author-banner
Eva Gewinnt
Author

Novel-novel oleh Eva Gewinnt

TEBUSAN CINTA : Ketika Ancaman Menyatukan Dua Masa Lalu

TEBUSAN CINTA : Ketika Ancaman Menyatukan Dua Masa Lalu

Surat ancaman yang datang tanpa nama membuat kehidupan Aurelia yang awalnya tentram menjadi penuh bayang-bayang ketakutan. Sang ayah yang merupakan seorang presiden tidak hanya tinggal diam melihat nyawa anaknya terancam. Namun, dari surat ancaman inilah justru membawa Aurelia mengingat akan masa lalu yang indah sekaligus menyakitkan yaitu pertamuannya dengan Raka Adhitia Pratama sang mantan kekasih yang kini menjadi pengawal pribadinya. Di tengah ancaman yang kian memanas perasaan lama justru bersemi kembali. Bersamaan dengan itu sebuah masa lalu kelam terungkap melalui teror tersebut.
Baca
Chapter: Tidak Mengubah Rencana
“T-tentu saja tidak, ayah,” ungkap wanita berambut sebahu itu.Lagi-lagi dia berbohong pada sang ayah. Tidak tahu kenapa semuanya itu seperti spontan dirinya lakukan. Namun, ada perasaan takut serta rasa bersalah yang menyelimutinya. Aurelia sangat berharap jika sang ayah tidak mengetahui kebohongannya itu.“Apa hari ini sedang senggang?” pertanyaan Aurelia untuk mengubah topic pembicaraan lagi.“Iya, lumayan senggang,” jawaban sang ayah membuat wanita berambut sebahu itu berfikir keras untuk membahas apa lagi karena dirinya tidak mau sang ayah mengetahui kebohongannya itu.“Bagaimana kalau kita bermain catur?” ajak Aurelia.Tiba-tiba saja ide tersebut muncul disaat yang mendesak. Dahulu dirinya dan sang ayah kerap bermain catur bersama. Itu memanglah permainan kesukaan mereka. Namun, ketika sang ayah sudah sibuk dengan berbagai tugas politiknya mereka jarang memainkan itu.“Sepertinya tidak bisa,” penolakan sang ayah membuat Aurelia cukup kaget.“Mengapa, ayah? Bukankah ayah bilang s
Terakhir Diperbarui: 2026-04-14
Chapter: Sebuah Kebohongan
“Iya, banyak rumor mengenai bisnis gelapnya itu,” ungkapan sang ayah selaras dengan informasi yang diketahui oleh Aurelia.“Bisnis gelap? Maksudnya bagaimana, ayah?” tanyanya lagi seolah tidak mengerti yang dimaksud ayahnya.“Ya, bisnis gelap … sudah, sayang. Intinya kamu jangan pernah mencari tahu lagi tentang Irlan dan semua hal yang berhubungan dengannya, paham!” peringatan sang ayah membuat Aurelia menganggukan kepalanya.Dia tidak bisa mencari tahu lebih dalam lagi. Dirinya juga tidak tahu mengapa sang ayah tidak menjelaskan dengan detail tentang teman partainya itu. Mungkinkah ada sesuatu yang ingin ditutupi oleh sang ayah, jika memang ada apa itu?Dalam benaknya pun banyak pertanyaan yang belum bisa di jawab. Dia sangat menyesali jika pertemuannya dengan sang ayah tidak memberikan informasi lebih tentang Pak Irlan maupun tentang teror tersebut.“Selain surat itu, apakah ada teror lain lagi?&rd
Terakhir Diperbarui: 2026-04-13
Chapter: Obrolan Serius
“Teror itu tidak ada hubungannya dengan kecelakaan bus yang kamu alami,” jelas sang ayah. “kecelaannya hanya faktor kelalaian supir, tidak seperti yang diduga bahwa ada sabotase bus tersebut,” tambahnya lagi.“Ayah mengucapkan ini menurut hasil penyelidikan?” tanya sang anak lebih dalam lagi.“Iya, kemarin ayah mendapatkan laporannya dari petugas kepolisian yang menangani kasus ini,” ujar sang ayah lagi meyakinkan.“Lalu bagaimana dengan supirnya sekarang? Apakah dia dijadikan tersangka?” tanya Aurelia mengenai seseorang yang mungkin ingin mencelakainya.“Iya, tapi karena keadaannya masih sangat lemah. Sidang putusannya akan berlanjut jika keadaannya sudah stabil,” ungkap ayahnya.Aurelia mengangguk, dirinya mengerti maksud ucapan sang ayah. Namun, ada bagian darinya yang masih tidak percaya dengan penyelidikan kasus kecelakaan itu. Dia meresa kecelakaan itu adalah bagian dar t
Terakhir Diperbarui: 2026-04-12
Chapter: Sang Penyelamat
“Ya, tentu saja tidaklah!” jelas Emma dengan nada tingginya.Aurelia langsung menolehkan pandangannya pada sang sahabat. Dia tidak menyangka sahabatnya itu menjawab pertanyaan Dio dengan lantang bahkan di depan Raka. Wanita berambut sebahu itu menarik napas untuk menenangkan dirinya yang kini sedang tidak baik-baik saja.“Benarkah?” timpal Dio seolah tidak percaya. “Tapi, memang Aksa pernah cerita kalau kamu belum move on dari mantan kamu yang di luar negeri itu, ya,” ungkapnya lagi.Aurelia yang mendengar hal tersebut langsung mematung. Dia lagi-lagi tidak menyangka jika Dio mengatakan hal itu. Emma yang sama kagetnya mendengar hal itu langsung melirikan pandangan pada Aurelia.Emma melihat sang sahabat diam saja. Dia pun langsung memutar otak untuk mengalihkan pembicaraan tersebut. Sedangkan ekspresi Raka juga sama kagetnya. Bukan hanya kaget, pria yang kini menjadi pengawal Aurelia itu juga terlihat bingung karena hal semacam itu diketahui oleh teman pria atasannya.“Tapi, Aksa sep
Terakhir Diperbarui: 2026-04-12
Chapter: Diluar Topik
“Maaf kami sedikit terlambat,” ucap Aurelia ketika bertatapan langsung dengan Dio.“Iya, tidak apa-apa. Silakan duduk,” timpal Dio. “Mau pesan dulu atau bagaimana?” tambahnya lagi seraya menyodorkan buku menu di café tersebut.“Tidak. Sepertinya kita langsung membicarakan intinya saja,” jelas Aurelia dengan cepat.“Baiklah. Apa yang bisa saya bantu?” tanya Dio langsung pada mode serius.Aurelia pun menjelaskan mengenai teror tersebut dengan detail kepada sang teman. Tidak lupa dia juga menceritakan tentang Mas Nabil yang merupakan sahabat dari pengendara supir bus itu yang mempunyai usaha bersama sang supir.Dia juga mengungkapkan keinginannya untuk menangkap orang dibalik teror tersebut. Tanggapan Dio tentu saja sesuai dengan ekspektasi Aurelia. Temannya itu sangat bisa membantu Aurelia dengan baik.Dio bahkan menjanjikan bahwa akan menangani kasus ini sendiri dan tidak diberikan pada anak buahnya. Mendengar hal itu Aurelia menjadi tenang. Dia berpikir bisa mempercayai sang teman unt
Terakhir Diperbarui: 2026-04-11
Chapter: Rasa Penasaran
“Mau apa?!” timpal Aurelia sedikit berteriak.“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan,” ungkapan sang pengawal membuat Aurelia penasaran.“Iya, masuk saja,” izin Aurelia.Raka pun masuk ke dalam kamar sang atasan. Dia lalu duduk di kursi sofa panjang sesuai perintah Aurelia. Wanita berambut sebahut itu menatap serius sang pengawal. Dia sangat yakin jika ada hal penting yang ingin dibicarakan oleh pengawalnya tersebut mengenai teror ini.“Maaf mengganggu waktu istirahatmu,” ucap Raka memulai percakapannya. “Tapi, ada sesuatu hal yang membuatku sangat penasaran,” ungkap sang pengawal lagi.“Bicaralah … apa yang ingin kamu tanyakan?” ujar Aurelia yang juga penasaran tentang sesuatu hal yang ingin Raka bahas.“Ini mengenai Pak Irlan,” ungkap Raka dengan bahasa yang canggung. “Apakah Pak Presiden sangat dekat dengan beliau?” pertanyaan Raka kini membuat sang atasan cukup bingung untuk menjawabnya.“Aku juga tidak tahu seberapa dekat ayah dengan Pak Irlan … tapi, mereka dulu memang satu parta
Terakhir Diperbarui: 2026-04-10
Anda juga akan menyukai
A Modern Fairytale
A Modern Fairytale
Romansa · Esteifa
48.4K Dibaca
Dark Obsession
Dark Obsession
Romansa · Shineamanda
48.4K Dibaca
Stupid Love With Crazy Bad Boy
Stupid Love With Crazy Bad Boy
Romansa · Fatimah Rohim
48.3K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status