author-banner
Soolene
Soolene
Author

Novels by Soolene

Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua

Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua

Aku hanya ingin membalas pengkhianatan suamiku yang pulang membawa wanita hamil dengan cara yang setara: menikah lagi dengan pria asing yang kusewa sebagai suami kedua. Kupikir itu hanya skandal kecil untuk melukai harga dirinya. Tapi yang tak pernah kuduga, pria yang kini berbagi ranjang denganku ternyata adalah…
Read
Chapter: 72. SEMAKIN BANYAK RAHASIA TENTANG ALDRICH
Isabella tidak jadi malam malam dengan Capaian dan Natalie. Ia langsung bergegas pulang setelah mendapati menu yang disajikan oleh Natalie adalah makanan-makanan yang dilarang untuk Isabella yang sedang sakit. Sebagai gantinya, Isabella hanya diam di rumah menunggu Aldrich pulang. Ternyata sampai malam pria itu tidak kunjung kembali. "Pantas saja Aldrich tadi tergesa-gesa, ternyata sampai malam pun dia belum kembali." Isabella diam seorang diri dan ruang tamu. Tak lama kemudian, pintu rumah pun terbuka, seseorang yang Isabella tunggu kini telah berdiri di depan pintu menatapnya. Dengan wajah yang sedikit lelah, pria itu masih bisa-bisanya tersenyum pada Isabella. "Kenapa pulang terlalu malam sekali hari ini?" tanya Isabella, ia langsung berdiri dan berjalan menghampirinya. "Ada urusan penting dan sangat-sangat penting, Sayang. Maaf membuatmu menunggu," Aldrich merangkul pundak Isabella. "Tentang pekerjaan kah?" Isabella mengangkat wajahnya menatap pria itu. Aldrich mengangguk
Last Updated: 2026-04-28
Chapter: 71. UCAPAN ISABELLA TERLALU JUJUR
"Aku senang akhirnya kau sudah pulang, Isabella." Caspian berjalan mendekati Isabella yang berdiri pada undakan anak tangga paling bawah. Sudut bibir Caspian terangkat. Pria itu mengulurkan tangannya pada Isabella dan tersenyum manis. Isabella terdiam menatapnya datar tanpa ada ekspresi yang terkias di wajahnya. "...ayo." Caspian mengulurkan tangannya. Untuk pertama setelah sekian lama Isabella menerima uluran tangan Caspian. Wanita itu berjalan menuruni satu anak tangga sebelum Caspian tersenyum padanya. Isabella meliriknya sinis saat air muka Caspian berbeda dari biasanya. 'Kenapa dia bertingkah sok baik seperti ini? Apalagi yang diinginkan oleh si brengsek ini?' Isabella bertanya di dalam hatinya. Isabella menarik tangannya dari genggaman tangan Caspian. Wanita bergaun Lilac itu memandangnya dengan datar. "Apa yang sebenarnya kau inginkan?" Tanpa basa-basi Isabella langsung bertanya maksud Caspian. "Apa?" Caspian menaikkan kedua alisnya. "Aku hanya senang kau sudah kemba
Last Updated: 2026-04-27
Chapter: 70. SEORANG PUTRA RAJA
"Baginda raja meminta Anda untuk pulang, Tuan Aldrich." Suasana hati Aldrich kacau seketika mendengar kata-kata Sein. Tangan kanannya itu meletakkan beberapa lembar surat dari Helenster untuk Aldrich yang sama sekali tidak Aldrich sentuh meskipun Sein sudah mengabarkan padanya bahwa banyak surat yang dikirimkan padanya. "Apa lagi yang Ayah inginkan?" Aldrich berdecak lidah. "Anda tahu kan kalau Ayah Anda sedang sakit. Jadi, mungkin karena itu beliau meminta Anda kembali segera ke Helenster," kata Sein melirik Aldrich yang terlihat gulana. "Sedikitnya... saya juga takut kalau Ayah Anda tahu, bila Anda di sini menjadi simpanan seorang wanita bangsawan, Tuan." "Tidak akan ada yang tahu kalau mulutmu bisa kau kunci, Sein!" Aldrich menyahutinya dengan sarkas. Sein merapatkan bibitnya dan diam tidak menanggapi lagi. Aldrich membaca banyak surat yang dikirim oleh Ayahnya itu. Pria itu menyugar rambutnya dan diam di sofa di dalam bangunan megah di pinggiran kawasan pegunungan Utara Sala
Last Updated: 2026-04-27
Chapter: 69. APA YANG TERJADI DENGAN ALDRICH?
"Saya mendengar dengan kedua telinga saya sendiri bahwa Lady Natalie mengatakan dia yang menukar obat milik Nyonya Marchioness. Bahkan dia tertawa dengan bangganya, Tuan Aldrich!" Mrs. Dysen menjelaskan dengan sejujur-jujurnya pada Aldrich terkait apa yang kemarin dia lihat dan dia dengar. Meskipun respon Aldrich seperti yang tidak dia harapkan ... tapi Aldrich terlihat serius menggapainya. Diamnya Aldrich bisa berarti bahwa dia juga bergerak dalam diam. Mrs. Dysen bisa mengetahui karakteristik sosok Aldrich yang tidak biasa, bahkan tidak seperti pria biasa pada umumnya. "Sudah kuduga," jawab Aldrich setelah lama diam. "A-apa Anda sudah tahu lebih dulu, Tuan?" Mrs. Dysen melebarkan matanya. "Tidak, Mrs. Dysen... tapi dokter mengatakan bahwa obat yang diminum oleh Isabella adalah obat palsu, dan obat itu memiliki kandungan yang sangat keras. Antara obat dan botolnya, berbeda." "Itu karena wanita Lady Natalie itu yang menukarnya, Tuan Aldrich." Mrs. Dysen terlihat sangat panik.Al
Last Updated: 2026-04-26
Chapter: 68. WANITA BERMUKA DUA
Isabella berdiri di balik payung hitam lebar yang Aldrich pegang. Beberapa detik yang lalu Isabella keluar dari dalam mobil, ia menatap sedih dan muak ke arah kediaman Marquess Roswell. Jemari kedua tangannya yang ramping di dalam balutan sarung tangan berbahan Velvet itu kini meremas rok gaun oranye yang dia pakai. Pandangan mata Isabella jauh menerawang penuh kesedihan yang ia pendam sendiri. 'Seandainya Ayah dan Ibu tidak meninggal, mungkin aku juga akan menjadi pion catur yang bisa diatur-atur oleh Kakek. Mungkin aku juga akan terbebas dari pernikahan yang tidak aku inginkan ini, bahkan aku juga tidak perlu mengotori namaku sampai-sampai semua orang mengolokku seperti wanita yang tak punya harga diri.' Isabella terdiam cukup lama menatap kosong ke ara rumah di halaman belakang kediaman Marquess Roswell. Aldrich yang berdiri di sampingnya memperhatikan arah yang dipandang oleh Isabella. "Ayo masuk." Aldrich merangkul pundaknya. Lamunan Isabella buyar. Wanita itu mendongak me
Last Updated: 2026-04-26
Chapter: 67. REBUT AKU DARI CASPIAN ROSWELL
"Apa yang dilakukan kakekmu sampai kau ketakutan seperti ini? Dia menamparmu?" Wajah Aldrich berubah tajam bersungut. Alisnya yang tebal menukik tinggi siap marah pada siapapun. Ekspresi itu menggelikan bagi Isabella. Namun Isabella tidak memprovokasi kekesalan Aldrich, ia justru tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Tidak kok, Kakek tidak marah. Dia hanya berkata padaku untuk tidak menceraikan Caspian." "Lalu ancaman apa yang dia berikan padamu?" tegasnya. Pria itu berdiri tegap bersedekap di depan Isabella. Persis seperti seorang ayah yang sedang mengintrogasi anaknya yang nakal dan baru membuat kesalahan. Isabella menelan ludah melihat ekspresi Aldrich. Dia benar-benar terlihat marah, sampai Isabella bingung harus menjawab apa. Bila ia jujur, Aldrich pasti bertambah marah. "Hanya itu saja, Aldrich. Sudahlah, jangan dibahas." Isabella mengulurkan tangannya pada Aldrich. Pria tinggi besar itu mendekatinya, meraih tangan Isabella dan duduk di depannya. "Kalau ada seseorang
Last Updated: 2026-04-25
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status