Share

Bab 163

"Shinta, please aku mohon ....!"

Rein semakin gelisah melihat Shinta hanya diam saja.

Sementara Shinta masih mencoba menyelami perasaannya terhadap pria yang kini sedang menatapnya penuh harap.

Sejenak mereka terdiam. Shinta masih menunduk. Ia tak kuasa menatap mata elang yang telah memporak-porandakan hatinya itu.

"Maaf, jika aku terlalu memaksamu. Seharusnya aku bisa lebih bersabar menunggu. Ini memang terlalu cepat untukmu. Mungkin lain waktu saja kita bicarakan hal ini." Seketika jemari kokoh milik Rein terulur hendak meraih kembali kotak kecil yang berada tepat di tengah-tengah meja.

"Rein, Jangan ...!"

Tangan kokoh itu terhenti di udara saat jemari lentik milik Shinta dengan cepat meraih kotak itu lebih dulu.

Rein menurunkan tangannya perlahan. Napasnya tertahan sejenak. Pandangannya tak lepas pada Shinta yang mulai membuka kotak berbentuk hati itu.

Setetes embun menetes dari kedua sudut netra pria tampan itu.

"Teimakasih ..." lirihnya bergetar. Rein merasakan kebahagiaa
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Hana Wati
hadeh ngeselin bgt Shinta, dibilang bodoh tp ga, hadehh. tegas dong, dibiarin gitu aja ya jgn slaahin Raka, Shinta nya ga tegas. urusan capek sama tegas beda dong
goodnovel comment avatar
Yuli a
lama lama muaak liat shinta, pantes diselingkuhi berulang x, selain bodoh gak tegas, padahal bos.. tinggal blg gak mau lg sm pria tukang zinah..gitu aja repoot...dah sikit, bertele tele, keburu lupa
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status