author-banner
Soolene
Soolene
Author

Nobela ni Soolene

Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua

Suamiku Menikah Lagi, Aku Ingin Suami Kedua

Aku hanya ingin membalas pengkhianatan suamiku yang pulang membawa wanita hamil dengan cara yang setara: menikah lagi dengan pria asing yang kusewa sebagai suami kedua. Kupikir itu hanya skandal kecil untuk melukai harga dirinya. Tapi yang tak pernah kuduga, pria yang kini berbagi ranjang denganku ternyata adalah…
Basahin
Chapter: BAB 162. SEHARUSNYA KAU SUDAH TAHU
Empat jam Aldrich menenangkan Isabella sampai istrinya tertidur. Aldrich membaringkan Isabella di atas ranjang dan menyelimuti tubuhnya dengan hangat. Aldrich menatap wajah Isabella, mengusapnya lembut. Hatinya perih saat mendengar ungkapan Isabella. Wanita itu terus bertanya di mana letak kesalahannya untuk hidup saja ia tidak pernah ada benarnya di manapun ia berada. Aldrich mengecup kening Isabella dengan mesra, sebelum Aldrich memilih untuk meninggalkan kamar dan berjalan ke lantai satu. "Pangeran." Sein menatap Aldrich yang berjalan ke arahnya. Sein menyerahkan tiga surat kabar padanya. "Baru dicetak, tiga jam yang lalu. Sumber pencetakannya tidak jelas. Disebarkan secara acak tanpa penawaran." Aldrich membaca berita yang ditulis di surat kabar itu dengan teliti. 'Berita Helenster terkini. Grand Duchess Isabella, sengaja menggugurkan kandungannya. Kabarnya, sebelum menikah dengan Grand Duke, beliau dikabarkan pernah keguguran dua kali dan rumornya keguguran itu murni disen
Huling Na-update: 2026-06-15
Chapter: BAB 161. AMARAH YANG MELEDAK-LEDAK
Isabella bersembunyi di taman, di balik semak-semak tanaman bunga mawar. Ia menangis memegangi dadanya yang terasa penuh dan sesak. Isak tangisnya bisa saja terdengar oleh orang-orang di sekitar sana. Ia duduk di atas rumput karena kakinya tersandung hingga ia terjatuh di sana. "Padahal aku menganggapmu berbeda dari semua orang yang ada di dalam hidupku, Aldrich..." Isabella menutup mulutnya. "Mengapa, kau justru bertanya apa yang sudah aku lakukan pada Viviene seolah-olah kau begitu khawatir pada gadis bermulut jahat itu! Mengapa?" Isabella menangis memukul tanah dengan kepalan tangannya. Baru kali ini Isabella tidak bisa mengontrol emosinya. Ia baru saja keguguran, kehilangan sosok anak yang sangat ia nantikan kehadirannya untuk Aldrich. Tapi saat mendengar pertanyaan Aldrich padanya tadi, Isabella bisa sangat marah dan kecewa. "Isabell..." Lembut suara itu memanggil Isabella. Suara itu bukanlah suara Aldrich, melainkan Ratu Lovita yang kini berdiri di hadapannya.Isabella dia
Huling Na-update: 2026-06-13
Chapter: BAB 160. MUNGKIN KAU SAMA SEPERTI MEREKA
Tamparan keras yang Isabella berikan pada Viviene berhasil menyita perhatian semua orang. Para bangsawan-bangsawan lain melotot ke arah Isabella. "Grand Duchess, apa yang Anda lakukan?!" teriak Lady Margareta, sahabat baik Viviene. Napas Isabella naik turun menatap Viviene yang diam memegangi pipinya yang kini memar memerah. Isabella tidak peduli dengan protes mereka semua. Ia pernah lebih gila daripada hal kecil seperti ini. "Anda adalah istri Grand Duke, menantu keluarga kerajaan, tapi sikap Anda menunjukkan bahwa Anda wanita yang sangat tidak terdidik!" Viscountess Joana berteriak di hadapan wajah Isabella. Isabella membalas sengak. "Aku hanya memberikan pelajaran untuk orang yang berbicara sembarangan tentangku, dan untuk orang yang selalu berusaha merebut suamiku!" Viviene tiba-tiba menangis dan memulai dramanya. "Kapan saya mengatakan hal itu? Saya hanya merasa tidak percaya bahwa Anda mengalami keguguran. Mengapa Anda menumpahkan emosi Anda pada saya?" "Grand Duchess, t
Huling Na-update: 2026-06-13
Chapter: BAB 159. TAMPARAN ISABELLA PADA VIVIENE
Surat dari Salatine masih terus berdatangan. Isabella padahal sudah meminta pada Aldrich agar mencari cara untuk tidak menerima surat-surat itu lagi. Akan tetapi hari ini yang dikirim adalah surat dengan sampul berwarna merah cerah. Berbeda dengan biasanya. Isabella penasaran, ia membuka isi surat itu. 'Kabarnya kau baru saja keguguran saat aku pulang, Isabella? Bagus. Itulah akibatnya kalau anak tidak tahu diri sepertimu terlalu belagak pada orang yang tua. Ingatlah baik-baik kalau kau di Salatine hanya ikut dengan keluarga suamimu, tanpa mereka ... kau tetap saja sampah! Aku merayakan keguguran bayimu atas keangkuhanmu.' Isabella meremas surat itu dan ia kembali duduk di sebuah sofa di dalam ruangan itu. Rasanya gini kesabarannya sudah benar-benar habis. "Kenapa Kakek tidak pernah membiarkan aku hidup tenang?" lirihnya. "Apa yang dia inginkan? Aku harus pergi ke mana lagi untuk menghindarinya?" Isabella menundukkan kepalanya dan mengusap keningnya. Kepalanya terasa pusing da
Huling Na-update: 2026-06-12
Chapter: BAB 158. USAHA YANG TIDAK MAIN-MAIN
"Sayang, kau marah padaku?" Aldrich mendekati istrinya yang duduk setengah berbaring di sebuah sofa di dalam ruang baca. Wanita itu diam, fokus pada buku ia baca. Aldrich sudah ketiga kalinya bertanya dan tidak ada jawaban yang Isabella berikan padanya. "Sayang..." Aldrich kembali memanggilnya. "Aku tidak marah," jawab Isabella. "Tolong jangan ganggu aku, Aldrich. Aku ingin membaca buku. Pergilah... bahas lagi proyekmu dengan Lady Viviene. " "Kau cemburu melihat aku dan Viviene berbincang?" tanya Aldrich menebak cepat."Tidak sama sekali. Aku langsung berhenti menyapamu bilang aku merasa cemburu," jawab Isabella. "Aku pergi karena memang keperluan Lady Viviane itu hanya denganmu, bukan denganku. Dia hanya mengucapkan bela sungkawa padaku, atas kematian anak kita, disertai dengan senyumannya yang tidak enak itu." Aldrich duduk di samping Isabella. Walaupun Isabella tidak mengaku secara gamblang, namun rasa kesal itu terlihat jelas di wajahnya. Hanya Aldrich yang bisa melihat kem
Huling Na-update: 2026-06-10
Chapter: BAB 157. SAHABAT SUAMIKU
Kabar kehamilan Isabella sempat tersebar luas di Helenster. Semua orang turut bahagia mendengarnya karena bayi itu adalah calon anak dari putra mahkota. Tapi, tak lama masyarakat juga diterpa kabar bahwa keluarga kerajaan kehilangan calon penerusnya. Kabar itu terdengar hingga telinga Vivienne—sahabat perempuan Aldrich itupun langsung datang ke kediaman Grand Duke pagi ini. "Saya ikut berduka atas meninggalnya anak Anda, Grand Duchess," ucap gadis berwajah tirus itu. Isabella tersenyum samar. Meskipun terucap dengan tulus dari bibir Viviene tetapi Isabella juga melihat raut wajah yang sedikit mengejek dari gadis itu. "Terima kasih atas kepedulianmu, Lady Viviene." Hanya itu yang diberikan oleh Isabella. "Masyarakat Helenster kemarin-kemarin sudah sangat senang sekali mendengar kabar bahwa anda hamil. Tapi sekarang kenyataan itu sangat menampar semua orang," imbuh gadis itu sambil mengusap dadanya. "Mungkin karena masyarakat berekspektasi terlalu tinggi, terlebih lagi itu adalah a
Huling Na-update: 2026-06-09
Tuan Duke, Yang Kuinginkan Hanya Putriku, Bukan Dirimu!

Tuan Duke, Yang Kuinginkan Hanya Putriku, Bukan Dirimu!

Dunia terasa runtuh setelah Adelaide Astheria melihat putri kecilnya mati dengan cara sadis. Bahkan dirinya juga ikut mati terbunuh di tangan selir kesayangan suaminya. Adelaide memohon pada Tuhan agar diberikan satu kali lagi kesempatan hidup. Untuk menyelamatkan putri kecilnya, juga membalaskan dendam dan sakit hatinya pada sang suami dan selirnya. Tuhan mengabulkan doa Adelaide. Di kehidupan keduanya, Adelaide berhasil membesarkan putri kecilnya yang memiliki kecerdasan dan kejeniusan tingkat tinggi melebihi usia anak umur tiga tahun. Mereka bertekad akan menjadi pemenangnya. Membuat selir keji itu hancur berkeping-keping dan juga suaminya yang akan bertekuk lutut dan menangis penuh penyesalan.
Basahin
Chapter: BAB 23. Tinggallah Bersama Ayah
Pusat kota mendadak heboh dengan kedatangan Alexander bersama Ivony di sebuah pusat perbelanjaan. Putri kecil yang tidak pernah terlihat bersama ayahnya kini cukup menggemparkan kota. Ivony berjalan lincah turun dari dalam kereta kuda. Jemari tangannya yang kecil menggenggam telunjuk Alexander dengan erat. "Woah! Tuan putri Ivony. Jarang sekali dia terlihat, sekarang sudah besar." "Cantik. Wajahnya begitu mirip Tuan Duke." "Kabarnya, beliau adalah anak yang hebat dan pintar." Alexander berhenti melangkah. Ia menatap para kerumunan orang-orang di sekitar kota yang memperhatikan Ivony, bukan dirinya. Semua mata tertuju pada Ivony kecil yang kini menyapa anak-anak seumurannya dengan wajah gembira. Alexander mengamati putri kecilnya. "Ivony," panggilnya pelan. "Ya, Ayah?" Ivony mendongak. Matanya yang bersinar seperti bintang cemerlang, menatap lekat Alexander. "Ayo masuk." Alexander mengajaknya kembali berjalan. Langkah kecilnya yang lucu. Kaki kecilnya terbungkus sepatu berwa
Huling Na-update: 2026-06-15
Chapter: BAB 22. Panggil Aku Ayah
Para tamu sudah pulang meninggalkan kastil Duke di Balford. Adelaide kembali berdua dengan Ivony di kastil utara. Adelaide merasa bangga atas kepintaran dan kecerdasan Ivony. Tidak sia-sia Adelaide mengajarkan pada putrinya untuk mempelajari tentang ilmu-ilmu kesehatan, dan juga pengobatan. Anaknya yang memiliki anugerah luar biasa, menjadi keistimewaan yang Adelaide manfaatkan. Dengan mengajarkannya hal-hal yang bisa menjadi penjagaan diri untuk Ivony. "Ibu, tadi bagaimana Ivony? Hebat, tidak?" tanya anak itu. Ivony yang berjalan di depan Adelaide menuju ke kamarnya menepuk pipi dengan raut. berbunga-bunga "Hebat sekali, Sayang. Anak Ibu memang sangat pintar." Adelaide tersenyum bangga. "Iya, Bu. Ayah tadi hampir memakan kue susnya. Haduh, akan menjadi masalah besar kalau sampai dimakan oleh Ayah!" seru anak itu memegangi kepalanya. Ocehan-ocehan lucu Ivony membuat Adelaide tersenyum. Di depan semua orang, putri kecilnya menunjukkan bakatnya yang tidak dimiliki oleh keba
Huling Na-update: 2026-06-14
Chapter: BAB 21. Pembuktian Ivony yang Mengejutkan
"Apa? Mengapa kau tiba-tiba menyuruhku memakannya kalau kau sendiri tahu kue ini beracun." Serafina menolak permintaan Ivony untuk memakan kue itu. Wajah Serafina menunjukkan sandiwara yang sangat handal. Tampak sabar dan perhatian seperti halnya dia menutupi bahwa sebenarnya dia adalah wanita yang berbahaya. Tapi, seberapa berbahaya Serafina—Ivony tetaplah musuh tersulit yang sesungguhnya. "Bukankah tadi kau mengatakan bahwa Ivony memfitnah para koki?" Adelaide menyahuti."Tapi tidak ada bukti bahwa kue ini beracun, Duchess!" Serafina menjawab. "Maka makanlah, Lady. Kalau kau memang yakin kue itu tidak beracun." Viscountess Julia membalas cepat. "Hem. Hanya sekadar pembuktian saja, anak kecil memang suka menakut-nakuti," imbuh Duchess Malika, tersenyum manis setelah menyeruput tehnya. Ivony masih menatap tegas dan tajam pada Serafina dengan raut datar. Sejujurnya Serafina sangat panik. Ia sendiri bisa mati kalau memakan kue itu. Serafina heran, bagaimana bisa Ivony mengetahui
Huling Na-update: 2026-06-13
Chapter: BAB 20. Kue yang Beracun Menguji Kecerdasan Ivony
Hari ini Adelaide mengadakan acara pertemuan dengan beberapa wanita-wanita bangsawan untuk membahas terkait kegiatan rutinan berupa amal dan juga kegiatan bakti sosial lainnya. Di kastil utama para tamu sudah berkumpul di dalam sebuah ruangan, wanita-wanita berkelas dan bergelar istri dari para bangsawan yang ada di sekitar kawasan Balford berkumpul memenuhi undangan Adelaide. Acara itu menjadi kesempatan untuk Serafina. Sejak semalam ia sudah menyusun rencana untuk mencelakai Ivony. Anak kecil yang menyita perhatian semua orang, termasuk Alexander."Bagaimana?" Serafina bertanya pada pelayan setianya yang kini berjalan ke arahnya. "Saya sudah melaksanakan perintah Anda My Lady," kata pelayan itu. "Saya meletakkannya pada hidangan penutup, kue sus kesukaan tuan putri." Serafina tersenyum smirk. Rencana yang sudah ia perhitungkan matang-matang sejak semalam rupanya berhasil. Racun yang diletakkan pelayannya tidak diketahui oleh siapapun. "Bagus, Sarra. Kalau begitu aku akan ke dep
Huling Na-update: 2026-06-13
Chapter: BAB 19. Ivony Dengan Segala Kehebatannya
"Akhirnya! Sampai di rumah bersama Ibu!" Ivony berlari masuk ke dalam kastil utara setelah terlepas dari pelukan ayahnya. Dugaan Adelaide benar, anaknya tidak tidur sejak tadi. Dia hanya berakting. Entah apa yang sedang dia rencanakan. "Ibu, Ivony mau memakai gaun tidur yang warna kuning, boleh?" tanya anak itu pada Adelaide yang melamun menatapnya. "Ibu." Ivony memanggilnya lagi. Lamunan Adelia bubar. "I-iya Sayang. Tentu saja boleh, biar Pelayan Mica yang membantu Ivony ya Sayang." "Emm." Anak itu mengangguk. Adelaide kembali ke kamarnya. Sedangkan Ivony sedang mengganti baju di kamarnya. Adelaide dilanda gelisah sejak melihat Alexander memeluk Ivony di kereta kuda. Mulanya, Alexander tidak menginginkan Ivony. Tapi setelah melihat kecerdikan Ivony yang bisa membuatnya bungkam, mungkin dari sana awal Alexander merasa tertarik pada putrinya. "Selamat malam, Tuan Putri datang... Tut, tut..." Adelaide menoleh ke arah pintu. Ivony berdiri di sana bersama Mica yang mengantarkann
Huling Na-update: 2026-06-12
Chapter: BAB 18. Keinginan Alexander
'Anak ini benar-benar ajaib. Dia adalah anakku, bukan hanya anak Adelaide.' Alexander bermonolog sambil melirik anak kecil perempuan yang duduk di sampingnya sambil memainkan boneka pemberian Ratu Chaterina.Mereka baru menyelesaikan acara makan malam dan sekarang dalam perjalanan pulang. Ivony duduk di samping Alexander, karena tempat duduk Adelaide penuh dengan hadiah-hadiah pemberian Ratu Chaterina untuk Ivony. "Hoamm..." Ivony menepuk-nepuk pelan mulutnya yang terbuka lebar saat ia menguap."Ivony mengantuk, Sayang? Kemarilah, duduk di samping Ibu." Adelaide mengulurkan tangannya.Ivony hendak beranjak, namun telapak tangan yang begitu besar terasa menahan pundaknya dan menarik anak itu menempel pada Alexander. "Biarkan dia duduk denganku." Alexander berkata dengan dingin."Tapi, kau bisa terganggu, nanti," ujar Adelaide berusaha merebut anaknya. Adelaide kira awalnya Ivony akan melawan. Namun justru anak itu menyandarkan kepalanya pada Alexander karena dia benar-benar mengant
Huling Na-update: 2026-06-11
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status