Keheningan malam di Paviliun Anggrek Es kediaman pribadi Lin Meiling yang terletak di zona inti faksi dalam terasa begitu mencekam, seolah-olah dilapisi oleh ketegangan linier yang siap meledak. Aroma dupa penenang batin menguar tipis dari sudut ruangan, mencoba meredam ketegangan politik tingkat tinggi yang sedang mendidih di dalam ruangan pertemuan terselubung tersebut. Di atas meja giok hitam yang berkilau redup, sebuah peta trajektori distribusi kekuasaan Sekte Aliran Langit terbentang lebar, dikelilingi oleh tiga sosok yang memancarkan frekuensi energi batin yang saling bertabrakan secara konstan."Kita tidak bisa lagi menggunakan unit fana level rendah atau metode konvensional untuk menguji ketahanan biologis anak itu, Tetua Gu," suara Lin Meiling memecah keheningan dengan nada datar yang teramat dingin, parau, dan manipulatif. Sepasang mata indahnya yang jernih bagai telaga es menatap lurus tanpa deviasi ke arah Tetua Gu yang duduk di hadapannya d
Baca selengkapnya