Mereka tiba di sebuah restoran sederhana yang tidak jauh dari rumah sakit. Lampu-lampu kuning hangat menerangi ruangan, sementara aroma makanan memenuhi udara.Zeeya langsung menarik buku menu yang tergeletak di atas meja.Matanya bergerak cepat membaca setiap halaman sebelum mendongak ke arah Archer.“Pak, aku boleh pesan apa saja?” Mata bulatnya berbinar penuh harap.Archer menatapnya sejenak lalu mengangguk “Hm. Terserah.”“Serius?”“Kalau kau terus bertanya, aku akan berubah pikiran.”Wajah Zeeya langsung berseri-seri. Ia mengangkat tangan tinggi-tinggi. “Bibi!”Seorang wanita paruh baya yang sedang mengelap meja menoleh dan menghampiri mereka.“Bibi, aku mau yang ini, ini, ini, sama ini. Jarinya bergerak cepat menunjuk beberapa menu sekaligus.Setelah Archer menyebutkan pesanannya, wanita itu tersenyum lalu berjalan menuju dapur.Archer menyandarkan punggungn
Last Updated : 2026-08-13 Read more