“Kudoakan semoga senantiasa kau berbahagia, Valerie.”“Tentu aku akan berbahagia, Nolan.”Nolan menatap wajah cantiknya, lalu pandangannya turun pada kalung indah yang bertengger pada leher jenjang wanita itu.“Kau cocok mengenakannya. Tapi tahukah dirimu?”“Apa?” Valerie menaikan dagunya.“Orang terakhir yang mengenakannya telah tewas. Kuharap kau tidak dihantui oleh pemilik lamanya,” lugas pria itu, kontan membuat alis Valerie berkerut menyatu.“Aku tidak percaya hantu,” sungut Valerie.“Bukan hantu, bayang-bayang masalalu lebih mengerikan daripada itu.”“Apa maksudmu, Nolan?”“Semoga pernikahanmu lancar, Ms.Valerie Yoxavos.”Nolan berbalik pergi sebelum Valerie mendapatkan penjelasan atas apa yang pria itu katakan. Begitu ambigu membuat dirinya bingung dengan semua itu. Orang terakhir? Siapa? Bayang-bayang masalalu?Terdengar suara langkah kaki dari belakang, langsung Valerie berbalik dan melihat Demiral gontai mendekatinya. Pria itu meraih, merangkul pinggang wanitanya sensitif.“
Last Updated : 2026-06-12 Read more