"Terimakasih banyak, Dokter."Nanda menoleh, Robert berdiri tepat di sebelah, namun ia sama sekali tidak menggubris laki-laki itu. Ia malah memeluk lututnya, berteriak dan menangis sejadi-jadinya di sana. Robert menghela napas panjang, tak terasa air matanya ikut menitik. Ia menunggu sampai Nanda sedikit lebih baik, membiarkan Bastian dan rombongannya pergi lebih dulu. "Sejak awal saya sudah bisa menebak, Anda akan merawat Cia dengan sangat baik, Dokter."Robert bersimpuh, lalu duduk tepat di sebelah Nanda yang masih terisak-isak. Ia membisu, seolah sengaja menunggu Nanda bisa diajak berkomunikasi kembali. Membiarkan Nanda meluapkan semua rasa sedih, kecewa dan entah apa lagi, yang membuatnya histeris seperti itu. Cukup lama Robert duduk, sampai kemudian tangis Nanda mereda, kepalanya terangkat dengan wajah basah oleh air mata. "Saya baru beberapa bulan kehilangan bayi saya ketika kemudian Anya saya temukan kedinginan malam itu." ucap Nanda lirih, sembari menyeka air mata. "Saya
Última actualización : 2026-09-09 Leer más