author-banner
Soolene
Soolene
Author

Novel-novel oleh Soolene

Tuan Duke, Yang Kuinginkan Hanya Putriku, Bukan Dirimu!

Tuan Duke, Yang Kuinginkan Hanya Putriku, Bukan Dirimu!

Dunia terasa runtuh setelah Adelaide Astheria melihat putri kecilnya mati dengan cara sadis. Bahkan dirinya juga ikut mati terbunuh di tangan selir kesayangan suaminya. Adelaide memohon pada Tuhan agar diberikan satu kali lagi kesempatan hidup. Untuk menyelamatkan putri kecilnya, juga membalaskan dendam dan sakit hatinya pada sang suami dan selirnya. Tuhan mengabulkan doa Adelaide. Di kehidupan keduanya, Adelaide berhasil membesarkan putri kecilnya yang memiliki kecerdasan dan kejeniusan tingkat tinggi melebihi usia anak umur tiga tahun. Mereka bertekad akan menjadi pemenangnya. Membuat selir keji itu hancur berkeping-keping dan juga suaminya yang akan bertekuk lutut dan menangis penuh penyesalan.
Baca
Chapter: BAB 32. Menolak Penawaran Alexander Mentah-mentah
Ivony terlelap dalam pelukan Alexander. Saat pertemuan penting para strategis perang berkumpul, Ivony yang duduk di atas meja di depan Alexander—anak itu tiba-tiba turun ke pangkuan Alexander dan tidur memeluknya. Alexander tidak pernah melihat Ivony tidur. Terakhir kali ia melihatnya saat anak itu masih bayi. Kini, ia bisa melihat Ivony tertidur meringkuk dalam pelukannya yang hangat. "Anak Ayah." Alexander berbisik tak terdengar oleh siapapun. "Pertemuan selesai!" putus Alexander tiba-tiba setelah pembahasan selesai. Semua orang pun setuju dan mereka bersiap untuk keluar dari dalam ruangan itu. Alexander menggendong Ivony untuk diajak bersamanya. "Apa Tuan Putri akan ikut dengan Anda?" tanya Eros pada Alexander. "Tentu. Aku akan membawanya pulang bersamaku," jawab Alexander. Eros tersenyum. "Sebenarnya saya tapi penasaran, Bagaimana bisa Tuan Putri keluar malam-malam sendiri tanpa sepengetahuan siapapun." "Ibunya memang ceroboh dan bodoh," balas Alexander. Setelah mengatak
Terakhir Diperbarui: 2026-06-22
Chapter: BAB 31. Bukan Anak Biasa
"Tuan Duke, setelah saya berkoodinasi dengan Yang Mulia Raja, beliau meminta saya agar untuk meminta pendapat Anda terkait urusan strategi peperangan." Tuan Seron menunjukkan gulungan peta di tangannya. Dalam selembar kertas itu, ada banyak coretan, nama kawasan, serta banyak lagi tanda-tanda yang memiliki makna tertentu. "Banyak prajurit yang gugur di wilayah selatan. Daerah Elioster bisa jatuh ke tangan musuh dalam waktu dekat bila kita tidak waspada dan mempersiapkan kekuatan baru." Sir Andes pun ikut menjabarkan. Alexander meraih peta di hadapannya dan mempelajari ulang strategi peperangan yang telah dibentuk beberapa bulan lalu. "Kawasan selatan memiliki lokasi yang sangat panas, tidak heran bila banyak pasukan yang gugur karena haus dan kelaparan." Alexander berkata. "Benar, Yang Mulia. Di tenda darurat, pengobatan juga mulai menipis. Para ahli medis juga banyak yang pergi entah ke mana meninggalkan medan perang tanpa rasa tanggung jawab." Alexander memperhatikan Ivony yan
Terakhir Diperbarui: 2026-06-21
Chapter: BAB 30. Adelaide Tak Akan Kalah
Adelaide menutup pintu kamarnya dengan keras. Ia menyandarkan punggungnya pada pintu dan terdiam dengan rasa marah yang tersisa. Matanya memandang sayu telapak tangan kanannya yang ia gunakan untuk menampar para pelayan-pelayan tadi. Adelaide tidak menyangka ia akan berbuat sejauh ini. Padahal dirinya di kehidupan yang dulu hanya bisa menangis dan bersedih. Tetapi kali di kehidupan yang baru ini, Adelaide mengubah segalanya, termasuk ketegasan dalam dirinya. "Tidak, aku tidak melakukan kesalahan dengan menampar mereka." Suara lirih itu terucap dari bibir Adelaide. "Mereka pantas mendapatkannya." Adelaide mengusap wajahnya kasar. Lalu berjalan menuju ke arah ranjang dan duduk di sana. Adelaide menyadari sesuatu, bahwa sebagian kejadian masa lalu yang menyedihkan sudah ia halau di masa kini. Satu-satunya yang membuat Adelaide ingin berubah adalah demi melindungi Ivony. "Yang Mulia Duchess, bolehkah saya masuk!" Suara keras Pelayan Mica terdengar. Adelaide menoleh ke arah pintu k
Terakhir Diperbarui: 2026-06-21
Chapter: BAB 29. Hukuman Dari Adelaide yang Mengerikan
Phak! Phak! Nyaring suara tamparan mendarat di pipi kelima pelayan yang sudah berani menghina dan memaki Ivony secara terang-terangan. Para pelayan itu langsung bersimpuh di hadapan Adelaide sambil memegang pipinya yang panas akibat tamparan keras dari tangan Adelaide. "Berani kalian menghina putriku seperti itu, huh?" ucapan Adelaide bercampur kemarahan. "Kalian adalah pelayan di rumah ini. Kalian tidak ditugaskan untuk mencaci maki putriku!" Tangan Adelaide sampai gemetar. Nyalang pandangan matanya seperti singa betina liar yang mengamuk. "Tidak sekali dua kali kalian menghina Ivony tapi aku diam. Kalian selalu mengatakan anakku menjijikkan, anakku adalah kutukan, lalu apa lagi?!" bentak Adelaide pada para pelayan-pelayan yang bungkam tidak berani membalasnya. Tak satupun pelayan berani membuka mulut. Semuanya diam, bungkam. Tiba-tiba salah satu dari mereka mendekati Adelaide dan mencekal kakinya. "Nyonya Duchess, maafkan kami. Kami tidak akan lagi-lagi mengatakan hal seper
Terakhir Diperbarui: 2026-06-20
Chapter: BAB 28. Ivony Kesayanganku
Alexander meninggalkan tempat pelatihan ksatria setelah ditolak mentah-mentah oleh putrinya. Para ksatria yang berada bersama Ivony hanya bisa bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi pada ayah dan dan anak itu. "Tuan Putri, tidak seharusnya Anda bersikap seperti itu pada Tuan Duke," tutur Ksatria Armon. Pria berambut keriting hitam bertubuh gempal—menekuk lututnya di hadapan Ivony. "Mengapa tidak boleh, Paman? Tuan Duke bersikap seperti itu pada Ibu," jawabnya. "Apakah Ibu Tuan Putri yang meminta Tuan Putri untuk melakukan ini?" Salah satu ksatria bertanya. Ivony menggeleng sambil menggenggam batang ketapel miliknya. "Tidak. Ini kemauan Ivony sendiri." Anak itu tertunduk sedih. "Tuan Duke tidak pernah perhatian pada Ibu. Sekalinya Tuan Duke perhatian pada Ivony, Lady Serafina terlihat tidak suka. Sebenarnya, apakah Paman tahu, siapa Lady Serafina itu? Kenapa terlihat sangat berharga untuk Tuan Duke?" Ketiga ksatria di samping Ivony kini saling tatap. Mereka tampak bingung m
Terakhir Diperbarui: 2026-06-20
Chapter: BAB 27. Kemampuan Ivony yang Luar Biasa
Setelah menemui Adelaide, Alexander menuju ke tempat pelatihan ksatria. Di sana ia menemukan anaknya yang sedang berlatih dengan para ksatria. Ivony menyadari kedatangannya dan anak itu langsung menoleh dan tatakan tajam pada sang ayah. "Sejak kapan Tuan Duke berdiri di situ?" Ivony tidak ada senyawa ataupun tatapan yang bernyawa padanya seperti kemarin. "Ayah hanya ingin menyapa pada ksatria saja," jawab Alexander, dia berbohong. Pria itu mendekat. "Kenapa kau memanggilku Tuan Duke lagi?" tanyanya. "Tidak apa-apa, setelah dipikir-pikir panggilan itu lebih pantas," jawab Ivony. Pria itu menghampiri Ivony Dan kini ia berdiri di sampingnya. Padahal Ivony beberapa detik yang lalu masih asik bermain dengan para ksatria. Alexander menatap sebuah ketapel yang berada di tangan Ivony. Para ksatria di sana juga ikut saat ditata oleh Alexander, mereka langsung gugup. "Ayah lebih pantas, karena kau anakku." "Tapi Ivony tidak suka. Panggilan Ayah itu berguna hanya untuk seseorang yang pe
Terakhir Diperbarui: 2026-06-19
Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua

Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua

Aku hanya ingin membalas pengkhianatan suamiku yang pulang membawa wanita hamil dengan cara yang setara: menikah lagi dengan pria asing yang kusewa sebagai suami kedua. Kupikir itu hanya skandal kecil untuk melukai harga dirinya. Tapi yang tak pernah kuduga, pria yang kini berbagi ranjang denganku ternyata adalah…
Baca
Chapter: BAB 166. MALAM PENUH KERINDUAN
"Kenapa belum tidur juga? Apa kau belum mengantuk, Isabel?" Aldrich memeluk tubuh Isabella dari belakang saat istrinya berbaring menatap jendela kamar yang belum ditutup. Terasa wajah Aldrich yang tenggelam dalam ceruk leher Isabella, rengkuhan tangannya yang kekar melilit perut Isabella dengan posesif. "Aku belum mengantuk," jawab Isabella mengulurkan tangannya ke belakang mengusap kepala Aldrich. "Tidurlah, ini sudah malam," bisik Aldrich. Isabella membalikkan badannya menatap Aldrich yang diam menatapnya juga tanpa berkedip. Isabella menangkup kedua pipinya lalu mengecup singkat bibir pria itu. "Terima kasih sudah mengizinkanku tinggal di rumah Nenek walaupun hanya beberapa hari saja," ujar Isabella pada sang suami. "Hem. Sama-sama Sayang." Aldrich menatapnya dalam dan hangat. Dalam tatapan matanya seperti ada kerinduan yang dalam dan begitu jauh yang tidak bisa diungkapkan dari kata-kata. Selama hampir satu bulan pasca Isabella keguguran, Aldrich tidak pernah menyentuhnya
Terakhir Diperbarui: 2026-06-21
Chapter: BAB 165. MENGINAP LEBIH DARI SATU MALAM
Ini baru pertama kalinya Isabella menginap di kediaman Nenek Aldrich. Suasana di tempat itu, sunyi dan terasa jauh lebih tenang saat malam hari.Di ruang makan hanya ada Ratu Meleka bersama Aldrich dan Isabella. Menu makan malam kali ini lebih banyak dari biasanya. Ratu Meleka diam-diam juga peduli pada kesehatan Isabella dan memilih untuk memasak makanan kesukaan cucu menantunya. "Makan yang banyak, Isabella. Tidak usah sungkan-sungkan." Ratu Meleka sejak tadi memperhatikannya. "Iya, Nek." Isabella tampak menikmati menu makan malam yang disajikan. Baru kali ini ia memakan olahan daging rusa yang diasap, dagingnya lembut, gurih.Aldrich ikut memperhatikan istrinya tersebut. Isabella makan lebih banyak dari biasanya, dibandingkan saat ia berada di rumah—Isabella lebih lahap makan saat berada di sini. "Apakah di istana tidak pernah memasak daging rusa, Aldrich?" tanya Ratu Meleka pada cucunya. "Tentu saja pernah, Nek." Aldrich menjawab. "Tapi sepertinya koki di tempat Nenek memang
Terakhir Diperbarui: 2026-06-20
Chapter: BAB 164. SANG PELINDUNG YANG SESUNGGUHNYA ADALAH SUAMIKU
Isabella dan Aldrich tiba di kediaman Ratu Meleka—Nenek Aldrich. Setelah kabar simpang siur tentang Isabella hampir menyebar, sebagai keluarga utama kerajaan Helenster, Ratu Meleka pun mengetahuinya.Wanita yang sudah tua itu awalnya sangat menyayangi Isabella. Namun setelah kabar beredar, Isabella tidak tahu bagaimana sikap Ratu Meleka, apakah masih sama, atau akan berubah sebaliknya. Saat Isabella dan Aldrich turun dari kereta kuda, lalu mereka disambut oleh pelayan utama di rumah itu. Mereka dipersilakan masuk. "Ternyata kalian." Ratu Meleka menyapa Aldrich dan Isabella. Cucu dan cucu menantunya pun memberi hormat padanya. Ratu Meleka memperhatikan Isabella dengan mata datar. "Masih punya wajah untuk keluar, Isabella?" tanyanya. Isabella mengangkat pandang pada wanita tua yang duduk di depannya. Isabella kembali tertunduk. "Kau menampar seseorang di pesta di depan semua orang, itu bukan perbuatan yang pantas dilakukan oleh seorang keluarga kerajaan!" omel Ratu Meleka pada Isa
Terakhir Diperbarui: 2026-06-18
Chapter: BAB 163. MAAFKAN AKU, ALDRICH
Satu minggu kemudian,Isabella menikmati sarapannya tanpa nikmat. Sejak lima menit di meja makan, hanya dua potong daging yang masuk ke dalam mulutnya. Pikirannya saling beradu. Di hadapannya, Aldrich menatap istrinya yang masih tidak selera makan. "Hari ini aku punya banyak waktu luang. Apa kau ingin jalan-jalan, Sayang?" Aldrich menatap Isabella. Isabella meletakkan sendok dan garpunya. Membalas tatapan Aldrich tanpa riak di sepasang matanya. "Aku dengar dari Marmara, kau juga menolak untuk lanjut berobat." Aldrich kembali berkata. "Tetapi, Marmara bilang sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, Sayang." "Em." Isabella hanya bergumam. Sendok dan garpu yang dia pegang pun diletakkan di atas piring. Isabella menatap Aldrich yang kini memandangnya. "Aku ingin pergi ke rumah Nenek," ujar Isabella sambil tertunduk. "Kalau begitu kita pergi bersama." Aldrich memutuskan. "Aku bisa ke sana sendiri, Al." Baru pertama kali ini sabella menolak penawaran Aldrich. Pria itu lantas
Terakhir Diperbarui: 2026-06-17
Chapter: BAB 162. SEHARUSNYA KAU SUDAH TAHU
Empat jam Aldrich menenangkan Isabella sampai istrinya tertidur. Aldrich membaringkan Isabella di atas ranjang dan menyelimuti tubuhnya dengan hangat. Aldrich menatap wajah Isabella, mengusapnya lembut. Hatinya perih saat mendengar ungkapan Isabella. Wanita itu terus bertanya di mana letak kesalahannya untuk hidup saja ia tidak pernah ada benarnya di manapun ia berada. Aldrich mengecup kening Isabella dengan mesra, sebelum Aldrich memilih untuk meninggalkan kamar dan berjalan ke lantai satu. "Pangeran." Sein menatap Aldrich yang berjalan ke arahnya. Sein menyerahkan tiga surat kabar padanya. "Baru dicetak, tiga jam yang lalu. Sumber pencetakannya tidak jelas. Disebarkan secara acak tanpa penawaran." Aldrich membaca berita yang ditulis di surat kabar itu dengan teliti. 'Berita Helenster terkini. Grand Duchess Isabella, sengaja menggugurkan kandungannya. Kabarnya, sebelum menikah dengan Grand Duke, beliau dikabarkan pernah keguguran dua kali dan rumornya keguguran itu murni disen
Terakhir Diperbarui: 2026-06-15
Chapter: BAB 161. AMARAH YANG MELEDAK-LEDAK
Isabella bersembunyi di taman, di balik semak-semak tanaman bunga mawar. Ia menangis memegangi dadanya yang terasa penuh dan sesak. Isak tangisnya bisa saja terdengar oleh orang-orang di sekitar sana. Ia duduk di atas rumput karena kakinya tersandung hingga ia terjatuh di sana. "Padahal aku menganggapmu berbeda dari semua orang yang ada di dalam hidupku, Aldrich..." Isabella menutup mulutnya. "Mengapa, kau justru bertanya apa yang sudah aku lakukan pada Viviene seolah-olah kau begitu khawatir pada gadis bermulut jahat itu! Mengapa?" Isabella menangis memukul tanah dengan kepalan tangannya. Baru kali ini Isabella tidak bisa mengontrol emosinya. Ia baru saja keguguran, kehilangan sosok anak yang sangat ia nantikan kehadirannya untuk Aldrich. Tapi saat mendengar pertanyaan Aldrich padanya tadi, Isabella bisa sangat marah dan kecewa. "Isabell..." Lembut suara itu memanggil Isabella. Suara itu bukanlah suara Aldrich, melainkan Ratu Lovita yang kini berdiri di hadapannya.Isabella dia
Terakhir Diperbarui: 2026-06-13
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status