End

Putra Aisya dan Reyhan yang bernama Rasya kini usianya sudah menginjak tiga tahun. Saat ini Aisya sedang sibuk di dapur rumahnya  membuat sarapan untuk anak dan suami tercintanya. Aisya membuat nasi goreng dengan tambahan telor ceplok setengah mateng, kesukaan Rasya. Anak Reyhan dan Aisya itu sangat menyukai olahan telor ceplok yang kuning telurnya setengah mateng.

Usai membuat sarapan Aisya membangunkan suami dan anaknya.

"Abang, bangun...!" Aisya menepuk-nepuk lengan suaminya.

"Emm, cium dulu!" Ucap Reyhan dengan suara serak khas bangun tidur.

"Iss, manja banget deh. Buruan bangun ntar telat lagi ke kantornya." 

"Makanya cepatan cium dulu!" 

Cup 

Aisya mencium pipi suaminya.

"Bukan cium pipi, sayang. Tapi ini!" Reyhan manyun sambil menunjuk bibirnya.

"Gak, gak. Buruan mandi, atau gak ada cium sama sekali." 

"Dasar galak." Gerutu Reyhan, sambil menyingkap selimutnya, lalu duduk.

"Ngomong apa barusan?" Aisya melotot galak ke
Isna

Selesai, terima kasih buat yang udah mengikuti cerita ini. Jangan lupa mampir ke cerita saya yang lainnya, ya. Love you...

| 1
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
DMCA.com Protection Status