Aku sangat marah, menatapnya sampai rasanya ingin bisa mengoyak dia hanya dengan tatapan mataku. Aku pun tak bisa lagi menyembunyikan identitas ibu mertuaku."Kamu keterlaluan! Dia adalah ibu Leonidas. Kalau terjadi apa-apa, begitu Leonidas datang, dia pasti nggak akan memaafkanmu!"Roseline malah tertawa terbahak-bahak meremehkan."Kalian, sekelompok wanita miskin, berani kali omong kosong. Tadi kudengar kamu memanggilnya 'ibu', kok sebentar lagi dia jadi ibunya Leonidas?""Kalian merusak mood renangku hari ini, aku pasti akan buat kalian ingat, lain kali kalau keluar rumah, bawa mata juga!"Ibu mertuaku gemetar di pelukanku. Napasnya makin lemah, penyakit jantungnya benar-benar kambuh.Kalau tidak segera diberi obat jantung, benar-benar bisa mati.Dengan mata memerah, aku berteriak sekuat tenaga, "Tolong, tolong, siapapun tolong kami, kami dalam bahaya ...."Namun seluruh area kolam kosong, tak ada orang lain.Ethan juga panik, dengan khawatir berkata, "Kak Rose, kalau-kalau ...."Na
อ่านเพิ่มเติม