Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
Terjebak Cinta Sang Mafia

Terjebak Cinta Sang Mafia

Elisabeth Yulyanti
Divya Aleshia perempuan desa yang mengadu nasib di kota Metropolitan, Jakarta. Ia pergi bersama dengan sahabatnya yang bernama Valen patrecia. Keduanya sudah mengenal satu sama lain sejak usia 5 tahun. Saat tiba di Jakarta, keduanya langsung mendapat kontrakan dengan harga yang terjangkau. Valen yang bekerja dalam bidang marketing, mengajukan diri pada salah satu perusahaan yang jaraknya lumayan jauh dari kontrakan, dan beruntungnya ia langsung diterima. Sedangkan Divya sudah mengunjungi hampir seluruh perusahaan yang bekerja dalam bidang komunikasi tapi belum juga ada yang menerimanya. Saat ingin pulang ke kontrakan, Divya tidak sengaja bertabrakan dengan seorang pria yang tingginya sekitar 180 cm, pria itu menatap Divya dengan tajam dan aura kekejaman terasa kental dalam dirinya. Sialnya lagi ternyata pria itu ada seorang mafia yang terkenal seantero negeri karena kekejamannya dalam membunuh orang tanpa memandang status ataupun usia. Bukannya takut, Divya malah menatap pria itu dengan tatapan yang tak kalah mengerikan. Tanpa rasa bersalah Divya pergi begitu saja meninggalkan pria itu sendiri dengan amarah yang memuncak. Keesokan harinya, Divya mendapatkan panggilan dari salah satu perusahaan yang sukses dalam bidang komunikasi, melalui panggilan itu staff perusahaan mengatakan kalau Divya diterima. Mungkin hari ini berpihak pada Divya selain gaji yang memuaskan, perusahaan itu juga dekat dengan kontrakannya. Setibanya Divya di perusahaan ia dipanggil ke ruangan Presdir untuk dimintai keterangan lebih lanjut karena telah menandatangani kontrak kerjasama. Betapa terkejutnya Divya karena Presdir tempatnya bekerja adalah pria yang semalam ia tabrak dan bodohnya lagi ia tak mengucap sepatah katapun seperti permintaan maaf dan malah pergi begitu saja. Pria itu juga tak kalah terkejut, tapi dalam hitungan detik muncul senyuman menyeringai dari bibirnya. Bagaimana kelanjutan cerita nya? Ikuti terus perjalanan cinta yang memiliki segudang lika-liku ini, karena dijamin bakal penasaran.
Romansa
108.1K visualizaçõesEm andamento
Ler
Adicionar à biblioteca
Counting Pennies, Losing Daughters

Counting Pennies, Losing Daughters

On the night of New Year's Eve, I wake up in a hospital ward with an IV drip connected to the back of my hand. A nurse passes me the hospital bill. "It's 300 dollars in total, including the emergency treatment fee and the cost for a bottle of glucose drips." When I turn on my phone, I feel my heart sinking. I only have 29.01 dollars left in my bank account. The wallpaper of my phone is a countdown of my family contract's app. Today is the date when I have to renew my family contract for the year. In order to accumulate enough money to go home, I've been working as a staff member in concert venues. Earlier, I had collapsed backstage, so I was quickly sent to the hospital. The dial tone keeps beeping for a long time. Finally, my mom answers my call in what seems to be a noisy background. "Mom, I'm at the hospital right now. I need 300 dollars to pay the hospital bill." "You're at the hospital?" Mom's voice turns shrill immediately. "Why did you visit the hospital during the holidays? You really are a jinx!" "I fainted earlier. I was working at a concert venue—" "What? So, you refused to do chores at home during the holidays! Instead, you decide to work at a concert venue?" Mom interrupts immediately. "I don't have 300 dollars on me! You'd better come up with a way to pay that bill of yours!" "Mom…" My hand tightens around my phone. "Today is the last day of my family contract's renewal period. I'll renew the contract once I pay the bill." "Renew the contract, huh?" Mom just sneers at me. "That's a part of your duties! How dare you use it against me! Helena Lambert, if you don't renew the contract today, you can forget about calling me 'Mom'!" After that, she ends the call. I can only grip my phone to the point that my fingers turn white. After that, I tap on a social media app in hopes that I can borrow money from my friends, only to see the latest post on the social media feed. My younger sister, Hannah Lambert, has posted a photo collage there. "I'm here with my parents to watch my favorite singer's concert! Snagging tickets to the first-row seats is definitely worth it!" The background of those photos is the same concert venue where I work part-time at. It's the most expensive venue in town. Apparently, tickets cost 2,900 dollars each.
História curta · Emotional Realism
170 visualizaçõesCompleto
Ler
Adicionar à biblioteca
ANTERIOR
1
...
171819202122
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status