Kata-kata manis dalam hubungan itu seperti bumbu dalam masakan—tanpanya, hubungan terasa hambar, tapi kalau berlebihan juga jadi eneg. Aku pernah pacaran sama seseorang yang tiap hari bilang 'aku sayang kamu' sampai lima kali, tapi pas aku butuh temen ngobrol saat stres, dia malah sibuk main game. Lama-lama aku sadar, yang penting bukan seberapa sering dia ngomong manis, tapi apakah tindakannya sejalan dengan ucapannya. Kata-kata manis yang tulus itu muncul spontan, misal pas dia notice aku baru potong ramet trus bilang 'cantik banget hari ini', itu bikin senyum sendiri seharian.
Di lain sisi, ada temenku yang jarang banget ngasih pujian langsung, tapi setiap aku posting karya di medsos, dia selalu jadi yang pertama like dan komen support. Buatku, itu bentuk kata-kata manis versi digital. Intinya sih, manisnya hubungan itu harus seimbang antara verbal dan action, kayak kopi yang pas rasanya antara gula dan kopinya.