Bab 20

Arlan telah mengajak Zara berputar-putar mencari Gudeg Mbah Lindu. Sebuah gudeg buatan seorang wanita yang telah sepuh dimana ia telah berusia hampir satu abad. Kelezatan Gudegnya tiada tara, meskipun cuma jajanan sederhana, tetapi memiliki rasa istimewa. Arlan ingin Zara mencobanya juga.

"Biasanya Mbah Lindu jualan di sini, Zara!" tunjuk Arlan pada sebuah tempat lesehan, biasanya Mbah Lindu berjualan.

"Zara capek, Arlan!" keluh Zara.

"Apa Mbahnya tidak jualan lagi atau Dia cuma jualan di siang hari, ya?" pikir Arlan.

"Suami!" panggil Zara.

"Apa sayang?"

Zara memegang perutnya, menunjukan gerak-gerik kelaparan.

"Lapar, ya?" tanya Arlan.

"Hmmm!" jawab Zara mengagukan kepalanya.

"Kalau begitu, kita makan di tempat lain saja," usul Arlan, menarik tangan Zara.

"Ayo!" ajak Arlan, melihat Zara masih bengong.

Karena tidak menemukan Gudeg Mbah
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status