Beberapa hari telah berlalu sejak pertemuan itu. Di pinggir desa yang dikelilingi bukit hijau dan aliran sungai jernih, kedamaian masih terasa menyelimuti, meski Mpu Suro selalu merasa ada pandangan yang mengintai dari kejauhan. Namun, ia tidak membiarkan kekhawatiran itu menghalangi langkahnya. Saatnya bagi Jaya untuk memahami apa yang tersembunyi di dalam dirinya.Pagi itu, mentari baru saja menyingsing, memancarkan sinar keemasan yang menembus celah dedaunan. Mpu Suro membawa Jaya ke sebuah tempat lapang di tepi hutan, jauh dari keramaian. Di sana, rumput tumbuh subur, udara terasa segar, dan suara alam terdengar jelas tanpa gangguan.“Duduklah dengan tenang, Jaya,” perintah Mpu Suro sambil duduk bersila di atas tikar daun pandan yang ia hamparkan. “Hari ini kita tidak akan berlari, tidak akan mengangkat beban, dan tidak akan memegang tongkat. Kita mulai dari hal yang paling dasar, yang paling penting, namun seringkali dilupakan orang.”Jaya menirukan gerakan lelaki tua itu, duduk
最後更新 : 2026-07-09 閱讀更多