LOGINDunia terasa runtuh setelah Adelaide Astheria melihat putri kecilnya mati dengan cara sadis. Bahkan dirinya juga ikut mati terbunuh di tangan selir kesayangan suaminya. Adelaide memohon pada Tuhan agar diberikan satu kali lagi kesempatan hidup. Untuk menyelamatkan putri kecilnya, juga membalaskan dendam dan sakit hatinya pada sang suami dan selirnya. Tuhan mengabulkan doa Adelaide. Di kehidupan keduanya, Adelaide berhasil membesarkan putri kecilnya yang memiliki kecerdasan dan kejeniusan tingkat tinggi melebihi usia anak umur tiga tahun. Mereka bertekad akan menjadi pemenangnya. Membuat selir keji itu hancur berkeping-keping dan juga suaminya yang akan bertekuk lutut dan menangis penuh penyesalan.
View MoreIvony terlelap dalam pelukan Alexander. Saat pertemuan penting para strategis perang berkumpul, Ivony yang duduk di atas meja di depan Alexander—anak itu tiba-tiba turun ke pangkuan Alexander dan tidur memeluknya. Alexander tidak pernah melihat Ivony tidur. Terakhir kali ia melihatnya saat anak itu masih bayi. Kini, ia bisa melihat Ivony tertidur meringkuk dalam pelukannya yang hangat. "Anak Ayah." Alexander berbisik tak terdengar oleh siapapun. "Pertemuan selesai!" putus Alexander tiba-tiba setelah pembahasan selesai. Semua orang pun setuju dan mereka bersiap untuk keluar dari dalam ruangan itu. Alexander menggendong Ivony untuk diajak bersamanya. "Apa Tuan Putri akan ikut dengan Anda?" tanya Eros pada Alexander. "Tentu. Aku akan membawanya pulang bersamaku," jawab Alexander. Eros tersenyum. "Sebenarnya saya tapi penasaran, Bagaimana bisa Tuan Putri keluar malam-malam sendiri tanpa sepengetahuan siapapun." "Ibunya memang ceroboh dan bodoh," balas Alexander. Setelah mengatak
"Tuan Duke, setelah saya berkoodinasi dengan Yang Mulia Raja, beliau meminta saya agar untuk meminta pendapat Anda terkait urusan strategi peperangan." Tuan Seron menunjukkan gulungan peta di tangannya. Dalam selembar kertas itu, ada banyak coretan, nama kawasan, serta banyak lagi tanda-tanda yang memiliki makna tertentu. "Banyak prajurit yang gugur di wilayah selatan. Daerah Elioster bisa jatuh ke tangan musuh dalam waktu dekat bila kita tidak waspada dan mempersiapkan kekuatan baru." Sir Andes pun ikut menjabarkan. Alexander meraih peta di hadapannya dan mempelajari ulang strategi peperangan yang telah dibentuk beberapa bulan lalu. "Kawasan selatan memiliki lokasi yang sangat panas, tidak heran bila banyak pasukan yang gugur karena haus dan kelaparan." Alexander berkata. "Benar, Yang Mulia. Di tenda darurat, pengobatan juga mulai menipis. Para ahli medis juga banyak yang pergi entah ke mana meninggalkan medan perang tanpa rasa tanggung jawab." Alexander memperhatikan Ivony yan
Adelaide menutup pintu kamarnya dengan keras. Ia menyandarkan punggungnya pada pintu dan terdiam dengan rasa marah yang tersisa. Matanya memandang sayu telapak tangan kanannya yang ia gunakan untuk menampar para pelayan-pelayan tadi. Adelaide tidak menyangka ia akan berbuat sejauh ini. Padahal dirinya di kehidupan yang dulu hanya bisa menangis dan bersedih. Tetapi kali di kehidupan yang baru ini, Adelaide mengubah segalanya, termasuk ketegasan dalam dirinya. "Tidak, aku tidak melakukan kesalahan dengan menampar mereka." Suara lirih itu terucap dari bibir Adelaide. "Mereka pantas mendapatkannya." Adelaide mengusap wajahnya kasar. Lalu berjalan menuju ke arah ranjang dan duduk di sana. Adelaide menyadari sesuatu, bahwa sebagian kejadian masa lalu yang menyedihkan sudah ia halau di masa kini. Satu-satunya yang membuat Adelaide ingin berubah adalah demi melindungi Ivony. "Yang Mulia Duchess, bolehkah saya masuk!" Suara keras Pelayan Mica terdengar. Adelaide menoleh ke arah pintu k
Phak! Phak! Nyaring suara tamparan mendarat di pipi kelima pelayan yang sudah berani menghina dan memaki Ivony secara terang-terangan. Para pelayan itu langsung bersimpuh di hadapan Adelaide sambil memegang pipinya yang panas akibat tamparan keras dari tangan Adelaide. "Berani kalian menghina putriku seperti itu, huh?" ucapan Adelaide bercampur kemarahan. "Kalian adalah pelayan di rumah ini. Kalian tidak ditugaskan untuk mencaci maki putriku!" Tangan Adelaide sampai gemetar. Nyalang pandangan matanya seperti singa betina liar yang mengamuk. "Tidak sekali dua kali kalian menghina Ivony tapi aku diam. Kalian selalu mengatakan anakku menjijikkan, anakku adalah kutukan, lalu apa lagi?!" bentak Adelaide pada para pelayan-pelayan yang bungkam tidak berani membalasnya. Tak satupun pelayan berani membuka mulut. Semuanya diam, bungkam. Tiba-tiba salah satu dari mereka mendekati Adelaide dan mencekal kakinya. "Nyonya Duchess, maafkan kami. Kami tidak akan lagi-lagi mengatakan hal seper
Setelah pertengkarannya dengan Alexander tentang draf perjanjian pemisah sukarela yang hancur menjadi serpihan. Sejak saat itu, Adelaide tidak pernah menunjukkan dirinya lagi di kastil tengah. Bahkan saat acara makan pagi hingga malam, Adelaide tidak datang. Hari-harinya Adelaide habiskan bersama
Brak! Alexander menggebrak meja ek besar di hadapannya dengan amarah yang siap meledak-ledak. "Kau pikir kau siapa berani membuat keputusan sesuka hatimu, Adelaide?" bentak Alexander, suaranya menggelegar menghantam dinding kokoh ruangan itu. Adelaide tetap membisu. Kakinya tidak bergerak a
Satu Minggu Berlalu. “Kalian tahu? Tuan Duke bermalam di kamar Lady Serafina.” “Bukankah seharusnya kita tidak perlu kaget dengan hal itu?” “Benar. Setiap malam kan memang mereka sering menghabiskan waktu bersama.” “Kasihan sekali Duchess Adelaide, tidak dicintai oleh suaminya, dan diangga
Diam-diam Adelaide mendatangkan seseorang tanpa sepengatahuan Alexander. Pria itu pasti sudah sibuk bersama Serafina. Sir Vance—seorang advokat hukum kerajaan yang cukup kondang, pria itu datang ke kastil utara—tempat yang ditinggali oleh Duchess. Perbincangan empat mata terjadi di ruangan prib






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore