran Wira telah menjadi tontonan bagi mereka. Semua orang mengatainya sebagai pria tak berguna, "Aku calon istri dari pria yang kalian bicarakan." Entah naif atau bodoh, ucapan Sari berhasil menarik perhatian Wira. Setelah kecelakaan 10 tahun lalu, pria itu kembali dari pengasingan panjang. Diam-diam bertingkah lemah demi membalaskan dendam, Namun siapa sangka? Di tengah sandiwara dia justru bertemu seorang gadis liar yang membuat hidupnya berubah.

Ver mais

Capítulo 1

Kembalinya sang pewaris

"Sudah kubilang, aku tidak mau!" teriak seorang gadis dari balik pintu kamarnya.

Sari bersandar dalam posisi jongkok, tubuh kurusnya gemetar menahan beban pintu yang didorong paksa dari luar. Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. Di sisi lain, sang ayah terus menggedor kayu itu dengan keras.

"Sari, buka pintunya! Ayah mau bicara!"

"Tidak mau! Kenapa sih, Ayah keras kepala sekali?" Sari menggertakkan gigi, mengeratkan kepalan tangannya hingga memutih. Ia mengubah posisi, membalikkan tubuh dan mendorong pintu itu sekuat tenaga dengan bahunya.

"Cepat buka!" perintah sang ayah, suaranya naik satu oktav menunjukkan kekesalan yang memuncak.

BRAK!

Setelah pergulatan yang cukup lama, pintu kayu itu akhirnya menyerah. Ayah Sari berhasil masuk dengan napas memburu. Alisnya bertaut, menatap Sari dengan sorot mata geram.

"Sari, kamu bukan anak kecil lagi!" tegurnya keras.

Sari tertunduk, napasnya tersengal. "Ya lagian, Ayah terus-terusan memaksaku menikah. Sudah kukatakan berulang kali, aku belum mau." Sari mendengus pelan, memalingkan wajah.

Pria tua itu menghela napas panjang, mencoba meredam emosi yang meluap. Ia memijit pangkal hidungnya yang terasa berdenyut nyeri. "Kamu lupa atau pura-pura tidak ingat berapa umurmu sekarang?"

Sari mengerucutkan bibir, memandang sudut kamar dengan tatapan risih. "Kenapa harus bawa-bawa umur?"

"Tentu saja harus! Bulan ini umurmu injak tiga puluh tahun dan kamu masih melajang. Pacar saja tidak punya! Lihat teman seusiamu, anak mereka sudah mulai sekolah," pekik sang ayah yang mulai kehilangan kesabaran.

"Aku juga mau punya pacar, Yah! Tapi jodohnya memang belum ketemu, aku harus bagaimana?" Sari mencibir santai, sebuah reaksi yang justru menyiram bensin ke api kemarahan ayahnya.

"Makanya dicari! Kalau kamu malas mencari, biar Ayah yang menjodohkanmu supaya cepat dapat suami!"

"Tidak mau! Aku sudah lelah!" Sari berseru tegas. "Coba hitung berapa kali Ayah menjodohkanku? Semuanya tidak ada yang beres."

Sari teringat rentetan pengalaman buruknya. Entah kenapa, belakangan ini ayahnya terlihat cemas dan bertingkah aneh. Hampir setiap hari pria itu membahas pentingnya memiliki pasangan dan membangun keluarga. Bukannya Sari tidak mau, tapi hatinya masih tertutup rapat. Luka dari masa lalu---sebuah pengkhianatan dari mantan kekasihnya, masih menyisakan trauma mendalam yang sulit disembuhkan.

Dulu, ia sempat menuruti keinginan ayahnya untuk bertemu beberapa pria. Ia hanya ingin menyenangkan hati satu-satunya orang tua yang ia miliki. Namun, semua rencana itu berantakan. Mungkin karena umur Sari yang tak lagi muda, ayahnya hanya fokus mencari pria yang bersedia menikah tanpa memikirkan kecocokan.

Terakhir kali, ia dijodohkan dengan pemilik tambak di kota mereka. Orangnya memang terkenal sopan dan dermawan, kabarnya sering memberi santunan bagi warga lansia. Namun, Sari tidak bisa memaksakan hati.

"Minimal cari yang tinggi dan giginya rapi," gumam Sari dalam hati sambil bergidik ngeri jika mengingat fisik pria itu. Walau orang-orang melabelinya perawan tua, Sari tetap memiliki standar. Ia memikirkan gen untuk keturunannya kelak.

"Jangan terlalu pilih-pilih, Sari. Fisik itu akan berubah seiring usia. Yang penting carilah pria baik yang bertanggung jawab," ucap ayahnya melembut, meski suaranya masih terdengar parau. "Ayah sudah tua. Kalau kamu belum menikah, siapa yang akan menjagamu setelah Ayah meninggal nanti?"

Kalimat itu bagai petir di siang bolong. Kening Sari mengernyit dalam, giginya gemertak menahan amarah yang bercampur kesedihan.

"Kenapa Ayah bicara begitu?! Itu tidak akan terjadi!" Sari berteriak, suaranya bergetar. "Ayah tidak boleh meninggalkanku!"

Suasana menjadi canggung. Sari segera meraih tas pundaknya yang tergeletak di atas kasur. "Sudahlah, aku mau berangkat kerja. Kenapa jadi bahas kematian segala..."

Ia melangkah cepat keluar kamar, melewati ayahnya yang berdiri mematung. Sang ayah hanya bisa menatap punggung putrinya yang kian menjauh. Rasa sesal menyelinap di hatinya; tak seharusnya ia melukai Sari dengan perkataan sedrastis itu.

"Hah..." Ayah Sari menghela napas panjang sekali lagi.

Ia melangkah menuju meja rias di sudut kamar. Di sana, sebuah foto keluarga yang diambil saat kelulusan Sari terpajang rapi. Dengan jemari gemetar, ia mengusap pelan wajah mendiang istrinya yang tersenyum hangat di dalam bingkai.

"Bagaimana caranya agar Sari mengerti maksudku, Sayang?" gumamnya lirih.

Sepuluh tahun telah berlalu sejak kecelakaan tragis itu merenggut nyawa istrinya. Ayah Sari selamat, namun kedua pundaknya mengalami cedera patah tulang permanen yang membuatnya tak bisa lagi melakukan pekerjaan berat. Sari, yang saat itu baru duduk di bangku kuliah, memilih berhenti demi merawat sang ayah dan menyokong ekonomi keluarga. Mengingat pengorbanan itu, hatinya selalu hancur melihat Sari masih sendiri di usia matangnya.

"Padahal dia sangat cantik sepertimu. Andai kamu masih hidup, pasti kamu lebih ahli mencarikan pria hebat untuk anak kita."

Di sisi lain...

Barisan pria bersetelan jas hitam berdiri tegak di tengah lapangan luas yang sepi. Mereka membusungkan dada, menatap langit saat suara deru helikopter terdengar semakin mendekat. Beberapa dari mereka tampak waspada dengan senjata di tangan, mengawasi setiap sudut area.

Angin kencang dari baling-baling helikopter menerbangkan debu dan daun kering, menciptakan gejolak udara yang bising. Begitu helikopter mendarat dengan sempurna, pintu terbuka, menampakkan sesosok pria. Hentakan sepatunya saat menginjak bumi seolah memberikan getaran otoritas yang mutlak.

"Akhirnya, setelah sepuluh tahun," bisik seorang pria yang berdiri di paling depan barisan. Senyum bangga terkembang di wajahnya saat sang tuan berjalan mendekat.

Pria itu mengenakan setelan jas berwarna krem yang gagah. Raut wajahnya tegas, memancarkan wibawa seorang pemimpin sejati. Ketampanannya sangat mencolok, tipe wajah yang mampu mengintimidasi sekaligus memikat siapa pun dalam sekali pandang.

"Karena kecelakaan itu, Tuan terpaksa menetap di luar negeri dengan alasan pengobatan mata," bisik salah satu pengawal di barisan belakang.

"Padahal diam-diam beliau membangun kerajaan bisnisnya sendiri, hingga berhasil menduduki peringkat teratas pasar global."

Langkah pria itu semakin mantap. Aura kedinginan yang elegan menyelimuti setiap geraknya. Pengasingan itu telah berakhir.

Wira Adi Cakra telah kembali.

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sem comentários
21 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status