Mendengar kata- kata Cecilia, jantung Amelia berdebar kencang. Matanya dipenuhi kepanikan, dan bibirnya gemetar. "Cecilia, aku tidak bermaksud begitu! Tamsin yang menyuruhku!" "Aku bersumpah, aku tidak menyangka akan berakhir seperti ini," kata Amelia sambil menangis tersedu- sedu. "Cecilia, kumohon, jangan biarkan mereka memenjarakanku! Aku tahu aku telah berbuat salah." Cecilia sedikit menyipitkan matanya dan bertanya dengan tenang, "Selain ini, apa lagi yang dia suruh kamu lakukan?" Amelia terdiam sejenak dan dengan cepat menjawab, "Hanya ini. Hari itu, dia memberitahuku rencananya, tetapi dia pergi lebih awal setelah menerima panggilan telepon." "Baiklah, aku mengerti." Cecilia meliriknya, nadanya sangat tenang. "Tidak ada lagi yang bisa kau lakukan di sini. Turunlah ke bawah dan temani Nenek." Amelia menatapnya dengan heran, membuka mulutnya seolah ingin mengatakan sesuatu, tetapi tidak berani bertanya. Dia mengangguk, gugup dan takut, lalu pergi. Meskipun tidak menyukai
閱讀更多