Catalog
4 chapters
00
"Kamu, benar-benar lakukan ini sama aku?" Aku menatap nyalang ke arah Fynn. Laki-laki sial ini selingkuh!  Dari dulu, aku selalu tidak mentolerir perselingkuhan, aku sudah berjanji pada diri sendiri, ketika melihat kisah masa lalu orang tuaku.  "Sayang, ini tidak seperti yang kamu kira."  "What? Setelah apa yang kamu lakukan dan kamu masih bicara seperti ini?" Fynn menggeleng dan menatapku melas, tapi, aku tidak terpengaruh sama sekali. Rasanya ingin kutampar wajahnya hingga bengkok. Laki-laki sial!  "Sayang." Aku langsung menghindar. Aku jijik dengan sentuhannya.  "Setelah nyaris seumur hidup kita bersama dan kamu melakukan hal ini? Apa kamu pernah mikir? Apa kamu punya hati? Dia Amanda, teman kantor kita. Dia Amanda, salah satu rekan dekat yang aku curhat masalah rumah tangga kita padanya dan ini balasan kalian sama aku?" Aku menggeleng tak percaya, suaraku tercekat seperti diberi setrum ribuan volt dan dicekik hingg
Read more
01- Resmi Jadi Janda
Keadaan begitu hening, tak ada yang berani membuka suara. Aku menoleh ke arah Mommy yang hanya diam, begitu juga dengan Daddy.  "Kamu ada rencana mau pindah kerja?" Aku hanya menggeleng lemah.  Kami baru saja pulang dari sidang final keputusan perpisahan bersama Fynn, tidak ada tangisan, tidak ada air mata, dan mungkin tidak ada yang perlu dibanggakan dengan status ini. Menjadi, seorang janda.  "Yaudah, istirahat aja dulu." Aku hanya mengangguk lemah, dan Mommy menyusul Daddy ke kamar. Mereka sedang datang ke rumahku, rumah ini, rumah pembelian aku dan Fynn walau semua harta jatuh ke tanganku, kami belum punya anak.  Mommy dan Daddy awalnya tak setuju dengan keputusan ini, tapi, aku tidak bisa mentolerir perselingkuhan.  Ya, Fynn selingkuh, dan hal itu sungguh tak bisa dimaafkan. Aku men-scroll dengan malas ponsel. Semua orang mengirim pesan menyayangkan perpisahan ini. Ya, aku dan Fynn adalah pasangan sempurna di mata
Read more
02 - Yes, Pak?
Melihat wajah Amanda membuatku ingin menyemburkan lahar panas tepat di wajahnya. Seperti naga-naga yang bisa mengeluarkan api dari mulutnya.  Aku menatap jalang ini dengan malas dan langsung menuju kubikel milikku di saat Amanda sengaja menabrakku. Aku hanya menunduk, tak tahan menatap wajahnya, sebelum kembali meledak dan wajah si jalang itu bisa bengkok.  "Jeng, jeng! Si jalang makin menjadi." Carlos mencolek-colek lenganku, aku menatap ke arahnya sambil menahan tawa. Carlos adalah cowok kemayu, teman gosip yang bisa diandalkan. Bahkan, aku berani bertaruh jika adu mulut, aku bisa kalah dengannya.  "Jalang semakin di depan!" Aku sengaja berkata dengan kuat, untuk memanasi keadaan. Aku dan Carlos tertawa, saling bertos ria, saat mendengar suara berisik dari kubikel di sampingku.  Ruangan kami khusus untuk depertemen GA (Quality Assurance), tugas kami adalah mengatur mengenai standar kualitas barang yang bermutu. Supaya tidak ada p
Read more
03 - Melakukan Kebodohan
"Si jalang ini benar-benar jorok!" cibir Olivia, saat masuk dalam rumah. Aku memang sedang dalam fase malas untuk melakukan apa-apa, ditambah status sebagai seorang single, seorang janda karatan. Aku menggosok tubuhku sendiri, tak percaya pada akhirnya aku menyendiri, meninggalkan status yang begitu hina dan rendah di mata orang-orang.    Olivia meletakan bokongnya dan duduk di sebelahku, aku memang menelpon dirinya dan ingin membicarakan banyak hal, selain saudariku Skye yang bisa diandalkan, aku punya Olivia sebagai orang yang sangat bisa diandalkan.    "Demi kesehatan mentalmu, keluar dari kantor itu segera." Aku hanya menggeleng, aku mencintai pekerjaanku, walau banyak sekali hambatan ke depan. Terutama mengahadapi mantan suami sendiri, dan jalangnya. Aku kembali menatap layar di depan, dengan air mata yang kembali menetes, tak percaya Fynn lebih memilih jalang itu dibandingkan diriku, terkadang ada titik di mana malam-malam ak
Read more
DMCA.com Protection Status