ログインAku berhubungan dengan seorang pria bernama Rex selama tiga bulan ini, seseorang yang benar-benar asing yang hanya kukenal secara online. Kami sedang berada di fase yang paling intens, fase bulan madu, di mana setiap malam ponselku akan dibanjiri pesan-pesan yang membuat jantungku berdebar. [ Aku merindukanmu, Sayang. ] [ Tadi malam aku memimpikanmu lagi. Kamu ada di atasku, memohonku untuk itu. ] Saat aku sudah hampir mengusulkan agar kami akhirnya bertemu, Rex mengirimku sebuah foto santai dari meja kerjanya. Aku melihat sesuatu yang terasa familier di foto itu, yaitu lambang dari keluarga mafia Zoni. Dan aku sedang bekerja untuk perusahaan milik Keluarga Zoni. Selama tiga bulan ini, ternyata aku bertukar pesan nakal dengan pria berbahaya. Pria itu adalah seorang anggota mafia resmi dan keberadaannya bisa saja berada tepat di sekitarku. Tepat saat aku sedang mencoba mencari tahu siapa Rex sebenarnya, aku melihat benda itu. Sepasang manset batu oniks hitam yang aku pilih khusus untuk Rex ... terpasang di pergelangan tangan bosku, Bagas.
もっと見るKata-kata Alex membuat semuanya langsung terhubung.Aku menatap Alex dan berkata dengan suara yang bergetar, "Kamu ... Rex?""Kamu begitu lama baru menyadarinya, Sayang," ejek Alex, lalu mengeluarkan ponsel dari saku jasnya dan menyodorkannya padaku.Aku menerima ponsel itu dengan tangan gemetar, lalu melihat obrolanku dengan Rex terpampang di layarnya. Namun sekarang, ada pengumuman merah di bagian atasnya.[ Anda telah diblokir oleh akun ini. ]Aku berkata dengan pelan, "Nggak .... Nggak mungkin itu kamu ....""Kenapa nggak? Karena aku salah satu gangster berbahaya yang begitu kamu takuti?" kata Alex dengan rahang yang terlihat tegang.Bagas yang berdiri di belakangku masih berusaha untuk membela diri, tetapi Alex hanya melambaikan tangan dan dua pengawal muncul untuk menyeret Bagas keluar dari ruangan.Suasana di ruang kerja itu pun terasa hening.Aku bertanya dengan suara yang nyaris tak terdengar, "Sejak kapan? Sejak kapan kamu tahu itu aku?"Alex melangkah lebih dekat, lalu jemar
Keesokan paginya, aku terbangun dengan kepala yang terasa sakit sampai akan pecah. Aku duduk dan berusaha mengingat apa yang telah terjadi semalam, tetapi semuanya kabur.Saat melihat pergelangan tanganku, jantungku seolah-olah berhenti berdetak sejenak karena gelang mutiara peninggalan nenekku hilang. Itu adalah benda yang paling berharga bagiku dan aku tidak pernah melepasnya. Aku bergegas turun ke lantai bawah dengan panik dan mencari dari ruang tamu, ruang makan, sampai teras, tetapi tidak ada.Aku berpikir Alex mungkin melihat gelang itu, sehingga aku buru-buru menuju ruang kerjanya. Namun, saat aku mengangkat tangan dan hendak mengetuk pintu, aku mendengar suara yang familier dari dalam ruangan itu.Itu adalah suara Bagas yang terdengar panik. "Bos, aku benar-benar nggak tahu harus bagaimana. Angelina hampir saja menembakku semalam, hanya karena aku balas pesan dari mantan saja."Tanganku langsung membeku di udara."Kalau begitu, mungkin kamu harus belajar mengendalikan diri," ba
Saat aku terbangun di keesokan paginya, ingatanku tentang tadi malam terasa samar-samar. Aku menyentuh keningku dan meyakinkan diriku semua itu pasti hanya mimpi.Di lantai bawah, Alex sedang sarapan dan terlihat normal sepenuhnya. Itu kembali mengingatkanku bahwa itu memang hanya mimpi aneh. Bos besar yang dingin dan menjaga jarak itu tidak mungkin diam-diam masuk ke kamarku hanya untuk menciumku. Namun, aku tidak menyadari betapa intens caranya mengamatiku saat dia mengira aku tidak melihat.Sore itu, Alex berkata, "Kamu masih terlihat seperti punya banyak pikiran. Biar aku bawa kamu ke suatu tempat untuk jernihkan kepalamu.""Nggak perlu, Pak. Aku ....""Ikut denganku," desak Alex.Alex menuntunku ke teras atap kediaman itu. Pemandangannya luar biasa dan menghadap ke seluruh Mirami saat malam sudah mulai tiba."Pemandangan dari sini sangat indah, terutama malam ini," kata Alex sambil berdiri di sampingku.Aku hanya menganggukkan kepala dengan sopan.Alex mengeluarkan ponselnya dan m
Setelah kekacauan itu mereda, ekspresi Alex masih tetap serius. Dia berkata pada pengawalnya, "Di sini nggak aman. Siapkan mobil, kita pergi ke vila."Aku mulai berkata, "Pak, aku bisa kembali ke hotel ...."Alex menyela, "Nggak, kamu tinggal bersamaku sampai aku bilang tempat ini aman. Nggak ada perdebatan."Dua puluh menit kemudian, aku dan Alex memasuki sebuah kompleks pribadi yang luas. Saat malam hari, vila utamanya yang merupakan kediaman tiga lantai bergaya Mediterania terlihat megah di bawah cahaya bulan."Ini kediaman pribadiku di Mirami, hanya beberapa orang kepercayaanku yang tahu tempat ini," jelas Alex sambil menuntunku masuk.Alex menuangkan segelas anggur merah untukku dan segelas lagi untuk dirinya sendiri. Kami duduk di lobi luas dengan jendela yang besarnya dari lantai sampai langit-langit dan menghadap pantai pribadi yang disinari cahaya bulan.Dia bertanya dengan suara yang lebih lembut daripada biasanya, "Apa kejadian malam ini membuatmu takut? Jangan khawatir, aku






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.