8. Reuni

"Kamu punya uang nggak? Buat beli kosmetik."

"Ada, aku tadi sengaja ngambil lebih."

"Kita mampir ke toko dulu ya, buat beli, biar besok nggak repot lagi."

Ratna mengangguk sambil tersenyum, terenyuh hatinya melihat betapa perhatiannya Nay, teman dekatnya sejak mereka sekolah SMA dulu.

Agak lama Nay dan Ratna di toko kosmetik, sepertinya mereka tidak mau salah memilih, karena memilih kosmetik yang tepat dan sesuai dengan kulit itu penting. 

Dengan meneteng tas berisi seragam dan kosmetik yang tadi di belinya, Ratna menepati janji untuk menginap di rumah Nay. 

Melangkah bersama di trotoar, setelah sebelumnya membeli gado gado empat bungkus.

"Kenapa empat, Nay?"

"Rahasia," jawab Nay yang menaikkan alisnya berulang kali.

"Iiih ...," desis Ratna, pupilnya bergerak berputar, jengah dengan sikap yang di tunjukkan sahabatnya.

Ratna dan Nay berhenti di depan sebuah rumah sederhana di dalam sebuah gang yang lumayan sempit.

Nay membuka pagar kayu, dari dalam terdengar suara anak kecil menangis.

"Anak siapa, Nay?" 

Lagi, Nay tak menjawab, dia hanya memberikan isyarat untuk diam dengan ibu jari yang ia letakkan di depan bibirnya.

"Assalamualaikum ...." Nay mengucapkan salam sambil membuka pintu utama hingga terdengar derit yang agak keras. 

"Wa Alaikummus salam."

Dari dalam terdengar ada suara yang menjawab, dua jenis suara yang berbeda. 

"Ratna ....?!"

"Mira ... kamu di sini?" 

Ratna memeluk perempuan berjilbab yang baru saja keluar dari dalam bersama seorang anak perempuan kecil berumur mungkin hampir dua tahun.

"Iya, aku uda lama di sini, kamu kemana aja kok nggak ada kabar, sudah senang lupa sama kawan rupanya." sindir Mira dengan bibir sedikit dia monyong kan ke depan.

"Hei ...." tegur Ratna dengan pandangan tak suka pada Mira yabg setengah menggodanya. Tangannya sibuk menggoda anak perempuan yang ada dalam gendongan Mira.

"Siapa ... kok rame?"

Seorang lelaki berkaca mata, berpenampilan menarik dengan kulit sawo matang, datang dari dalam.

"Rafii ...." seru Ratna yang kaget saat tahu siapa lelaki yang baru saja datang.

Sungguh merupakan suatu kejutan bagi Ratna saat melihat semua sahabatnya saat SMU kini berkumpul di sini. 

"Maaf, kamu siapa?" tanya pemuda yang Ratna panggil Rafi sambil menyipitkan matanya di balik kaca mata.

"Hahhhaha ...."

Semua tertawa hanya Ratna yang tidak, wajahnya di buat seolah sedang kesal karena sapa Rafi yang pura pura melupakannya.  

"Sudah mau berangkat, Mir?" tanya Nay yang melihat Mira sudah berdandan dan menggunakan seragam.

"Mmm ... kayaknya aku tidak masuk malam ini, secara ada sahabat lama datang berkunjung, jadi aku harus menjaga perasaannya,. Bukan?" goda Mira yang kemudian meletakkan anak kecil itu ke alat bantu jalan yang berbentuk seperti donat tapi mempunyai roda. Baby moon walk.

"Kerja apa kamu, Mir?" tanya Ratna.

Saat ini mereka berempat duduk bersama, sambil terus memperhatikan si bayi, yang melangkah ke sana ke mari.

"Aku perawat, Na. Kamu sendirian apa sama suamimu?"

Ratna terdiam mendengar Mira bertanya. 

"Na ...."

Ratna yang tak sanggup lagi menahan kepiluan hidupnya, tiba tiba sudah memeluk Nay dengan sangat erat, isak tangisnya pun mulai terdengar.

"Na ...."

Nay mengurai pelukan mereka, saat di tangannya sudah memegang segelas berisi air yang tadi diambil Mira.

"Sudah tenang kan?" tanya Nay saat melihat Ratna menghabiskan air di dalam gelas dalam sekali minum, dan Ratna mengangguk sebagai jawabannya. 

"Sekarang ceritakan, ada apa?"

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status