Chapter: Menagih hutang DuniaHening yang mencekam menyelimuti Ruang Rapat. Para Tetua menahan napas, menatap pemuda di hadapan mereka yang baru saja melempar tawaran kerja sama yang mengguncang nalar. Semua tetua saling pandang, dan semuanya akhirnya menatap Kepala sekte dengan menganggukkan kepala. Sang Kepala Sekte, dengan tangan yang masih sedikit gemetar akibat benturan energi tadi, akhirnya membuka suara. "Kami akan menerima tawaranmu, Anak Muda. Namun, kepercayaan adalah fondasi dari sekte ini. Apalagi kami tidak bisa menyerahkan nasib murid-murid kami kepada orang asing yang tidak di kenal akan asl-usulnya. Jadi kami ingin tahu, siapakah kau ini sebenarnya?" Thanzi menyandarkan punggungnya ke kursi kayu jati tua, senyum tipis tersungging di bibirnya. "Aku tidak punya alasan untuk merahasiakan identitasku yang sebenarnya pada orang yang akan menjadi sekutuku." "Aku adalah putra bungsu Jenderal Ling Cheng-kong dari Kekaisaran Cahaya." BRAKK!"Apa!..." Hampir seluruh Tetua berdiri serentak dari kurs
Last Updated: 2026-04-01
Chapter: Masa kejayaan yang diruntuhkanThanzi tetap berdiri tegak, membiarkan jubah sederhananya berkibar tertiup angin kencang yang entah datang dari mana. Ia memutuskan dari sekarang, dirinya tidak akan bermain petak umpet lagi dengan kekuatannya, karena jalan menuju rencananya sudah berada tepat di depan mata. "Kepala Sekte," suara Thanzi terdengar rendah namun bergema di setiap sudut bangunan. "Bukankah kau ingin melihat siapa yang sedang kau coba uji? Maka kamu lihatlah sendiri." Tanpa gerakan tangan, Thanzi melepaskan segel tipis yang tertanam di dalam tanah. BUM...! Sebuah ledakan hitam pekat, namun jernih seperti kristal, meledak dari dalam tanah. Itu bukan sekedar ledakan spiritual biasa. Tapi itu adalah penghancuran formasi tingkat tinggi yang hanya bisa di lakukan oleh seorang kultivator di Ranah yang sangat tinggi, prnghancuran hanya dengan terdiam saja itupasti sebuah tingkat kultivasi yang tidak tercatat dalam kitab mana pun di dunia ini, karena ranah Thanzi yang kini di keluarkannya di ranah Kehampaan
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: Uji kekuatanSetiap langkah kaki Thanzi menghasilkan gema yang sangat tipis tetapi bertenaga di udara. Dan begitu kakinya menyentuh batas gerbang dalam, sebuah ledakan getaran frekuensi rendah merambat dari inti jiwa sekte awan. mungkin secara kasat mata, hanya terasa angin yang tertiup cukup kuat, namun bagi seorang kultivator tingkat yang memiliki indra sangat tajam, itu adalah ledakan energi hitam yang pekat dan menguap ke angkasa, merobek sesuatu yang jahat dan tersembunyi yang menggantung statis di atas langit sekte selama ratusan tahun. Petugas pendaftaran yang tadi mengantuk mendadak menegakkan tubuhnya secara tiba-tiba. Jantungnya berdegup kencang tanpa alasan. Lalu ia secara refleks melirik ke arah punggung Thanzi yang mulai menjauh dengan tatapan ngeri. "Apa itu tadi? Seperti... cahaya yang menghancurkan kejahatan tetapi mengundang bencana," bisiknya dengan suara gemetar.Di tempat area ujian utama pertama, suasana yang tadinya terasa tenang mendadak tegang. Seorang tetua penguji yan
Last Updated: 2026-03-29
Chapter: Pendaftaran Sekte AwanPerjalanan dari Kekaisaran Cahaya menuju Kerajaan Guntur memakan waktu yang cukup lama, namun bagi Thanzi, setiap deru roda kereta kuda adalah langkah menuju kepingan masa lalu yang sedang ia susun kembali. Ia tidak pergi sendirian, ayahnya, yaitu Jenderal Ling, memastikan perjalanan Thanzi dikawal oleh prajurit veteran kepercayaan keluarga. Thanzi tidak masalah akan hal itu, karena justru dengan adanya bawahan ayahnya akan memudahkannya dalam perjalanan, dan hal itu langsung terbuktu. Dengan kehadiran kereta kuda dengan bendera lambang Keluarga Ling, yang tiba di wilayah Kerajaan Guntur langsung menarik perhatian banyak pasang mata. Reputasi keluarga Ling melampaui batas dua kekaisaran dan kerajaan manapun, karena mereka adalah penjaga keseimbangan antara Kekaisaran Cahaya dan Kekaisaran Pedang. Tak heran jika setiap pos penjagaan memberikan penghormatan tertinggi saat mereka melintas. Tujuan Thanzi sebelum ke sekte awan hanya satu, yaitu Kediaman Keluarga Wo. Ia datang unt
Last Updated: 2026-03-28
Chapter: Malam yang penuh dengan melodiBeberapa hari sebelum keberangkatan kedua kakaknya untuk kembali ke sekte, suasana di ruang belajar pribadi mereka tampak sibuk namun rahasia dari sepengetahuan orang lain. Dengan bantuan koneksi Qing-lan dan Yu-ze, mereka berhasil mengurus surat-surat izin pembangunan restoran tanpa mencantumkan nama keluarga Ling. Mereka menggunakan nama samaran yang dibuat Thanzi, Tuan Muda Tan, sosok misterius yang kini terdaftar sebagai pemilik gedung tua di persimpangan pasar. Sementara itu, Thanzi sedang menyibukkan diri di laboratorium pribadinya, dapur belakang yang jarang di gunakan dan telah ia modifikasi. Di dunia ini Thanzi rasa, kulinernya sangatlah membosankan, rasa hanya berkisar antara asin garam, manis tebu, atau getir tanaman herbal. Jadi Thanzi memutuskan untuk melakukan revolusi dengan berbagai inovasi yang muncul di dalam kepalanya. Ia menciptakan bumbu penyedap makan "Saus Tomat Api". Menggunakan jenis tomat hutan yang memiliki sensasi pedas menyengat dan di anggap tan
Last Updated: 2026-03-18
Chapter: Skil bertahan hidupSuasana pagi di bawah pohon sakura yang berada tepat di taman belakang Mansion terasa begitu hangat, namun Thanzi yang sedang menikmati suasana, pikirannya sempat melayang jauh. Ia memandangi ayahnya yang tertawa lepas, sebuah pemandangan yang di kehidupan sebelumnya mustahil terjadi. Thanzi yang malah melamun membuat Yu-ze yang melihat itu menyenggol bahu Thanzi. "Hei, Thanzi! Dari tadi kulihat kau melamun saja. Apa kau sedang memikirkan seorang gadis?" goda Yu-ze sambil terbahak, kalau orang luar melihatnya mereka pasti tidak akan percaya kalau itu adalah putra Jendral Ling yang terkenal dingin. Qing-lan ikut menimpali sambil menyesap tehnya. "Atau mungkin dia sedang memikirkan bagaimana caranya agar bisa tidur lebih lama lagi besok pagi? Adik kita ini kan juara dunia dalam hal bermalas-malasan." Thanzi hanya tersenyum tipis, matanya menatap kedua kakaknya, sebuah pikiran terlintas sehingga dia menatap kedua kakaknya itu dengan tatapan yang sulit diartikan. "Aku hanya sedang be
Last Updated: 2026-03-14