Chapter: BAB 98 — KETEMUEdelyn mempercepat langkahnya, berusaha menjaga jarak agar tidak menarik perhatian pria yang sedang diikutinya. Ia beberapa kali harus melewati orang-orang yang berjalan berlawanan arah. Bahu-bahu menyenggol lengannya, tetapi pandangannya tetap tertuju pada sosok berambut hitam di depannya.Rambut hitam legam dan cara berjalan pria itu semakin menguatkan keyakinannya.Dia Lucien.Dadanya menghangat dan mengencang sekaligus. Sudah lama sejak terakhir kali ia melihat pria itu, dan surat-surat yang makin jarang datang tidak pernah benar-benar menjawab ke mana Lucien pergi. Edelyn nyaris memanggil namanya. Bibirnya sudah terbuka, tetapi ia menelan suaranya kembali.Pria itu terus berjalan melewati beberapa bangunan hingga akhirnya berbelok ke sebuah jalan yang lebih sepi. Cahaya lentera di sini lebih jarang, dan bayangan mulai memanjang di dinding. Edelyn mengikutinya dengan hati-hati, menahan langkahnya agar tidak terdengar.Tidak lama kemudian, Lucien berhenti di dekat sebuah bangunan.
Last Updated: 2026-11-05
Chapter: BAB 97 — PISAU KECILEdelyn meletakkan cangkir tehnya setelah menyesap sedikit. Teh itu sudah setengah dingin, sama seperti harapannya malam ini. Ia menoleh pada pemilik kedai yang berdiri di sisi meja, mengelap tangan pada kain lusuh di pinggangnya."Sepertinya malam ini lebih ramai dari biasanya?""Tidak jauh berbeda, Yang Mulia." Suara pria itu merendah, sebagaimana yang ia lakukan setiap kali menyebut gelar itu di depan umum. "Menjelang gelap, selalu ada saja yang singgah. Musafir, pedagang, orang-orang yang tak betah tidur di kamarnya sendiri."Edelyn mengangguk tipis.Tiga hari terakhir, White Lily hampir menjadi rumah keduanya. Ia datang sore hari, kembali pagi berikutnya, lalu sore lagi, berharap waktu yang berbeda mempertemukannya dengan wajah yang berbeda. Malam ini kunjungan terakhir. Besok, kereta akan membawanya kembali ke ibu kota, dan Capelia hanya akan menjadi nama lain dalam daftar jalan buntu.Tiga hari, dan ia belum mendapat sehelai pun kabar tentang Burung Hijau.Ia sengaja datang sen
Last Updated: 2026-11-04
Chapter: BAB 96 — PETUNJUK BARUEdelyn membuka buku pertama yang dibelinya. Ia mulai membaca catatan mengenai berbagai tanaman herbal, memperhatikan ilustrasi dan keterangan yang tercantum di setiap halaman.Namun, baru beberapa halaman dibaca, pikirannya kembali teringat pada percakapannya dengan pemilik kios herbal.Tanaman yang sama bisa menjadi obat atau racun.Edelyn mengalihkan pandangan dari buku, lalu menatap beberapa bungkusan bahan herbal yang terletak di sisi meja. Ia kembali teringat penjelasan pria tua itu tentang tanaman yang memerlukan proses pengolahan khusus. Kesalahan dalam satu tahapan saja bisa mengubah khasiatnya dan justru membahayakan orang yang mengonsumsinya.Ia mencoba melanjutkan bacaan, tetapi pikirannya telanjur dipenuhi oleh kemungkinan baru.Selama ini, ia selalu berusaha mencari tahu jenis racun yang mungkin digunakan untuk membunuh ibunya. Ia membaca berbagai catatan tentang bahan berbahaya, mempelajari efeknya terhadap tubuh, dan mencari tahu bagaimana racun tersebut bisa diberikan
Last Updated: 2026-11-02
Chapter: BAB 95 — HERBARIUMEdelyn masih berdiri di depan meja kios. Jarinya tertahan di atas wadah berisi daun kering yang menggulung seperti cakar burung, tetapi pikirannya sudah jauh dari sana.Obat bisa menjadi racun. Hanya karena tangan yang keliru.Bertahun-tahun ia mengira dirinya sudah cukup tahu. Ia menghafal nama-nama racun, cara kerjanya, tanda-tanda yang ditinggalkannya pada tubuh korban, seolah musuh selalu datang membawa botol yang jelas-jelas berbahaya. Tidak sekali pun terlintas bahwa sesuatu yang dibuat untuk menyembuhkan bisa membunuh dengan diam-diam.Dadanya terasa menyempit. Apa lagi yang selama ini luput darinya?“Apakah ada buku yang mencatat semua ini?” Suaranya keluar lebih pelan dari yang ia maksudkan. Ia berdeham, lalu mengulang. “Tanaman-tanaman ini, kegunaannya, dan cara mengolahnya dengan benar. Seseorang pasti pernah menuliskannya.”Pemilik kios mengusap dagu. “Ada, tapi tidak di sini. Orang seperti saya belajar dari yang lebih tua, dari salah dan benar. Kami jarang menyentuh buku.
Last Updated: 2026-11-01
Chapter: BAB 94— RACUN ATAU OBATLucien.Rambut hitam legam itu muncul di antara kerumunan, hanya sekejap, lalu tertutup bahu-bahu orang yang berlalu-lalang. Edelyn menyelinap di antara dua pedagang yang sedang menawar, nyaris menabrak seorang anak yang membawa keranjang. Ia bergumam meminta maaf tanpa menoleh, matanya tak sekali pun lepas dari tempat pria itu tadi berdiri.Namun, ketika akhirnya ia tiba di sana, tempat itu sudah kosong.Edelyn berhenti. Napasnya memburu. Ia menoleh ke kanan, lalu ke kiri, mencari-cari di antara wajah yang asing. Beberapa kali ia melihat pria dengan pakaian serupa, dan setiap kali dadanya terangkat penuh harap, hanya untuk jatuh lagi saat wajah itu berbalik dan ternyata bukan siapa-siapa.Ke mana dia pergi?Ia kembali melangkah menyusuri jalan yang mungkin dituju Lucien.Pertanyaan-pertanyaan berdesakan di kepalanya, begitu banyak hingga ia tak tahu harus memulai dari yang mana. Apa yang dilakukan Lucien di Capelia, dan bukan di Zyro? Mengapa ia berpakaian seperti orang biasa, tanpa
Last Updated: 2026-10-31
Chapter: BAB 93 — KOTA PARA PENDATANGMatahari mulai turun ketika Edelyn meninggalkan penginapan tempat rombongan kerajaan bermalam. Ia berjalan bersama Riven dan Alena melewati jalan utama Capelia yang masih dipenuhi orang. Beberapa prajurit mengikuti dari jarak tertentu, sementara sisanya berjaga di sekitar penginapan.Sejak siang, Edelyn sudah beberapa kali memperhatikan kesibukan desa itu. Kereta kuda datang silih berganti, para pedagang menjajakan dagangan, dan pendatang baru sibuk mencari tempat untuk beristirahat.Setelah melewati beberapa kedai, mereka tiba di depan sebuah bangunan dengan papan nama berbentuk bunga lili putih yang tergantung di atas pintu.White Lily.Tempat yang disebutkan Tuan Grint, dan tujuan sebenarnya dari perjalanan ini.Edelyn mengamatinya sejenak. Bangunan itu cukup besar, dengan beberapa jendela lebar yang memperlihatkan kesibukan di dalam. Suara percakapan terdengar hingga ke luar, bercampur dengan aroma masakan dari dapur.Riven berhenti di sampingnya, sementara Alena mundur sedikit un
Last Updated: 2026-10-30