Chapter: Sendiri ...“Sejak kapan Aurelia menderita anxiety?” pertanyaan Raka ketika sang dokter sudah meninggalkan kamar atasannya.“Sejak ibunya meninggal … setelah itu, dia sering seperti ini. Tapi, satu tahun belakangan ini keadaannya sudah sangat stabil,” jelas Emma seraya mengingat beberapa kejadian tentang itu.“Mungkin ini akibat ledakan itu,” dugaan Raka setelah mengingat pertama kali dirinya melihat sang atasan sesak napas di kebun binatang.“Aku juga satu pemikiran denganmu,” ujar Emma yang setuju dengan dugaan sang pengawal. “Sekarang dia harus berjuang melawan itu lagi,” tambahnya seraya duduk dan mengelus rambut sang sahabat.Raka yang melihat Emma sangat menyayangi Aurelia membuat dirinya merasa berterima kasih pada asisten atasannya itu. Sudah sangat lama dia tidak pernah melihat hubungan persahabatan yang setulus hubungan mereka.Saat semua perhatiaan tertuju pada Aurelia, tiba-tiba saja ponsel sang atasan berbunyi. Raka yang mendengar hal itu langsung mengambil ponselnya yang terletak di
Terakhir Diperbarui: 2026-05-20
Chapter: Trauma yang Berulang“Apa maksud kamu? Aku tidak mengerti,” jawaban Raka membuat Aurelia menatap tajam kearah sang pengawal.Raka seolah tidak peduli dengan tatapan mata Aurelia. Dia langsung melajukan mobilnya menembus banyaknya wartawan yang mengerumuni jalan. Dalam perjalanan mereka hanya terdiam.Tidak ada obrolan hangat seperti tadi, bahkan kejadian di kebun binatang siang ini seperti tidak ada artinya. Aurelia mengepalkan kedua tangannya seolah menahan rasa yang bergejolak dalam dirinya.“Kita langsung ke rumah saja, ya,” ujar Raka mengatakan tujuannya.Aurelia tidak menanggapi ucapan sang pengawal. Dia terus menatap jalan dengan pandangan kosong tetapi pikiran yang bercabang. Saat tiba di rumah Aurelia pun langsung membuka pintu mobil sebelum Raka turun.Wanita berambut sebahu itu berjalan menuju pintu rumah. Seperti biasa di sana sudah berdiri Mbok Ri yang siap menyambut mereka. Namun, kali ini Aurelia datang dengan wajah yang datar tanpa senyum sedikit pun.“Mbak, bagaimana keadaan Pak Presiden?”
Terakhir Diperbarui: 2026-05-14
Chapter: Mata-Mata“Aku tidak bisa janji,” ungkapan sang asisten membuat Aurelia mengerutkan keningnya.Wanita berambut sebahu itu mengeringai dengan tatapan yang tajam. Dia tidak percaya Emma mengatakan hal itu didepan dirinya. Lengannya dengan cepat langsung ditarik lagi lalu melipatkan kedua tangannya di depan dada.“Maksudku jika hal itu membahayakan kamu, aku tidak akan segan-segan untuk menghentikannya,” jelas Emma yang sudah mengira atasannya itu akan menjadi kesal karena ucapannya. “Aku harap kamu memahaminya,” sambungnya lagi.“Apapun alasanmu, aku anggap kamu mata-mata,” simpul Aurelia tanpa menatap kembali Emma.Aurelia lalu membangunkan tubuhnya. Dia berjalan meninggalkan Emma yang masih terduduk di kursi panjang itu. Langkanya begitu cepat menuju kamar inap sang ayah. Sesampainya di depan kamar, dia langsung membuka tanpa mengetuk terlebih dahulu.Saat itu pandangannya melihat sang ayah yang sedang terlelap tidur. Aurelia mendekati ranjang ayahnya dan duduk tepat di depan ranjang tersebut.
Terakhir Diperbarui: 2026-05-13
Chapter: Tembus Suara“Kamu sedang apa?” ucapan Emma yang langsung dihentikan oleh Aurelia.Wanita berambut sebahu itu langsung menutup mulut sang asisten menggunakan tangannya. Dia tidak ingin sang ayah tahu jika dirinya menguping pembicaraan sang ayah dan pengawalnya. Namun, Emma yang tidak mengerti langsung buru-buru melepaskan tangan sang atasan.“Diam,” sahut Aurelia tanpa suara seraya menunjuk ke arah pintu.Emma pun tertegun. Dia kemudian mendekatkan kupingnya pada pintu tersebut saat mengerti maksud sang atasan. Namun, saat mereka berdua senang asik mendengarkan percakapan tersebut tiba-tiba saja percakapan menjadi hening.Di saat itu Aurelia dan Emma pun saling bertatapan, mereka seperti memiliki pikiran yang sama. Akhirnya, mereka berdua pun dengan spontan langsung mengambil langkah untuk menjauh dari pintu ruangan sang presiden.“Aku takut sekali ketahuan,” gumam Emma dengan memegang dadanya.“Tenang saja, sepertinya kita tidak ketahuan,” dugaan Aurelia tentang tindakannya tadi.“Tapi, kenapa ka
Terakhir Diperbarui: 2026-05-12
Chapter: Pengakuan Sang Pengawal“Aku rasa ada penyusup di sekitar penjaga istana karena kejadian ini tiba-tiba terjadi tepat di hari ulang tahun Pak Presiden,” ucapnya dengan suara pelan.“Aku kira ada apa,” ujar Aurelia yang membuang pandangan seriusnya.“Loh, ini serius,” sahut Emma dengan wajah yang meyakinkan. “Menurut kamu siapa penyusup itu? Orang yang bisa keluar masuk istana tanpa di curigai,” ucapan sang asisten membuat Aurelia yakin pada satu orang yang dirinya lihat kala itu.“Sepertinya aku tahu orangnya,” jawaban Aurelia membuat sang asisten lebih mencondangkan badannya kearah sahabatnya.“Siapa? Siapa?” tanya Emma dengan rasa penasaran yang tinggi.“Pria bermasker,” ujar Aurelia tanpa ragu.Emma yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya. Pikirannya tertuju pada pria bermasker yang menjadi dalang kejadian gudang di rumah sang atasan. Aurelia seketika melihat ekspresi sang asisten seperti ragu dengan ucapannya itu.“Aku melihat dia masuk ke halaman istana dan bertemu dengan salah satu anggota ber
Terakhir Diperbarui: 2026-05-11
Chapter: Seperti Ada yang Salah ...“Kamu serius?” tanya Raka memastikan ucapan Aurelia.Wanita berambut sebahu itu mengangguk dengan pasti seolah dirinya sangat yakin degan dugaannya. Sang pengawal yang melihat keyakinan dalam tatapan atasannya membuat dirinya menanyakan lebih dalam tentang keyakinan sang atasan.“Bagaimana kamu bisa seyakin itu?” tanya Raka seraya meberjongkok untuk mendengarkan penjelasan Aurelia.“Jadi, saat aku ingin pergi dari istana dan sedang menunggu Dio, aku melihat seorang pria bermasker yang persis seperti di CCTV rumah,” ungkap Aurelia dengan nada pelan. “Aku sangat yakin itu dia, tapi saat itu …” ucapannya tiba-tiba berhenti.Sedetik kemudian pandangannya mengarah pada sang ayah yang belum sadarkan diri. Aurelia seolah mengecek keadaan sang ayah yang mungkin tidak boleh mendengar hal yang dirinya ucapkan.“Tapi apa?” tanya Raka yang penasaran dengan kelanjutan dari penjelasan sang atasan.Aurelia pun mendekatkan diri pada Raka. Dia membisikan sesuatu yang membuat ekspresi pengawalnya seper
Terakhir Diperbarui: 2026-05-09