Setelah kekacauan itu mereda, ekspresi Alex masih tetap serius. Dia berkata pada pengawalnya, "Di sini nggak aman. Siapkan mobil, kita pergi ke vila."Aku mulai berkata, "Pak, aku bisa kembali ke hotel ...."Alex menyela, "Nggak, kamu tinggal bersamaku sampai aku bilang tempat ini aman. Nggak ada perdebatan."Dua puluh menit kemudian, aku dan Alex memasuki sebuah kompleks pribadi yang luas. Saat malam hari, vila utamanya yang merupakan kediaman tiga lantai bergaya Mediterania terlihat megah di bawah cahaya bulan."Ini kediaman pribadiku di Mirami, hanya beberapa orang kepercayaanku yang tahu tempat ini," jelas Alex sambil menuntunku masuk.Alex menuangkan segelas anggur merah untukku dan segelas lagi untuk dirinya sendiri. Kami duduk di lobi luas dengan jendela yang besarnya dari lantai sampai langit-langit dan menghadap pantai pribadi yang disinari cahaya bulan.Dia bertanya dengan suara yang lebih lembut daripada biasanya, "Apa kejadian malam ini membuatmu takut? Jangan khawatir, aku
Baca selengkapnya