Chapter: Tiga MilyarTaksi Loviana berhenti di pusat perbelanjaan besar dengan banyak brand mewah. Hanya para sultan yang bisa berbelanja di sana. Mulai dari tas mewah harga ratusan juta hingga perhiasan. Loviana teringat pada saat itu, ia tidak bisa mengikuti trend para artis kelas kakap yang memakai gelang bertema floral. Kini ia ingin mewujudkan keinginannya yang tertunda itu. Dengan langkah tegap, tatapan yang sedikit angkuh, dan senyum tipis sadis, ia memasuki toko perhiasan tersebut. "Permisi Nona, ada yang bisa saya bantu? Apakah Nona sedang mencari berlian yang baru saja launching dengan kilau tiga warna?"Wah, terdengar menarik. Namun, Loviana tetap dengan tujuan awalnya. "Saya ingin membeli gelang bertema floral yang saat itu sempat trending di kalangan artis, apakah masih ada?""Oh, sayang sekali Nona. Gelang itu sudah sold out satu bulan lalu. Karena memang gelang itu produksinya terbatas. Motif bunga-bunganya yang cantik sangat disukai para wanita.""Apakah aku bisa inden? Khusus untukku s
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-26
Chapter: Money"Sayang, aku akan antar kamu pulang dulu. Setelah itu aku ada pekerjaan di luar. Jadi, aku minta kamu baik-baik di rumah ya?" kata Nicko merayu istrinya. "Tidak mau. Aku tidak mau di rumah. Lebih baik aku pergi main atau ke salon, dari pada harus di rumah tanpa aktifitas apa pun!" Sayangnya Loviana menolak keras. "Emangnya aku ini orang tidak waras yang harus di kurung di rumah, hah?""Hm, ya sudah, kamu boleh ke salon. Tetapi kamu tidak boleh main dengan siapa pun selama tidak ada aku.""Huft. Benar-benar terkekang menjadi istrinya," gerutu Loviana dengan bibir mengurucut.Melihat istri kecilnya ngambek, Nicko sengaja menepikan mobilnya. "Oke, kamu boleh main. Tetapi harus tetap ada pengawal yang jagain kamu.""Tapi Om, aku ini bukan anak-anak. Aku sudah wisuda. Aku sudah punya pekerjaan. Aku sudah biasa hidup mandiri tanpa kedua orang tuaku di kota orang," elaknya.Nicko hanya tersenyum tipis. "Oke, kalau begitu kamu boleh main tanpa pengawal. Tapi kamu harus janji, jangan aneh-an
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-25
Chapter: Bintang Paling Bersinar"Om! Om, mau bawa aku ke mana!" Sepanjang perjalanan, di dalam mobil mewah itu, Loviana berteriak memberontak. Lelaki di sampingnya hanya diam tanpa kata, hingga mobil itu terhenti di sebuah gedung tinggi, megah dan mewah. Tanpa kata, Nicko turun dari mobil dan beralih membukakan pintu untuk sang istri kecilnya. "Mari Sayang, akan aku tunjukkan bahwa kamu pantas menjadi bintang paling bersinar. Seperti bintang Kejora." Meski Loviana menolak uluran tangan suaminya, ia bersedia turun dari mobil dan mengikuti langkah lebar Nicko. Pria gagah di depannya itu berjalan layaknya sang pemilik gedung. Orang-orang yang berpapasan dengannya tampak memberi salam dengan membungkukkan badan. Tak ada yang melewatkan sapaan terhadap Nicko. Mereka tersenyum lebar layaknya seorang pramugari. Sampailah langkah Nicko pada sebuah ruangan, yang berpintu emas menjulang tinggi. Nicko cukup menempelkan sidik jarinya, pintu megah itu seketika terbuka. "Ini seperti di drama, tetapi ini nyata," gumam Lov
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-24
Chapter: PemotretanLoviana segera di make over. Ia keluar dengan style metalica yang glamour dan tampak mahal. Blazer kulit hitam berkwalitas, rok, topi dan juga sepatu, yang merupakan satu set produk bermerk ternama. Semua yang dipakainya tampak bernilai tinggi. Nicko duduk memantau dari jauh, tatapan tak pernah lepas dari sosok gadis metalica di depan sana. Meski make up nya dominan hitam, tak membuat kecantikan Loviana sirna. Ia tetap cantik dengan dandanan seperti itu. Dubrakk Suara keras dari arah pintu membuat semua menoleh kaget. Rupanya Jerry, anak pengangguran yang tak lagi mendapat fasilitas lengkap dari papahnya. Braaak Jerry memukul pintu kedua kalinya. Sang manager dari brand tersebut menghampiri. "Anda siapa, berani-beraninya datang dan mengamuk?" tanyanya geram. "Kau lihat dia?" Jerry menunjuk Loviana. "Dia adalah pacarku," kata Jerry dengan tegas, lalu tertawa bangga. Langkahnya yang mendayung-dayung, membuat mereka paham bahwa Jerry tengah mabuk. Sehingga mereka menghalan
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-22
Chapter: Terlambat"Kalau kamu butuh ke salon, bilang saja. Biar aku ciptakan salon di rumah ini. Supaya kamu tidak perlu capek-capek keluar rumah," kata Nicko yang masih memijat kepala istrinya. "Tapi aku akan bosan di rumah jika semua tersedia di rumah," gerutu Loviana. "Hm, kamu boleh jalan-jalan ke mana pun kamu mau, Sayang. Asal aku yang temani." "Tapi aku juga butuh me time! Ada kalanya aku menikmati waktuku sendiri," elak Loviana yang merasa dirinya terkekang. "Boleh saja. Kamu boleh menikmati waktumu sendiri, aku akan berikan izin. Tetapi tetap saja, kamu akan dijaga oleh pengawal-pengawalku. Karena kamu sekarang merupakan seorang istri bos mafia. Jadi, keselamatanmu sangat dijaga, Sayang." "Tidak perlu. Aku bisa jaga diri sendiri. Toh cuman nongkrong di cafe bareng temen-temen aku. Tidak etis rasanya nongkrong tapi di jagain pengawal. Seolah-seolah kamu memata-matai apa yang aku lakukan di sana." Loviana membalikkan badan, merebut kondisioner yang dipegang suaminya. Ia bergegas membil
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-21
Chapter: Kondisioner"Mulutmu mungkin menyangkal, tetapi matamu berkata jujur," balas Nicko yang membuat Loviana membeku. Kunyahannya pun terhenti. Nicko duduk berhadapan dengannya. Garpu ditangan isyrinya, ia rebut. "Suapan terakhir." Loviana menurut tanpa protes. "Pintar, Gadis Kecilku." Kecupan kilat kembali mendarat di kening Loviana. "Setiap hari aku akan memasakkan sarapan untukmu. Kalau kamu mau request juga boleh, Sayang. Sebutkan saja kamu sedang ingin makan apa," kata Nicko sembari membereskan piring. Nicko terlihat lebih mempesona jika sedang memakai celemek untuk memasak makanan. Seketika aura bos mafianya hilang jika sedang melayani Loviana. Tanpa terasa senyum tipis terlukis di wajahnya. "Sayang, hari ini kamu ada jadwal ke mana?" "Em, aku, a-aku mau pemotretan, Om." Pertanyaan Nicko yang tiba-tiba sudah berada di hadapannya membuat khayalannya buyar. "Aku pergi mandi dulu. Dan Om please jangan ganggu aku mandi. Karena semalam Om sudah mengacaukannya." Nicko terkikik mendengar
Zuletzt aktualisiert: 2026-05-19