Karakter Rahim dalam 'Pewaris' memang sering memicu perdebatan di antara penonton. Awalnya, dia muncul sebagai sosok yang cukup netral, bahkan cenderung mendukung protagonis. Namun, seiring perkembangan cerita, sikapnya berubah drastis karena konflik internal keluarga dan ambisi pribadi. Yang menarik, Rahim tidak sepenuhnya jahat—dia lebih seperti produk dari lingkungan toxic yang memaksanya mengambil keputusan sulit. Nuansa ini bikin penonton kadang simpati, kadang geram.
Di akhir cerita, Rahim benar-benar mengambil peran antagonis dengan menghalalkan segala cara untuk dapat warisan. Tapi justru di sini kompleksitas karakternya bersinar. Penulis berhasil membangun alur yang membuat kita memahami latar belakang tindakannya, meski tetap tidak bisa dibenarkan. Ini salah satu contoh karakter abu-abu yang paling memorable di drama lokal!