Bahkan di mata Sally, Hugo selama ini hanyalah anjing penjilat yang selalu patuh dan memohon-mohon.Yuni sudah mati.Kalimat itu terdengar begitu santai. Namun kenyataannya, itu adalah sebuah nyawa yang telah hilang.Namun, Sally sama sekali tidak menyesal. Dia bahkan merasa lebih baik Yuni mati saja, itu malah sesuai dengan keinginannya.Hugo mengangkat kepala dan menatap Sally dengan matanya yang merah menyala."Sally, kamu ini masih punya hati nurani nggak? Aku benar-benar buta, kenapa aku bisa selalu menuruti orang sepertimu. Kalau bukan karena kamu, Yuni-ku nggak akan mati. Kembalikan semua yang kamu ambil darinya."Belum selesai bicara, Hugo sudah menerjang ke arahnya.Di dalam rumah, seketika terdengar jeritan memilukan. Di saat yang sama, beberapa orang berseragam menerobos masuk. Mereka langsung menekan Hugo yang sudah kehilangan kendali ke lantai.Aroma darah memenuhi sekeliling.Di dalam ruangan terus bergema jeritan Sally, serta tawa gila Hugo yang kehilangan akal. Di tanga
Baca selengkapnya