Chapter: Bab 76 Sesuatu yang Tak BiasaHart dan Rylee hanya menatap mereka berdua dengan tatapan heran.“Apa ini perasaanku saja, mereka sekarang jauh lebih dekat?” duga Hart melihatnya sampai keliling matanya memandang, hingga mobil yang dinaiki Helena dengan Roky sudah pergi menjauh dari mereka.“Bukan kau saja, aku juga merasa begitu,” ujar Rylee. “Jadi apa yang akan kita kerjakan sekarang? Nona Helena hanya memerintah kita bekerja tanpa memberitahu apa pekerjaan itu.”Hart mengedikkan bahu. “Jangan tanya padaku, aku pun tidak tahu.”“Kalian berdua tidak ada kerjaan ‘kan? Bagaimana jika kalian ikut denganku.” Vincent menghampiri mereka berdua yang tengah dilanda kebingungan berdiri di dekat mobil dan gerbang mansion besar milik Malvin Dawson—ayahnya Helena maupun Vincent.“Anda bukan Bos kami.” Hart menjawabnya dingin.Akan tetapi Rylee berbeda dengan Hart. Rylee langsung merangkul Hart dan Vincent, mengatakan, “Pekerjaan apa itu Tuan Vincent?”Hart mendengus dan berpaling wajah tak ingin melihat tingkah temannya yang t
Last Updated: 2024-03-31
Chapter: Bab 75 Pergi Bersama“Semalam ini, kamu dari mana saja?”“Ah!” kaget Helena melihat Vincent yang berada di dalam kamarnya, duduk di kursi dengan tangan disilangkan. “Sepertinya kau senang sekali mengagetkanku, ya?! Ah~ kakak ini … ” Helena kelepasan menjadi berteriak, wanita itu pun memegang kepalanya dan menyugar rambutnya ke belakang.“Kamu juga sering membuat kakakmu ini terkejut dengan semua tindakanmu, adikku Helena.” Vincent membalasanya dan perlahan pria itu berdiri melangkah mendekat ke arahnya. “dari mana kamu sampai jam segini baru pulang?” Vincent mengintrogasinya.Helena berpaling wajah untuk menahan rasa kesalnya diperlakukan seperti itu. “Aku hanya mencari angin, aku ‘kan sudah pernah bilang berada di sini terus rasanya menyesakkan.”“Tadi ayah mencarimu, sebelumnya aku sudah lebih dahulu datang mencarimu, tidak melihat kamu berada di dalam kamar. Aku merasa yakin kamu keluar dan ternyata itu benar, untung saja aku menyelamatkanmu, adikku sayang.” Vincent memasukkan kedua tangannya ke dalam
Last Updated: 2024-03-30
Chapter: Bab 74 Konyol“Lepaskan aku.”Rylee menjadi menghentikan langkah cepatnya, tergesa-gesa keluar dari apartemen mewah yang kini terdengar suara tembak menghebokan banyak orang. Tapi, herannya polisi masih belum terlihat datang, perasaan cemas kini menyelimuti Helena. Bagaimana jika sesauatu terjadi kepada Roky?Wanita itu menghentikan langkahnya yang dibawa cepat oleh Rylee sehingga Rylee merasakannya langkahnya ikutan terhenti, dan menoleh ke belakang menatap sang empu yang kemudian bersuara.“Nona Helena, Anda tidak ingin masuk ke dalam lagi ‘kan?” Dahinya mengerut sangat jelas menunjukkan tengah memastikannya.“Aku harus mengecek kondisi di sana, pamanku dia tinggal di sana, aku merasa sesuatu terjadi padanya.”“Kamu memperdulikannya?”“Tidak.” Helena mengedikkan bahunya. “aku memperdulikan Sofia.”Rylee seketika melepaskan tangannya yang menggenggam tangan Helena.Seperti secara terbuka dipersilahkan kemauannya. Helena membalikkan tubuhnya dan melangkah cepat menuju kembali ke tempat itu.Tangan
Last Updated: 2024-03-29
Chapter: Bab 73 Perintah TegasMengikuti firasatnya kini, Helena mengambil keputusan cepat bersama Rylee untuk ke tempat di mana keberadaan pria yang memiliki hubungan darah dengan Helena si pemilik tubuh asli dan juga pria itu sebagai mantan suaminya Sofia.“Di sini dia tinggal, Nona,” kata Rylee menunjuk apartemen elite di kawasan ini.Sesuatu yang tidak terduga. Senyum miring terpantri di bibir merah alaminya. “Tempat yang bagus bagi mantan napi sepertinya.”“Awalnya aku pun berpikir seperti itu. Tapi melihat bagaimana selama ini Sofia sering menemuinya, aku mulai berpikir, dia tinggal di sini karena Sofia.”Helena menatapnya, sedetik kemudian menghela. “Sepertinya hubungan keduanya tidak sesederhana yang dikira, apa ada mantan suami istri akan berhubungan sebaik itu?”Rylee menganggu, membalas, “Itu langkah, jikapun ada mungkin tidak sedekat seperti mereka. Walaupun mereka bertemu tidak secara terbuka. Tapi tetap saja, itu terasa janggal.”“Kita akan mencari tahunya,” kata Helena kemudian memberi perintah, “Tun
Last Updated: 2024-03-28
Chapter: Bab 72 Firasat BurukPerasaan Rylee dipermainkan lagi, ia merasa dilema mencari-cari keberadaan Helena yang tak kunjung ditemukannya. Tadi wanita itu menelponnya berada di halte, ia langsung menuju ke sana, tapi ketika sampai, bukannya ia langsung bertemu dengan Helena, malahan yang ditemukannya handphone milik wanita itu yang keadaan layar masih hidup. Untung saja tidak dicuri. Tapi …Rylee berhenti dan mengambil duduk di bangku halte. Pria itu memegangi dagunya, tengah berpikir, “Tadi ponselnya ini ada di bangku dan masih dalam keadaan hidup, setelah kulihat setelannya, ponsel ini akan mati tiga menit. Dan tadi setelah kulihat, ponsel itu mati, berarti … ”“Berarti sudah tiga menit berlalu aku pergi dan kau baru sampai,” sambung Helena tiba-tiba saja berada di sampingnya, duduk dengan santai sambil menikmati rolled ice cream di dalam wajah mini, yang terdapat strawberry di atasnya ice creamnya sebagai toping.“Eh?!” Rylee terperanj
Last Updated: 2024-03-27
Chapter: Bab 71 Perasaan KalutHelena termangu manik coklatnya tak berkedip menatap Malvin yang memberikan intimindasi padanya secara tak sadar. Hingga melihat bagaimana dalamnya Helena menatapnya, Malvin seketika tersadar dan pria itu mengusap wajahnya kasar sambil berkata, “Bukan itu maksud Ayah. Ayah hanya tidak ingin kita saling mengingatnya setelah lama kita berusaha melupakannya.”“Aku sama sekali tidak mengingatnya, aku sangat berharap bisa mengingatnya. Setidaknya aku bisa tahu seperti apa dia. Aku tidak ingin benar-benar melupakannya, dia ibuku, Ayah,” kata lirih Helena, suaranya terdengar parau dan nyaris menghilang di akhir kalimatnya. Helena menyentuh dadanya. “dia yang telah melahirkanku, betapa berdosanya aku sebagai anak yang telah susah payah dilahirkannya, begitu saja melupakannya.”“Ibumu tidak berharap setelah kepergiannya kamu merasa menderita, sayang. Ayah juga tidak berharap kamu merasakan itu juga, kami sangat memperdulikanmu. Kamu tidak perlu mengingatnya, sekarang yang perlu kamu pedulikan
Last Updated: 2024-03-26
Chapter: 19. Kecurigaan LuciaSinar matahari pagi menyelinap melalui celah gorden, namun tidak memberikan rasa hangat yang biasanya bagi Lucia. Ia terbangun dengan jas hitam Arthen yang masih menyelimuti tubuhnya, memberikan rasa aman yang semu di tengah kekacauan mentalnya. Ia menoleh dan mendapati Arthen sedang berdiri di balkon, membelakanginya sambil berbicara rendah di telepon. Tak lama, Arthen menutup telepon dan masuk kembali ke ruang tengah dengan wajah yang tampak lelah namun tetap waspada."Kau sudah bangun," ucap Arthen datar, namun matanya langsung tertuju pada wajah Lucia, memeriksa apakah wanita itu masih terlihat terguncang."Kau tidak tidur sama sekali?" tanya Lucia sambil membenahi posisinya di sofa.Arthen tidak menjawab pertanyaan itu secara langsung. Ia justru menyodorkan secangkir kopi panas yang aromanya sangat kuat. "Aku sudah mengganti semua kode akses apartemen ini. Jangan gunakan kode lama. Aku juga sudah memasang sensor tambahan di setiap
Last Updated: 2026-02-28
Chapter: 18. Rasa RaguKehadiran bunga raksasa itu benar-benar mengganggu konsentrasi di lokasi syuting. Meski Lucia mencoba mengabaikannya, bisik-bisik dari para kru terus terdengar di belakang punggungnya. Sebagian besar mengira itu dari Victor karena chemistry mereka yang luar biasa, namun pria itu hanya menanggapi dengan senyuman misterius saat ditanya.Arthen Valerius, sebagai investor utama yang mengawasi jalannya proyek, berdiri di depan karangan bunga itu dengan tangan bersedekap. Wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apa pun, namun tatapannya sangat dingin."Singkirkan ini," perintah Arthen singkat pada stafnya."Kenapa, Tuan? Ini bunga yang sangat mahal dan indah," tanya salah satu asisten kru dengan ragu."Lokasi syuting harus bersih dari benda asing yang tidak jelas pengirimnya. Ini soal keamanan," sahut Arthen tanpa menoleh. Suaranya datar, namun tegas. Sebagai investor, ia punya hak untuk mengatur segalanya demi kelancaran proyek yang ia biayai.Luc
Last Updated: 2026-02-27
Chapter: 17. Kiriman BungaLantai kayu rumah tua itu berderit saat Lucia, yang kini sepenuhnya menjadi Elena, melangkah masuk. Suasana set dibuat menyesakkan; debu beterbangan di bawah sorot lampu yang suram. Ini adalah adegan inti di mana Elena harus melindungi adiknya, Eren, dari amukan sang ayah."Calvin, kau siap?" tanya Lucia lembut.Calvin, aktor remaja itu, mengangguk dengan wajah tegang. "Siap, Kak.""Kamera... rolling... ACTION!"Suasana mendadak berubah. Lucia tidak lagi terlihat seperti aktris ramah yang tadi meminum kopi. Bahunya merosot, matanya menyiratkan kelelahan menahun yang mendalam. Saat aktor senior pemeran ayahnya mulai berteriak, Lucia langsung menarik Calvin ke belakang tubuhnya.Dalam satu gerakan yang sangat intens, sang aktor senior harus membanting sebuah kursi tepat di samping Lucia. Namun, karena terlalu mendalami peran, ayunan kursi itu sedikit meleset dan menghantam lengan atas Lucia sebelum hancur ke lantai.Braakk!
Last Updated: 2026-02-26
Chapter: 16. Aura Kelinci Polos Setelah menyelesaikan adegan masa remaja di sekolah, Lucia segera dibawa Hana menuju lokasi pemotretan poster. Di dalam mobil, Hana memberikan tablet berisi draf konsep poster hari ini. "Kau hebat tadi, Kak. Sutradara Bram sampai tak berkedip melihatmu jadi anak SMA lagi. Kau masih sangat cocok memerankan peran remaja," puji Hana sambil menyerahkan segelas kopi dingin. "Tapi bersiaplah, pemotretan poster ini akan lebih ramai. Seluruh jajaran pemain utama The Criminal Family akan ada di sana." "Aku tahu. Itu mengapa aku harus menjaga energiku," jawab Lucia sambil menyandarkan kepalanya, mencoba mengumpulkan fokus. Lucia melanjutkan perkataannya dengan bergumam, "karena aku juga harus bisa memposisikan diri di antara mereka." Sesampainya di studio, suasana terasa sangat hidup. Lucia segera membaur dengan para pemeran lainnya. Di area katering, ia bertemu dengan Aktris Senior Sarah, yang memerankan ibu tirinya yang licik di film.
Last Updated: 2026-02-25
Chapter: 15. Elena SMAPagi yang tenang di sebuah halte bus yang dikelilingi pepohonan hijau. Kamera menyorot sosok wanita dewasa dengan rambut hitam lurus yang tergerai indah, tertiup angin sepoi-sepoi. Ia adalah Elena, mengenakan kemeja putih bersih dengan lengan yang sedikit tersingkap, menatap kosong ke arah jalanan yang lengang."Waktu ternyata bisa menjawab semuanya ya," bisik Elena, suaranya terdengar parau namun tenang. "Setelah semua itu, kehidupan normal yang kukira hanya mimpi ternyata sekarang bisa kurasakan. Menghirup udara tanpa rasa takut, melangkah tanpa perlu menoleh ke belakang... kebebasan ini terasa begitu asing, sekaligus begitu manis."Ia menarik napas panjang, seolah berusaha memenuhi paru-parunya dengan udara yang tidak lagi menyesakkan."Namun, seandainya apa yang terjadi lima tahun lalu itu hanya mimpi burukku. Bertahan di keluarga dengan kekerasan cara mereka bicara, berharap pada satu pria salah yang kupikir dialah tempatku pulang, dan... Eren, adikku
Last Updated: 2026-02-24
Chapter: 14. Kelinci dan SerigalaMalam itu, Lucia baru saja melepaskan gaun biru mudanya dan menggantinya dengan kaus kebesaran yang nyaman serta celana pendek. Ia baru saja selesai membersihkan wajah, namun bayangan pembacaan naskah tadi siang masih menari-nari di kepalanya. Tatapan Victor yang tajam, tepuk tangan Sutradara Bram, dan bagaimana ia hampir kehilangan dirinya sendiri saat masuk ke dalam jiwa Elena.Tepat saat ia hendak menyeduh teh hangatnya, bel apartemennya berbunyi. Tiga ketukan pendek yang terdengar sangat menuntut, bergema di ruang tamu apartemen mewahnya yang luas.Lucia mengerutkan kening. "Hana? Apa ada yang tertinggal?" gumamnya sambil melangkah menuju pintu.Ia mengintip lewat lubang kecil. Jantungnya mencelos. Di sana berdiri seorang pria dengan jaket hoodie hitam dan topi yang ditarik rendah. Meski wajahnya tertutup masker, Lucia mengenali sepasang mata elang itu.Lucia membuka pintu hanya sedikit, menahan daun pintu dengan tubuhnya. "Arthen? K
Last Updated: 2026-02-23