Di balik celah, jantung Adrian serasa melompat keluar dari dada. Sensasi dingin membeku menjalar seketika dari ujung kaki hingga ke kepala. Tanpa berpikir dua kali, Adrian berbalik dan melangkah selebar serta sesunyi mungkin, berlari bagai hantu menyusuri lorong gelap kembali ke dalam kamarnya.Klik!Ia menutup pintu kamar dengan amat pelan, menyandarkan punggungnya di balik pintu sambil meremas dada. Napasnya memburu gila-gilaan, peluh dingin bertetesan dari dahinya. “Astaga! Hampir aja gue ketauan.”Sementara itu, Maya melangkah pelan mendekati pintu dengan tubuh dibalut robe sutra. Ia membuka pintu lebar-lebar dan celingukan melihat lorong rumah yang sepi dan remang-remang. Tidak ada siapa pun di sana."Siapa, Sayang?" tanya suaminya, Budi, dari atas ranjang sambil mengusap wajahnya yang masih penuh keringat."Gak ada siapa-siapa, Mas," jawab Maya pelan, sambil memegang gagang pintu. "Aneh ... perasaan tadi pintu udah ditutup.""Oh, palingan angin. Ayo kita lanjut lagi, kamu belum
Última atualização : 2026-08-14 Ler mais