Mag-log inDi tengah hujan deras malam itu, Nanda menemukan bayi malang dan memutuskan untuk merawatnya, berpikir bahwa anak malang itu telah dibuang. Namun, setelah menghabiskan hari-harinya hidup bersama bayi mungil itu, suatu hari, seorang pria asing tiba-tiba datang dan mengakui bayi itu sebagai putrinya yang hilang.
view more"Terimakasih banyak, Dokter."Nanda menoleh, Robert berdiri tepat di sebelah, namun ia sama sekali tidak menggubris laki-laki itu. Ia malah memeluk lututnya, berteriak dan menangis sejadi-jadinya di sana. Robert menghela napas panjang, tak terasa air matanya ikut menitik. Ia menunggu sampai Nanda sedikit lebih baik, membiarkan Bastian dan rombongannya pergi lebih dulu. "Sejak awal saya sudah bisa menebak, Anda akan merawat Cia dengan sangat baik, Dokter."Robert bersimpuh, lalu duduk tepat di sebelah Nanda yang masih terisak-isak. Ia membisu, seolah sengaja menunggu Nanda bisa diajak berkomunikasi kembali. Membiarkan Nanda meluapkan semua rasa sedih, kecewa dan entah apa lagi, yang membuatnya histeris seperti itu. Cukup lama Robert duduk, sampai kemudian tangis Nanda mereda, kepalanya terangkat dengan wajah basah oleh air mata. "Saya baru beberapa bulan kehilangan bayi saya ketika kemudian Anya saya temukan kedinginan malam itu." ucap Nanda lirih, sembari menyeka air mata. "Saya
Dengan mata memerah menahan tangis, Nanda refleks menjauhkan Anya dari sentuhan lelaki itu. Ia mempererat dekapan, membuat lelaki itu menoleh pada lelaki dengan topi berwarna pudar yang tadi sempat bertanya perihal identitas Nanda. Lelaki itu menghela napas panjang, merogoh sesuatu dari dalam sakunya lalu menyodorkan kartu nama pada Nanda.Nanda tidak menyambut kartu nama itu, ia hanya membaca sekilas dan nama yang tertulis di sana Robert Alfredo. Seorang notaris kenamaan yang namanya pernah Nanda dengar dari media sosial.Karena kartu namanya diabaikan oleh Nanda, Robert kembali memasukkan benda itu ke dalam saku. Menatap Nanda yang masih menatap mereka dengan sorot mata takut dan Anya yang dia peluk erat dalam gendongan."Bayi itu ... Setahun yang lalu ditinggalkan begitu saja di depan klinik Anda, Dokter?" Air mata Nanda reflek jatuh, jadi benar ... Mereka datang untuk menjemput Anya? Merebut Anya dari Nanda setelah satu tahun bersama-sama?"Saya yang meletakkan bayi itu, beserta
"Anya ... Jangan lompat, Sayang!"Suasana rumah Nanda sudah begitu berisik sejak pagi. Hari ini hari minggu, hari tepat di mana perkiraan Anya lahir setahun yang lalu. Atau garis besarnya adalah Anya sudah genap 1 tahun hari ini.Akan ada pesta kecil yang Nanda adakan khusus untuk Anya. Merayakan angka pertama dalam hidup Anya yang tidak hanya akan sangat bermakna bagi Anya sendiri tetapi juga bagi Nanda.Sudah setahun ia merawat bayi dalam kardus di tengah hujan malam itu dan kini bayi itu sudah begitu lincah loncat kesana-kemari. Pertumbuhannya sangat bagus. Tingginya bahkan melampaui tinggi normal anak seusianya. Dan segala pencapaian itu, sanggat membanggakan bagi Nanda yang selama ini merawat Anya seorang diri, dengan bantuan pengasuh tentunya."Mama ... Mau."Nanda merebut tas kecil dengan gambar Anya dan ucapan selamat ulang tahun itu. Tas berisi makanan sehat untuk para tamu yang nanti akan hadir di pesta ini. Nanda bergegas meraih Anya dalam gendongan, menciumi pipi gembul ba
Cukup lama Nanda mematung sembari menatap bayi yang sudah lelap tertidur itu. Meskipun terlihat tenang, namun dalam otak dan hati Nanda kini sedang sibuk berperang saling beradu argumen. Kertas berserta kalung yang turut dia temukan di dalam kardus si bayi, masih berada di dalam genggaman tangan. Nanda menarik napas panjang, mengusap wajahnya dengan kedua tangan lalu menengadahkan kepala.Bayi itu jika sesuai dengan isi surat, bukan bayi yang dibuang karena hasil dari hubungan gelap. Dia anak resmi, anak sebuah keluarga yang Nanda tahu punya nama George, yang entah mengapa tiba-tiba berada dalam sebuah bahaya. Nyawanya terancam, begitu isi surat dan itu cukup membuat Nanda pening. Ia bisa saja lapor polisi sekarang juga, mengabarkan penemuan bayi ini ke pada pihak yang berwajib. Namun jika benar bayi ini diincar dan hendak dibunuh, apakah itu sama saja dengan mengantarkan bayi itu untuk kehilangan nyawa?Pasti ada alasan kenapa bayi ini dihantarkan ke depan klinik, karena si pembuang












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.