Chapter: BAB 07: Flashback Masa LaluKemudian Arga kecil menghampiri kedua orang tuanya, dia berlari ke arah Ibunya lalu memeluknya dengan erat. "Ibu, jangan sedih nanti Arga ikutan sedih.""Ibu gak sedih, Sayang. Arga kok belum bobo? Sudah malam ini, Arga bobo ya,""Arga haus, Ibu. Jadi Arga bangun, terus pas Arga mau ke dapur, Arga liat Ibu nangis dan Ayah mau tinggalin kita ya, Ibu?""Arga, mau kan ikut sama Ibu? Kita bobo lagi ya masih malam," Wulandari menggendong tubuh mungil Arga, kemudian melangkah menuju kamar Arga. "Ibu, Ayah mau ninggalin kita? Tante itu siapa," tanya Arga, lirih. "Ayah gak ninggalin kita, Sayang. Tante itu temannya Ayah, tapi Ibu mau ajak Arga jalan-jalan mau? Kita ke rumah nenek di Desa.""Mau, Ibu. Arga sudah kangen banget sama Nenek, kangen makan masakan nenek yang enak,"Keesokan harinya, Wulandari membawa Arga yang saat itu masih kecil kembali ke desa. Keduanya menjalani kehidupan yang sederhana namun bahagia. Setiap paginya Wulandari berjualan nasi uduk keliling di Desa untuk memenu
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-29
Chapter: BAB 06: Ibu, Arga Kangen."Iya, Bu. Ibu Melati juga sering ya belanja di sini?" tanya Arga. Rupanya wanita itu adalah Bu Melati, keduanya bertemu secara tidak sengaja di pasar. Setelah selesai belanja, Arga dan Bu Melati pun pulang bersama. "Iya, Arga. Saya tidak menyangka bisa bertemu kamu di pasar. Saya dengar dari para warga kamu pindah ya?" "Iya, Bu. Saya kemarin memang pindahan ke rumah kontrakan, dibantu juga sama Bu Yanti dan Bu Erlina," jawab Arga, mengangguk. "Sayang sekali saya tidak bisa ikut membantu kamu pindahan, pasti kalau ikut saya juga dimasakin kaya Bu Erlina dan Bu Yanti," ucap Bu Melati, terlihat jelas dari matanya seperti memberi kode lain. Arga terdiam, otaknya kembali mengingat adegan panas semalam. Betapa liarnya Bu Yanti dan Bu Erlina malam itu dibawah kungkungannya. "Kalau saya main ke rumah kontrakan kamu nanti malam boleh? Saya juga ingin mencicipi masakan kamu, atau mungkin kamu butuh sesuatu. Baru pindahan pasti masih butuh sesuatu kan." Bu Melati menatap ke arah Arga, terl
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-29
Chapter: BAB 05:Malam Yang IndahSelesai makan malam, Bu Yanti dan Bu Erlina pun hendak berpamitan untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Namun, belum sempat mengucapkan kata pamitan. Entah mengapa tiba-tiba saja tubuh mereka terasa panas, rasanya seperti ada sesuatu yang bergejolak panas. Bu Erlina dan Bu Yanti terlihat seperti cacing kepanasan, keringat mulai menjalar turun membasahi. "Panas, panas banget. Arga, tolong," ucap Bu Yanti, dia melangkah mendekat ke arah Arga. Kepalanya bersandar manja di dada bidang Arga. Sementara Arga, menggelengkan kepalanya berharap sesuatu yang tidak seharusnya dilihat adalah hanya sebuah halusinasi. Berbeda halnya dengan Bu Erlina, kancing bajunya itu beberapa sudah dia lepas. Memperlihatkan sedikit belahan dadanya yang tertutup oleh dalaman. "Bu, kalian jangan seperti ini. Ada apa sama kalian?" tanya Arga, dia berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Bu Yanti di tangannya. "Tolong, Arga. Panas, saya gak kuat lagi," ucap Bu Yanti, dia mulai bergerak. Bibirnya itu mulai
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-20
Chapter: BAB 04: Pindahan Dibantu Ibu-IbuArga pun akhirnya ditemani oleh kedua Ibu-ibu menuju tempat tinggal pemilik kontrakan, satu persatu tempat mereka kunjungi. "Permisi, Pak. Ini teman saya lagi cari kontrakan, tempat Pak Supri masih ada yang kosong kan?" tanya salah satu Ibu-ibu. "Oh iya masih, Bu Yanti. Mari ikuti saya, biar saya tunjukin tempat kontrakannya," jawab Pak Supri, dia berjalan terlebih dahulu. Arga dan kedua Ibu-ibu yang mengantarkannya mengikuti langkah Pak Supri, hingga berhenti tepat di sebuah rumah kontrakan sederhana. "Ini kontrakannya, silahkan di lihat-lihat dulu," ucap Pak Supri, dia membuka pintu kontrakannya yang terkunci. "Silahkan masuk."Arga melangkah masuk, dia melihat ke sekelilingnya. Tempatnya itu bisa dikatakan sederhana, bersih dan seluruh perabotan pun lengkap. Namun, sayangnya dapurnya begitu sempit. Bagi Arga yang seorang koki, dapur yang sangat sempit, sungguh tidak leluasa untuk memasak. "Ini dapurnya emang gini ya, Pak? Dekat banget sama jarak ke pintu kamar mandi, terus ju
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-20
Chapter: BAB 03: Cari KontrakanArga kini terus berjalan hingga tiba ke rumahnya, hatinya masih terasa perih setelah mendengar ucapan Nadira barusan. Setibanya di rumahnya, sudah ada Ibu tirinya yang berdiri di teras rumah dengan beberapa tas besar berisi barang-barang Arga yang tergeletak di tanah. "Bu, kenapa barang-barang ku ada di sini?" tanya Arga, dia terlihat kebingungan. "Pergi dari rumah saya malam ini juga! Saya dengar hari ini tadi siang para warga pada datang ke sini bukan. Bersama Nadira dan teman prianya itu, saya malu, Arga. Saya malu punya anak tiri sepertimu!" "Tapi ini sudah larut malam, Bu. Tolong biarkan aku tinggal di rumah ini lagi untuk semalam, besok aku janji akan keluar dari rumah ini setelah mendapatkan tempat tinggal baru," Arga mencium punggung tangan Ibu tirinya itu, memohon berharap diberikan kesempatan untuk tinggal semalam lagi di rumah itu. "Baik, tapi hanya malam ini saja. Pokoknya besok jam 10:00 pagi, ketika saya datang ke rumah ini. Kamu sudah harus pergi dari sini!" Ar
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-20
Chapter: BAB 02: Hinaan Sang Tunangan"Tolong rapikan pakaiannya, Bu. Bersikap biasa saja, saya ingin membukakan pintu untuk Pak kades." Bu Melati menuruti perkataan Arga, dia kembali merapikan pakaiannya. Sementara Arga dia berjalan menuju pintu lalu membukanya, ketika pintu sudah terbuka. Pak Suroso langsung masuk begitu saja. "Di mana Bu Melati? Kamu ngapain saja dengan Bu Melati, kenapa dia berada di sini." "Saya tidak berbuat apapun dengan Bu Melati di sini, Pak Kades. Tadi Bu Melati sendiri yang datang, katanya ingin membantu saya membuat hidangan untuk acara di balai desa." Pak Suroso terlihat tidak percaya dengan perkataan Arga, kemudian dia berjalan menuju dapur untuk memeriksa. Setibanya di dapur, Pak Suroso menghela napas lega. Rupanya benar apa yang dikatakan oleh Arga, Bu Melati memang sedang membantunya untuk menyiapkan hidangan. "Lho, Pak Kades. Ada apa, Pak?" tanya Bu Melati, sembari dia meracik soto dan membungkusnya satu persatu. "Tidak apa-apa, Bu. Boleh saya bantu?" jawab Pak Kades, sekaligus
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-07-20