author-banner
ervan harry
Author

Romans de ervan harry

Reborn: Gagal Taruhan Online, Jadi Miliarder

Reborn: Gagal Taruhan Online, Jadi Miliarder

Mati karena hutang dan judol di kehidupan pertama. Revan tokoh utama pada cerita ini, bangkit dan akan menjalani kehidupan kedua. Penebusan dosa di kehidupan kedua, tidak berjalan dengan mudah. Namun, ingatan pada kehidupan sebelumnya, akan membantu Revan. Mampukah Revan mengubah takdirnya dari Gagal Judol menjadi Miliarder?
Lire
Chapter: BAB 19: MAKAN MALAM YANG TEGANG
Setelah mobil Alphard putih Sinta pergi, suasana ruang tamu itu masih belum normal.Parfum soft Sinta masih kecium. Kartu nama emas CEO di tangan Revan masih anget.Pak Harry yang paling duluan sadar. "Sudah sudah, jangan diem aja di sini. Ayo kita makan malam dulu. Tadi Bu Liliana sudah masak banyak buat Revan," kata Pak Harry sambil coba mencairkan suasana.Kami pun pindah ke meja makan. Meja marmer panjang dengan 6 kursi.Suasana makan masih tegang. Semua tindakan Sinta tadi, singkat tapi dampaknya besar banget ke semua orang di rumah.Bu Liliana terus nyendokin ayam ke piring Revan. "Ayo nak Revan makan yang banyak ya..."Maya makannya nunduk terus. Pak Harry makannya pelan sambil mikir.Revan juga canggung. 'Baru ditembak Kakak CEO 1 Miliar, terus ditembak suka di depan ortunya, sekarang disuruh makan... ini perut rasanya kekenyangan tekanan,' batin Revan.Acara makan selesai, piring-piring diambil pembantu
Dernière mise à jour: 2026-09-30
Chapter: BAB 18: PENOLAKAN SANG PIMPINAN SHOP-PAY
Ruang tamu mewah itu sunyi total setelah angka itu keluar."1 Miliar untuk beli Shop-Pay mu. Sepaket dengan kamu dan tim mu. Tidak boleh ada yang kurang," kata Sinta tegas.Maya sampai nutup mulut. "1 Miliar Kak...?"Pak Harry dan Bu Liliana menatap Revan. Mereka menunggu jawaban.Revan membeku beberapa detik. Laptop di atas meja marmer terasa berat. Angka 15 juta dan 1 Miliar muter di kepalanya.Lalu Revan menarik nafas panjang dan berdiri sopan."Maaf Kak Sinta, saya tidak bisa jual Shop-Pay," kata Revan dengan suara jelas.Satu ruangan langsung kaget.Maya langsung narik ujung baju Revan. "Sayang..."Pak Harry mengernyit. Bu Liliana juga kaget.Sinta yang tadi mau ambil tasnya, berhenti. Wajah tegas elegannya menatap Revan tajam."Alasannya?" tanya Sinta, suaranya lebih dingin dari tadi.Revan menunduk sebentar, lalu menatap Sinta balik. 'Di kehidupan pertama gue selalu iya
Dernière mise à jour: 2026-09-30
Chapter: BAB 17: 1 MILIAR DARI SINTA
Ruang tamu mewah itu langsung hening.Wanita 181 cm itu melangkah masuk. Sepatunya heels, blazer putihnya rapi, tapi wajahnya tegas elegan. Cantiknya beda dengan Maya. Kalau Maya manis, wanita ini tajam.Parfumnya soft, tidak menyengat seperti Maya yang vanilla, tapi entah kenapa bikin hidung Revan terus penasaran.Maya yang tadi ceria langsung ciut. Tangannya yang tadi pegang lengan Revan, langsung dilepas."Kak Sinta..." ucap Maya pelan, hampir berbisik.Revan langsung berdiri sopan. 'Di kehidupan sebelumnya, aku yakin bahwa Maya anak tunggal, ini beda versi. Tapi ini mirip banget dengan Maya,' batin Revan dalam hati.Pak Harry yang tadi santai, sekarang duduk lebih tegak."Nah, ini dia anak Papa yang pertama. Sinta, sini nak," kata Pak Harry.Sinta menaruh laptop sleeve di atas sofa, lalu menatap Revan tanpa senyum."Kamu Revan?" tanya Sinta, suaranya datar."Iya Kak, saya Revan," jawab Reva
Dernière mise à jour: 2026-09-30
Chapter: BAB 16: MASA DEPAN YANG CERAH
Jam 07.15 pagi, HP Revan getar. Nama di layar: Pak Hendra Wijaya. Revan yang masih ngantuk langsung duduk tegak. "Halo Pak?" "Van, selamat," suara Pak Hendra di seberang terdengar santai. "Shop-Pay kalian ranking 4 dari 20 besar. Nilai tertinggi untuk kategori keamanan transaksi karena kalian pakai rekening Yayasan. Kerja bagus. Terutama Aluna, ide escrow Yayasan Al Falah nya itu nilai plus. Jangan cepat puas, bulan depan final di Jakarta. Urus 10 UMKM nya." Telepon ditutup. Revan langsung ketik manual ke grup TIM SHOP-PAY, tangannya masih gemetar. "Woy guys! Barusan Pak Hendra nelpon! Kita ranking 4 dari 20 besar! Katanya nilai tertinggi karena escrow Yayasan Al Falah!" ketik Revan. Balasan langsung masuk. "Serius ranking 4? Dari 20 besar? Kita top 4 dong Kak Aluna! Kan aku bilang ide rekening yayasan Kakak itu keren banget!" balas Zahra. "Alhamdulillah ya Allah... terima kasih Pak Hendra... Alhamdulillah Van, Zahra... Ibu Yayasan pasti senang dengarnya," balas Alu
Dernière mise à jour: 2026-09-29
Chapter: BAB 15: AWAL GEBRAKAN BARU
Jam 09.00 Lab Komputer lantai 2 pengap. AC mati lagi.Revan sudah standby dengan laptop gamingnya yang kipasnya berisik. Di sampingnya Aluna dengan gamis cream dan jilbab coklat susu, di sebelahnya Zahra dengan kaos oblong hitam tulisan ‘ERROR 404’. Di layar proyektor sudah terpampang dashboard Shop-Pay v1. Semalam mereka begadang sampai jam 2 pagi cuma untuk merapikan ini. Demo transaksi 10 ribu yang berhasil semalam sudah siap.Pintu lab terbuka. Pak Hendra Wijaya masuk dengan map biru dan gelas kopi hitam."Siap?" tanya Pak Hendra singkat.Aluna maju duluan. "Siap Pak. Shop-Pay ini marketplace khusus produk halal Pak. Jadi kurasi pertama kita bukan dari harga, tapi dari kehalalan produk dan kejelasan akad jual belinya. Penjual wajib upload sertifikat halal atau surat keterangan halal dari desa."Zahra nyambung, klik Figma-nya. "UI/UX nya saya bikin sesederhana mungkin Pak, biar ibu-ibu UMKM gak bingung. Warnanya hijau putih,
Dernière mise à jour: 2026-09-29
Chapter: BAB 14: HAK MILIK SHOP-PAY
Aku ngebut dari yayasan ke kampus. YMH25 ku meraung kencang, suara knalpot racingnya pecah di jalan sore yang macet. Kopling ku tarik, gigi 2 ku gas, nyalip angkot dan mobil. Di kepala masih muter terus adegan canggung tadi. Tangan Aluna yang dingin dan gemetar di lengan kananku, dan tangan Maya yang meluk erat di lengan kiriku. Wangi parfum mahal dan wangi lembut sabun bayi masih kecampur jadi satu di jaketku. Dan suara _CEKREK_ kamera dengan papan simbolis 250 juta itu masih terngiang jelas di telinga. Chat Bayu masih spam di HP. Getarnya gak berhenti dari tadi, bikin saku celanaku panas. Aku parkir YMH25 ku sembarangan di depan gedung Teknik, standar samping hampir gak nginjak karena buru-buru. Bayu udah berdiri di depan parkiran, mukanya panik, keringatan, rambutnya berantakan. "Van! Akhirnya lu dateng! Gue ditelepon Pak Hendra Wijaya 5 kali! Katanya kalau gak datang hari ini, bakalan ditandai seumur hidu
Dernière mise à jour: 2026-09-29
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status