Mobil hitam mewah itu berhenti mulus di depan sebuah gerbang besi menjulang tinggi. Saat gerbang otomatis itu terbuka, mata Sena membelalak lebar. Rumah yang dimaksud Raven sama sekali tidak mirip rumah tinggal biasa, melainkan sebuah istana megah berarsitektur gothic modern yang berdiri angkuh di atas bukit.“Raven, kenapa tidak mengantarku pulang?” tanya Sena bingung. Raven tak menjawab sama sekali, sekaan fokusnya hanya pada kemudi.Begitu pintu mobil dibukakan, Sena hendak melangkahkan kakinya keluar. Namun, sebelum telapak kakinya menyentuh tanah, tubuhnya mendadak limbung."Raven ... jangan, aku bisa jalan sendiri," cicit Sena pelan."Benarkah?" balas Raven pendek, suaranya terdengar datar.Sena mencoba berdiri tegak, tetapi sepasang kakinya mendadak terasa lemas luar biasa, bagaikan tak bertulang. Rasa hangat yang aneh menjalar dari lutut hingga persendiannya, membuat tumpuannya hilang total."Awh ... kenapa kakiku tiba-tiba tidak bisa berjalan?" gumam Sena panik, memegangi bah
Huling Na-update : 2026-09-02 Magbasa pa