Fajar menyingsing di ufuk timur Ibu Kota Awan Perak, membawa berkas cahaya merah keemasan yang mengusir kegelapan malam. Meskipun kota baru saja diguncang oleh fenomena langit aneh dan gempa bumi lokal, antusiasme masyarakat tidak surut sedikit pun. Sebaliknya, atmosfer di sekitar Lapangan Sembilan Naga Emas justru kian memuncak. Hari ini adalah babak final dari kompetisi akbar alkimia kekaisaran, sebuah momen penentuan sejarah baru di dunia bawah.Ribuan penonton telah memadati tribun sejak garis fajar pertama muncul. Barisan prajurit kekaisaran dengan zirah besi lengkap berdiri berjejer rapat di setiap sudut lapangan, membentuk barikade pelindung berlapis yang jauh lebih ketat. Di panggung kehormatan, Pangeran Gu Yang duduk dengan jubah kemegahannya, ditemani oleh Tetua Lin dan barisan juri faksi pusat yang memasang wajah penuh kemenangan, seolah-olah jalannya babak final ini telah berada di dalam kendali mutlak mereka.Di
閱讀更多