Latihan itu berlangsung hingga bulan bergeser ke barat. Xiao Fan akhirnya menyarungkan pedangnya, napasnya terengah-engah tapi matanya bersinar puas."Cukup," katanya pada diri sendiri. "Ini sudah cukup."Ia berjalan kembali ke anak tangga tempat Xuan'er duduk. Gadis itu telah tertidur, kepalanya bersandar di tiang bambu, dengan toples kue masih di pangkuannya. Beberapa remah kue menempel di sudut bibirnya.Xiao Fan tersenyum melihat pemandangan itu. Ia duduk perlahan di samping Xuan'er, berhati-hati agar tidak membangunkannya. Untuk beberapa saat, ia hanya menatap gadis itu—wajahnya yang damai dalam tidur, rambut hitamnya yang tergerai, matanya yang tertutup tapi ia tahu menyimpan warna safir yang indah."Apa yang kau sembunyikan, Xuan'er?" bisiknya pelan. "Kadang aku merasa kau bukan gadis biasa. Dari matamu, caramu bergerak, dan kadang menghilang tiba-tiba lalu muncul lagi."Xuan'er tidak menjawab, tentu saja. Ia terus tidur dengan pulas.Xiao Fan menghela napas, lalu melepas jubah
Huling Na-update : 2026-04-13 Magbasa pa