Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!

Tertangkap Basah Oleh Ibu Tiri, Hidupku Langsung Terancam!

last updateLast Updated : 2026-10-16
By:  Franky D GhostUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
3 ratings. 3 reviews
144Chapters
26.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Ssstt! Pelan-pelan, Ma! Nanti Papa bangun!" Tak sengaja memergoki ibu tirinya di saat yang tidak tepat, Adrian kini harus berhadapan hukuman 'gila' dari istri baru papanya itu!

View More

Chapter 1

Bab 01. Dibenci Kakak Tiri

"Ahhh ... pelan-pelan, Kak! Jangan terlalu kasar, ahh!!" Suara manja itu mengalun, bergetar di sela-sela desahan yang panjang.

Di atas ranjang yang berderit, seorang wanita polos tanpa busana tengah tenggelam dalam dekapan seorang pria dengan tubuh kekar sempurna.

Tangan besar milik sang pria menyusuri lekuk tubuh gadis di bawahnya yang mulai berkeringat, membuat kulit putih mulusnya mengilap di bawah bias cahaya lampu tidur yang temaram.

Gadis itu menggeliat, memejamkan mata sambil menggigit bibir bawahnya yang merah, seakan menahan gelombang kenikmatan yang tak kuat ditampung tubuh berisinya.

"Kakak suka kalo aku nakal begini, hm?" bisik suara nakal itu rendah, tepat di depan telinganya.

Gadis itu tidak menjawab dengan kata-kata, hanya erangan tertahan yang kembali lolos dari belahan bibirnya.

Jemari sang pria kini merambat perlahan menuruni perut rata gadis itu, menelusuri batas pakaian yang sudah setengah terlepas. Sentuhan yang berani itu membuat napas si gadis semakin liar. Pinggulnya terangkat pelan, mencari-cari kehangatan yang lebih dalam.

"Terus, yang kenceng ... ahhh ... di situ, iya begitu ...."

Gerakan membuai itu semakin cepat. Hasrat mereka perlahan memuncak, menggulung kewarasan keduanya.

Namun .…

BRAK! BRAK! BRAK!

Gedoran brutal itu seketika membuat Adrian terlempar ke kenyataan kembali. Ia tersentak hebat hingga kursinya nyaris terjengkang, menyisakan suara desahan panas yang kini hanya terdengar dari TWS di telinga kanan. Jantungnya berdetak gila-gilaan, seperti baru saja ketahuan melakukan hal tidak senonoh.

Tapi, Adrian kan memang sedang menonton .…

Dengan napas tertahan dan tangan gemetar, Adrian buru-buru menekan tombol spasi dan membanting layar laptopnya hingga tertutup rapat. Ia mengusap wajahnya yang memanas, menarik napas panjang, dan berusaha merapikan duduknya. Berlagak senormal mungkin.

Saat Adrian membuka pintu, Siska Wijaya berdiri di sana. Seketika, tenggorokannya terasa kering kerontang.

Kakak tiri dari pernikahan kedua ayahnya itu mengenakan kaus ketat yang dengan jelas mencetak bentuk gunung kembarnya yang bulat dan berisi. Kaus itu sedikit terangkat, memamerkan pusarnya di atas perut putih yang rata.

Celana pendek yang ia kenakan mengekspos sepasang kaki jenjangnya yang berkilau diterpa cahaya lampu lorong. Sepertinya ia baru saja mengoleskan lotion.

Wajah Siska tampak garang dengan alis yang terangkat tajam. Namun, entah kenapa, kegalakannya justru membuat Adrian menelan ludah.

Apalagi, otaknya masih merekam jelas adegan video yang baru saja membuyarkan kewarasan. Adrian buru-buru membuang pikiran sialan itu.

"Ngapain aja lo di dalam? Cepet turun, sarapan! Jangan bikin orang nunggu!" bentak Siska, ketus.

Daripada memperpanjang urusan dan memancing kecurigaannya, Adrian hanya mengangguk patuh dan bergegas menuju ruang makan, membiarkan TWS masih terpasang rapi di kedua telinganya.

Di ruang makan, pemandangan lain sudah menunggu. Maya Wijaya, ibu tiri Adrian menyambut dengan senyum ramahnya. Namun, pakaiannya tak kalah membuat matanya memanas.

Maya mengenakan daster kedodoran yang ujung lehernya merosot, tertopang oleh bukit kembarnya yang penuh. Pinggulnya yang lebar membuat lekuk tubuhnya tetap kentara meski bajunya longgar.

Adrian sering kali merasa ibu dan anaknya ini memiliki kelebihan hormon estrogen. Tubuh mereka begitu padat dan berisi, terutama di bagian atas dan bawah.

Hanya saja, berbeda dengan Siska yang galak, Maya selalu murah senyum. Kadang saking ramahnya, Adrian sampai salah mengartikan ke mana arah senyumannya itu.

“Sadar, Adrian. Mereka keluarga baru lo,” batin Adrian, berusaha keras menyingkirkan pikiran kotor yang sedari tadi menyusupi.

Adrian menarik kursi dan duduk. Di seberangnya, Siska sedang makan dengan cepat dan santai.

Cara makannya sedikit berantakan. Ada sisa saus dan mayones yang menempel di sudut bibir dan dagunya. Pemandangan itu, anehnya justru membangkitkan sisi laki-laki Adrian. Melihat bibirnya yang belepotan itu membuatnya punya dorongan gila untuk membersihkannya secara langsung.

"Adrian! Kuliah kamu lancar? Kegiatan di kampus lagi sibuk, ya?" Suara lembut Maya memecah keheningan.

"Lancar, Tante. Cuma banyak tugas aja," jawab Adrian sopan, meski matanya harus berjuang keras untuk tidak terus-terusan melirik ke arah belahan bukit kembar ibu tirinya yang mengintip dari balik daster.

"Syukurlah kalau begitu. Oh ya, kamu ini kan sudah semester tua. Sudah punya pacar belum?"

Belum sempat Adrian menjawab, Siska langsung mendengus sinis. Mulutnya masih penuh dengan makanan saat ia memotong obrolan.

"Pacar? Yang benar aja, Ma," cibir Siska. Ia mengunyah cepat, lalu menatap Adrian remeh.

"Mana mungkin cowok kutu buku, berkacamata, dan kurang gaul kayak dia bisa dapat pacar sampai wisuda nanti. Muka gantengnya itu gak ada gunanya kalo kelakuannya cupu."

Alih-alih tersinggung, dada Adrian malah berdesir. Benar, Siska baru saja mengakui kalau Adrian tampan. Sikap judes Siska dengan mulut penuh makanan itu justru terlihat luar biasa menggoda di mata Adrian.

"Siska, jangan begitu sama adikmu," tegur Maya halus.

"Gak apa-apa, Tante. Kak Siska bener kok," timpal Adrian cepat, memasang senyum andalannya.

"Aku memang belum punya pacar, dan kebetulan belum berniat untuk cari juga. Masih mau fokus kuliah," lanjut Adrian, menjelaskan.

Adrian harus mempertahankan image anak baik di rumah ini. Sarapannya hampir habis. Suasana meja makan perlahan tenang. Namun, tiba-tiba, sayup-sayup terdengar suara desahan dari TWS yang masih menempel di telinganya.

"Ahhh ... iya terus ... enak banget, terus yang kenceng, aahhh!"

Mata Adrian terbelalak. “Sialan. Audionya masih nyala lagi. Berarti videonya berputar. Kalo videonya nyala, siapa yang buka laptop gue?!” gumam Adrian, dalam hati.

Tanpa pikir panjang, Adrian langsung menggeser kursi dengan kasar hingga berderit nyaring.

“Eh, Adrian. Mau ke mana?” Ibu tiri Adrian menatapnya aneh, sementara Siska sama sekali tak bergerak dan terus melahap sarapannya.

"Aku udah selesai!" jawab Adrian panik, lalu lari terbirit-birit menaiki tangga menuju kamar.

“Jangan sampe ada yang masuk ke kamar gue. Kalo sampe ketahuan, mau ditaruh di mana muka gue?” gumam Adrian, panik.

Adrian menabrak pintunya sendiri, memutar kenopnya dengan terburu-buru, dan mendorongnya terbuka. Napasnya tertahan di tenggorokan karena terlambat.

Di depan meja belajar Adrian, berdiri seorang gadis dengan wajah cantik dan kulit putih mulus. Pipinya merah padam.

Bentuk tubuh gadis yang berisi dan menggoda itu hanya dibalut oleh sport tank top putih ketat yang tampak kewalahan menampung ukuran gundukan kembarnya yang tak wajar.

Gadis itu menatap tajam ke arah Adrian. Alisnya berkerut dalam, sementara laptop di sana menyala terang di belakangnya. Jantung Adrian serasa ingin copot.

"Adrian! Lo nonton film begini?!" tanya gadis itu, melotot.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Gina Febriyanti
Gina Febriyanti
Hjjhhbhdjeie
2026-10-05 23:55:39
0
0
Pluii Ehl
Pluii Ehl
gass tross poooll
2026-09-21 00:35:14
2
0
Null_null
Null_null
Masih lanjutkan?
2026-09-17 17:21:27
2
1
144 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status