Masuktwo alphas, one mate, a soft dom, a pleasure dom, and their brat. a young girl entered a world of fetishes, reverse harem, hidden identity, supernatural, and submission by choice until it became darker and impossible not to fall for them.
Lihat lebih banyakDi negeri Peony, berdiri megah sebuah kerajaan Lembah yang sangat ditakuti oleh kerajaan lain. Kekuatan prajurit Lembah terkenal tidak bisa dikalahkan oleh siapapun. Bahkan Dewa pelindung pun ada di pihak Kerajaan Lembah yang dipimpin oleh Raja Lan Angkara. Lan Angkara merasa tidak sanggup lagi menjadi raja, karena pria itu ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan mengembala. Ia mempunyai putra bernama Lan Feiyu, putra satu-satunya yang akan menggantikannya menjadi raja.
Namun, Lan Feiyu, Putra Mahkota Kerajaan Lembah selalu membangkang dengan ayahnya. Saat ayahnya menyuruhnya mengambil alih kerajaan, Lan Feiyu tetap memilih untuk bertapa dan melatih kekuatan bela dirinya. Seperti saat ini, Lan Feiyu tengah bertelanjang dada sembari duduk di atas air. Tubuh Lan Feiyu mengambang seolah air itu ada penyangganya. Matanya terpejam dan tangan yang berada di atas pahanya. Pria itu tengah duduk bersila dengan tenang.
Lan Feiyu memiliki perawakan yang sempurna, tubuh tegap dan paras yang sangat rupawan. Rahang kokoh, hidung mancung dan kulit yang sangat bersih. Namun perangai pria itu sangat keras kepala dan seenaknya sendiri.
“Pangeran Lan Feiyu, Raja memanggil Anda untuk menghadap,” ucap Wangga, pembantu raja yang berdiri di pinggir danau.
Lan Feiyu membuka matanya, pria itu menatap ke depan di mana banyak tumbuh-tumbuhan hijau. Setiap kali melihat tumbuhan, Lan Feiyu berasa hidup kembali karena kesegarannya.
“Pangeran,” panggil Wangga lagi. Lan Feiyu segera keluar dari danau dan mengambil bajunya yang ada di tepian danau. Lan Feiyu tidak menanggapi Wangga yang masih berdiri di sampingnya sambil menundukkan kepalanya dalam.
Feiyu membelitkan baju putihnya, menata rambutnya sejenak sebelum mengambil pedangnya. Feiyu membuka sarung pedangnya, meneliti dengan seksama pedang yang baru ia asah.
Wangga yang tidak mendengar jawaban dari Feiyu pun melangkahkan kakinya dengan pelan. Namun semua terhenti saat tiba-tiba Feiyu mengacungkan pedangnya tepat di bawah dagu Wangga.Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir Feiyu, hanya pandangan pria itu yang menusuk tajam tepat pada manik mata Wangga. Wangga tidak berkutik, pria itu memejamkan matanya tatkala ujung pedang yang tepat di bawah dagunya membuatnya mengangkat dagu juga. Kalau ia bergerak sedikit, ujung pedang yang runcing itu pasti akan menusuknya.
“Kamu tahu apa yang harus kamu katakan,” ucap Lan Feiyu. Suara serak nan dalam itu adalah suara yang didambakan banyak perempuan. Namun Feiyu jarang bersuara. Bisa dikatakan siapa yang mendengar suara Feiyu, orang itu akan menjadi orang yang beruntung.
“Maafkan saya, Pangeran. Tapi berbagai alasan sudah saya gunakan. Sekarang Raja tidak mau menerima alasan apapun lagi,” ucap Wangga dengan takut.
Lan Feiyu menarik pedangnya, pria itu menggerakkannya ke belakang. Dengan sekali ayunan, pedang itu menebas batang pohon. Suara pohon ambruk membuat Wangga sedikit berjingkat.
Penduduk kerajaan bilang kalau Lan Feiyu adalah pangeran paling tampan di antara pangeran lainnya di berbagai kerajaan. Namun kalau marah, Lan Feiyu yang berhati malaikat bisa berubah menjadi iblis yang tidak akan mengampuni siapapun yang sudah berbuat salah.
Wangga sedikit memundurkan kakinya. Pria itu dalam keadaan yang serba salah. Menuruti perintah raja atau menuruti perintah pangeran.
“Tinggalkan saya sendiri!” titah Feiyu membalikkan tubuhnya.
Feiyu tahu apa yang akan ayahnya ucapkan. Pasti ayahnya akan menyuruhnya untuk menggantikan posisi raja. Feiyu sama sekali tidak tertarik dengan tahta tersebut. Baginya hidup bebas lebih menyenangkan daripada terikat dengan banyak peraturan. Alasan lainnya, ia tidak sudi bila harus menikah. Acapkali ada kesempatan, pasti orang tuanya menjodohkannya dengan putri kerajaan lain. Feiyu tidak suka melihat perempuan yang sibuk menarik perhatian padanya. Feiyu lebih memilih berteman dengan alam, dengan pedangnya dan dengan kuda kesayangannya.
“Pangeran, kali ini jaminannya kepala saya. Kalau saya tidak membawa Anda menghadap, kepala saya yang menjadi taruhan,” ujar Wangga menundukkan kepalanya.
Feiyu yang akan pergi pun menghentikan langkahnya, pria itu menolehkan kepalanya sedikit ke arah Wangga. Wajah Feiyu sudah memerah, tangannya juga terkepal dengan kuat. Feiyu sudah bosan dengan ayahnya yang terus menyuruhnya memimpin, sedangkan dia sama sekali tidak tertarik. Namun rupanya, Raja tidak menyerah dengan usahanya.
“Baik, saya akan ke sana,” putus Feiyu dengan final. Wangga menghembuskan napasnya dengan lega.
Feiyu memasukkan pedangnya, pria itu bergegas menuju kuda hitam yang tidak jauh darinya. Feiyu segera menaiki kudanya dan menjalankan ke Istana Lembah. Feiyu dan kudanya menyusuri jalanan yang terjal dan melewati hutan belantara. Di ujung senja, pria itu dengan berani melewati rumah binatang buas yang siapa saja ke sana harus mengumpulkan keberaniannya termasuk Wangga. Wangga yang juga menaiki kuda menyusul dengan kuwalahan karena tidak bisa mengimbangi kecepatan Feiyu.
Feiyu mendapatkan tempat yang enak di Istana, bahkan ada juga danau buatan di sana. Namun semua tidak bisa mengalahkan keindahan alam Negeri Peony, apalagi yang ada di bagian belantara hutam. Di balik hutan lebat yang tampak menyeramkan, ada danau indah yang biasa didatangi Feiyu untuk latihan bela diri.
Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya Feiyu sampai di Istana. Kedatangannya disambut hormat oleh para prajurit yang berjejer rapi di sana.
“Selamat datang, Pangeran,” ucap para prajurit menundukkan kepalanya dengan hormat.
Feiyu tidak sedikit pun menoleh, pria itu segera menuju ke aula utama menghadap Sang Raja. Kedatangan Feiyu yang tiba-tiba membuat Raja dan Sang Permaisuri berdiri, beberapa orang di sana juga berdiri menyambut Feiyu.
“Cepat katakan!” titah Feiyu tanpa basa-basi. Bahkan berbicara dengan raja, ia tidak bisa santai.
“Lan Feiyu, kamu tahu apa yang akan saya ucapkan. Tidak ada alasan lagi untuk kamu menolak,” ujar Angkara.
"Sampai kapan pun itu, jawaban tetap sama. Saya tidak bersedia mengambil alih tahta itu," jawab Feiyu.
"Feiyu, kamu keturunan sah Kerajaan Lembah dan satu-satunya."
"Anda masih bisa memimpin kerajaan. Jangan limpahkan semuanya pada saya. Kalau disuruh memilih, saya lebih baik memilih pergi dari Istana ini," ucap Feiyu yang membuat semua orang tercekat.
Angkara mengeluarkan pedangnya dan mengacungkan pada putra semata wayangnya. "Jaga ucapanmu, Lan Feiyu!" bentak Angkara.
Lan Feiyu mengangkat sudut bibirnya kecil, pria itu sama sekali tidak gentar diacungi pedang oleh penguasa terkuat di Negeri Peony. "Anda tahu siapa saya, Raja. Sekali saya mengatakan tidak, saya juga tidak akan melakukannya," ucap Lan Feiyu.
"Kamu sudah membangkang, Lan Feiyu."
"Itu yang saya lakukan sejak dulu."
"Jangan sampai aku mengutukmu, Lan Feiyu!" desis Angkara dengan tajam.
"Kutuk saja, Raja!" titah Lan Feiyu menantang. Bukan Lan Feiyu kalau tidak menantang apa ucapan ayahnya.
“Sebelum seribu tahun, kamu tidak bisa hidup bersama cinta sejatimu!” teriak Raja Lembah dengan murka. Tangannya mengacungkan pedangnya tepat ke leher Putra Mahkota bernama Lan Feiyu.
Kali ini Raja benar-benar murka dengan ucapan anak semata wayangnya. Acapkali selalu membangkah titahnya, hingga kini Lan Feiyu, putra yang sudah dia besarkan memilih keluar dari istana daripada menjadi raja.
Lan Feiyu, laki-laki bermata hitam legam itu hanya terdiam tidak mempercayai kutukan dari ayahnya.
"Cih." Lan Feiyu berdecih dan segera membalikkan tubuhnya meninggalkan ayahnya.
"Lan Feiyu," teriak Raja mengangkat tangannya ingin melempar pedangnya. Namun sebelum mengenai tubuh Lan Feiyu, Lan Feiyu sudah membalikkan diri dan menendang pedang itu hingga jatuh terpental.
Prang!
Suara pedang itu membuat Raja terdiam. Sekarang Putranya bukan lagi pria lemah, melainkan pria dengan kekuatan yang tidak bisa diragukan.Julian’s POV “Don’t kill him yet. I want to return all the ten slaps he gave me.” Karyna’s words rang in my ears and I felt a dark cloud of rage enveloped me. I shot forward but she grasped my hand, restraining me as I fumed. “Release my hand,” I ordered her, breathing heavily. Karyna shook her head stubbornly. “No. You promised me not to kill him if Henri didn't.” She whispered, her hand squeezing my clenched fist. I wasn't aware he hit her 10 times before I made that oath. No one can stop Venar from dying today. “I can't keep this promise, Karyna. Only his death can dispel the anger rooted in my chest.” I growled, my whole body convulsing with fury. I released my Alpha aura, thinking the overwhelming energy would push her away but she remained steadfast, unwilling to leave my side. Any sensible werewolf would have kept their distance from a raging Alpha, knowing that the raw power could easily crush them, and they would never be able to shift again. But of course, my K
Henri’s POV I had made a vow to kill Venar with my own hands, just like I did his father, Venom. Why? Because both of them are nuisances. That son of a gun kidnapped my Karyna and nearly slapped her to death. “Fucking bastard!” I growled, my hands clenched tightly on the steering wheel as I trailed after Venar. I wanted to go after him that morning, but Karyna was badly injured, and I feared we might lose the surviving baby in her womb, so I let him escape. I placed the highest fucking bounty on his head, but none of the hitmen found find him. I had a feeling he had been lurking in the shadows like a rat scuttling away from the light, and I was right. “You think you can hide forever, don’t you?" I muttered under my breath, a venomous smirk lifting my face. “I’ll make you regret every choice you’ve made. You’ll wish you never crossed me, just like your father did. When I finally catch up with him, I will make sure you taste what it felt like to be slapped to death.” Th
Karyna’s POV The short skirt I wore did nothing to conceal the wetness trickling down my thighs. I could even catch a whiff of my own arousal in the air, and I was sure Julian and Henri could sense it too. “Jules, please,” I let out a desperate plea when he wouldn’t slip his fingers inside me. Julian had been tormenting me; using his middle finger to rub my clit in circles, lightly pressing kisses against my neck. He growled lowly, that deep sound sending explosive waves of arousal down my spine. “What are you begging me for, my love?” Julian whispered in the shell of my ear, and it suddenly felt like we were the only ones in the car. The sensation in my lower stomach was too consuming. I could feel my pussy throbbing painfully as my heart pounded under my chest. The intensity of the moment was almost too much to bear, so I just looked into his green eyes, hoping he’d understand just how much I craved him at that moment. “Alpha. I don’t think your fingers can d
Karyna’s POVAs we made our way to Henri’s car, a whirlwind of emotions washed over me. I couldn't bring myself to accept that my abusive father was truly gone. I was still in shock. I could feel the overwhelming amount of fear I had for Thomas Vegas dissipating with each assurance that he was indeed dead. He was killed by Julian. I was caught between feeling relieved that he could no longer harm me, or force me to do his vile wishes and the nagging question of whether I should feel sorrowful for his death.I’d known that cruel man all my life, and I’d always thought he was invincible, so it was crazy to believe that he was dead, just like that. He had been wealthy and influential during his life, but now he wouldn’t have a final resting place because Julien had killed him to avenge me, and his body would remain lost forever.When we got in front of the car, Julian pulled the back seat door for me, and I slid in. I could feel the sizzling heat coming from his body as he sat beside
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
Ulasan-ulasanLebih banyak