Menurut KBBI, kata 'nakal' dimaknai sebagai 'tidak patuh, suka berbuat yang dilarang, tidak menurut'. Saya sering berpikir definisi itu sederhana tapi menyimpan banyak nuansa. Dalam kamus resmi itu, inti maknanya adalah perilaku yang melanggar aturan atau saran—bukan selalu kriminal, melainkan lebih ke sifat bandel atau melawan tata tertib.
Sebagai contoh, anak yang mencoret dinding sekolah atau mengulur waktu belajar bisa disebut 'nakal' menurut KBBI: ia tidak menurut dan suka berbuat yang dilarang. Namun ketika saya mengamati percakapan sehari-hari, orang juga memakai 'nakal' untuk bercanda, misalnya menggoda teman: itu lebih ringan, seperti 'nakal tapi lucu'.
Saya suka bagaimana satu kata bisa menempati spektrum dari usil sampai serius. KBBI memberi dasar resmi, lalu pengguna bahasa memperluas makna itu lewat konteks. Buat saya, memahami konteks itu kunci supaya kata 'nakal' tak disalahkan berlebihan; kadang memang salah, kadang cuma iseng saja.