Terpikat Pesona Pangeran Iblis Yang Ditakuti

Terpikat Pesona Pangeran Iblis Yang Ditakuti

last update最後更新 : 2026-09-02
作者:  Karang Gemintang連載中
語言: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
評分不足
7章節
8閱讀量
閱讀
加入書架

分享:  

檢舉
作品概覽
目錄
掃碼在 APP 閱讀

故事簡介

Dark Romance

Dunia Sihir

Misteri

Iblis

Identitas Tersembunyi

Penyihir

Kampus/Sekolah

Sena hanyalah gadis beasiswa miskin di Akademi Perburuan yang megah, di mana perundungan kejam dari para bangsawan menjadi makanan sehari-harinya. Namun, saat tubuhnya didorong ke dalam portal mematikan, kematian justru menagih janji lama. Setetes darahnya di masa lalu mengikatnya dalam Soul Bound mutlak dengan Raven—pangeran iblis paling ditakuti dari Dunia Bawah. Kini, sang iblis menyamar menjadi murid baru, berlutut di kakinya bukan hanya untuk melindungi, tetapi juga membalas setiap tetes air mata Sena dengan darah. "Mereka yang menyentuh milikku, tidak akan pernah melihat matahari terbit lagi, Sena."

查看更多

第 1 章

Bab 1: Malam Kelam

"Aku ingin mengukir hal baru pada bonekaku ...."

Suara klik dari pulpen yang dipegangnya bergema di ruang kosong atap akademi. Namun, bukannya tinta yang keluar, melainkan sebilah pisau cutter kecil yang berkilat dingin.

Sebutan "boneka" itu bukan untuk barang mainan, melainkan panggilannya untuk Sena—siswi miskin yang selalu menjadi sasaran penyiksaan mereka.

Tubuh Sena gemetar hebat di atas lantai semen yang dingin. Kedua tangannya dikunci rapat oleh dua orang pemuda, sementara mulutnya dibekap erat agar suaranya tak terdengar ke mana-mana. Mata Sena menatap mengiba, memohon rasa kasihan yang tak akan pernah ia dapatkan.

Sreeet!

Sena menjerit, tetapi suaranya hanya tertahan di tenggorokan. Ujung pisau yang tajam itu mulai mengoyak kulit pahanya, mengukir kata-kata hinaan secara langsung di sana. Rasa perih dan panas membakar seketika. Darah segar mengalir membasahi seragamnya, menjadi saksi bisu kekejaman tiga perundung di hadapannya: Marcus, Victor, dan Helena.

"Sena, kau harusnya bersyukur," bisik Marcus sinis seraya menekan bahu Sena semakin kuat ke lantai. "Orang miskin sepertimu itu memang sudah ditakdirkan berada di bawah. Masuk ke akademi ini tidak akan pernah mengubah takdirmu sebagai sampah."

Semakin Sena meronta dalam bungkam, semakin lebar seringai bahagia di bibir Helena, sang pelaku yang memegang pisau. Victor yang menahan kakinya ikut tertawa lepas, menikmati tontonan menyiksa itu seolah Sena hanyalah mainan tak berharga.

Akademi tempat mereka berada bukanlah academy biasa. Ini adalah tempat di mana manusia dilatih untuk menembus Portal Dunia Bawah—dunia para iblis—demi mengeruk kekayaan, sumber daya magis, dan kekuasaan. 

Di akademi elit ini, tolok ukur kesuksesan seorang manusia sangat sederhana: seberapa banyak harta yang bisa kau curi dari Dunia Bawah, dan seberapa kuat iblis yang berhasil kau jadikan pengikut atau budakmu.

Manusia yang berhasil menaklukkan iblis akan dipuja bagai raja. Sementara yang miskin dan tak berdaya seperti Sena? Mereka dianggap tak lebih dari umpan.

Sena hanyalah gadis biasa yang masuk lewat jalur beasiswa. Dia tak punya latar belakang keluarga kaya yang bisa menyediakannya senjata sihir atau pelindung mahal. Alih-alih dihormati karena kecerdasannya, keberadaan Sena di akademi justru dianggap mencemari pemandangan bagi murid-murid bangsawan seperti Marcus dan gengnya. Bagi mereka, rakyat jelata tak berhak bermimpi memegang kendali atas harta Dunia Bawah.

"Wajah sok polos dan aroma kemiskinan dari tubuhmu ini benar-benar membuat kami muak," desis Helena rendah. Ia menepuk-nepuk pipi Sena secara kasar dengan sisa darah di jarinya. "Tapi setidaknya, sekarang kau terlihat sedikit lebih berguna sebagai boneka pajangan kami."

Sena menatap mereka dengan sudut mata yang basah oleh air mata. Mentalnya sudah hancur digerogoti trauma bertubi-tubi. Satu-satunya alasan Sena masih bertahan hidup adalah ibunya yang menantinya di rumah. 

Sena rela menelan sejuta dusta—mengaku luka lebam di tubuhnya akibat terjatuh atau terserempet—hanya agar sang ibu tidak perlu tahu bahwa putrinya dihancurkan setiap hari di tempat ini.

Namun hari ini, mereka benar-benar berniat menghabisi Sena.

Marcus merenggut kerah baju Sena, menyeret tubuhnya yang bersimbah darah menuju pembatas terluar atap gedung akademi. Di luar pembatas itu, tak ada daratan. Yang ada hanyalah void kosong yang berputar-putar mengerikan.

"Kau tahu apa yang terjadi pada sampah yang sudah tidak terpakai?" ujar Marcus sembari mendorong tubuh Sena hingga separuh badannya tergantung di udara.

Tepat di bawah atap gedung akademi—beberapa puluh meter di bawah mereka—sebuah pusaran energi hitam pekat berputar lambat. Itu adalah salah satu Portal Dunia Bawah liar yang belum terstabilkan. 

Energi kegelapan yang memancar darinya begitu pekat hingga mampu membuat bulu kuduk meremang. Siapa pun manusia yang jatuh ke dalam portal liar tanpa perlindungan sihir tingkat tinggi dipastikan akan hancur lebur atau dilahap habis oleh monster dan iblis di dalamnya.

"Mar-Marcus ... tolong ... jangan ..." gumam Sena lirih dengan sisa tenaganya.

"Dunia Bawah butuh tumbal baru hari ini, Sena. Dan kau adalah kandidat yang sempurna," tawa Marcus pecah, bergema dingin menyatu dengan angin atap yang kencang.

Helena dan Victor menonton dari belakang sambil bersedekap tangan, tersenyum puas menyaksikan ketakutan mutlak di wajah Sena.

"Selamat jalan, Gadis Beasiswa."

Tanpa penyesalan sedikit pun, Marcus melepaskan cengkeramannya.

Tubuh Sena meluncur deras ke bawah. Angin malam menghantam wajahnya yang pucat saat gravitasi menariknya tanpa ampun. Gelak tawa ketiga perundungnya perlahan mengabur, tergantikan oleh gemuruh angin yang menyengat ears-nya.

Saat tubuhnya semakin dekat dengan mulut portal hitam yang menganga lebar, Sena memejamkan mata. Rasa sakit di pahanya, dinginnya angin, dan kehampaan di dadanya menyatu. Sena bersumpah, jika ini adalah akhir hidupnya, dia akan mengingat rasa sakit ini selamanya.

Wussss!

Cahaya hitam keunguan melahap tubuh Sena seketika saat ia melewati ambang portal. Suara bising dunia atas mendadak senyap total.

Namun, alih-alih merasakan tubuhnya hancur berkeping-keping dihantam energi portal, rasa dingin yang membekukan justru menyelimuti punggungnya. Tekanan gravitasi yang menyeramkan itu mendadak berhenti.

Sensasi sepasang lengan yang begitu kokoh dan dingin menahan jatuh tubuhnya di tengah kegelapan hampa.

Sena membuka matanya secara perlahan. Di dalam pusaran energi kegelapan yang bergejolak itu, ia tidak berada di tanah. Ia melayang dalam dekapan seorang pria bertubuh tegap berjubah hitam pekat.

Aura yang dipancarkan pria itu begitu pekat, dingin, dan mengintimidasi—seolah sang raja kematian sendiri yang baru saja melangkah keluar dari kegelapan.

Pria misterius itu menunduk. Sepasang manik matanya berpendar merah keemasan di tengah kegelapan portal, menatap Sena dengan pandangan penuh kepemilikan mutlak.

"Akhirnya kau datang, Pemilikku," bisik suara berat pria itu, bergema langsung di dalam kepala Sena dengan senyuman tipis yang mengerikan.

展開
下一章
下載

最新章節

更多章節

致讀者

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

暫無評論。
7 章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status