Gu Yancheng terdiam beberapa saat setelah nama itu disebut. Gu Jianhong. Nama yang asing bagi Xu Mingze, tetapi tidak bagi tubuh ini. Seolah ada pintu lama yang dibuka paksa, serpihan ingatan mulai masuk satu per satu ke kepalanya—wajah pria dengan senyum ramah yang terlalu licin, nada bicara penuh perhatian palsu, tepukan bahu yang selalu terasa seperti sedang menghitung keuntungan. Dalam hati Yancheng hanya bisa menghela napas. 'Masalah yang lama belum selesai, sudah datang cabang baru.' 'Dulu orang ini hidup bagaimana sampai tiap sudut ada ranjau?' Ia mulai sadar satu hal yang cukup menyebalkan: menjadi Gu Yancheng bukan sekadar pindah ke tubuh orang kaya, tetapi mewarisi tumpukan kekacauan yang ditinggalkan pemilik lamanya. Mabuk, judi, perselingkuhan, citra buruk, konflik rumah tangga, urusan perusahaan, sekarang ditambah keluarga licik. Satu selesai, satu muncul. Yang ini belum beres, yang lain sudah menunggu. Nasib Xu Mingze yang dulu paling rumit mungkin ha
最後更新 : 2026-04-28 閱讀更多