BAB 44JIKA BUKAN NATASHA, SIAPA LAGI YANG MENGINCAR NYAWA FLORA?Jantung Natasha berdebar keras menghantam dadanya saat suara-suara mereka mulai mereda. Ia menekan dirinya rapat ke dinding di luar pintu, memejamkan matanya erat-erat untuk menelan gumpalan menyakitkan di tenggorokannya sebelum masuk."Mom, Dad, aku pulang," ia mengumumkan kedatangannya, memaksakan senyum seolah tidak mendengar apa-apa."Natasha sayang, selamat datang." Ibunya muncul dari ruang makan, menariknya ke dalam pelukan hangat."Ceritakan padaku, bagaimana hasilnya? Apakah kau bisa menemuinya? Apakah dia setuju membatalkan kasus itu?" tanyanya, suaranya diliputi kekhawatiran mendalam.Tepat saat itu, ponsel Natasha mulai berdering. Itu Maria. Perutnya merosot begitu ia melihat ID penelepon."Aku baik-baik saja, Mom. Aku hanya lelah. Kupikir aku akan tidur lebih awal," ia berbohong dengan senyum samar sambil pelan-pelan melepaskan diri dari pelukan."Hei putri, kau baik-baik saja?" ayahnya bertanya, alisnya sed
Huling Na-update : 2026-08-24 Magbasa pa