Mag-log inEveline is from a wealthy family and as been jet-setting as an ambassador for her older brother’s werewolf pack, and is learning of the responsibilities that comes with the name Devon and the reality of being the infamous Hellhound’s sister. Darren is the fourth son of an Alpha who has mor sons that he knows what to do with, and is a little adrift in life. None of them would have expected to find their mate at a political meetup of all the who’s who or werewolf society, and are forced to reconsider their future, the distance separating them, and their families, but those challenges are nothing compared to war and disaster coming their way.
view moreBAB 1 DATANG KE TEMPAT YANG SALAH
Lampu diskotik berputar di tengah ruangan remang dengan suara guncangan musik keras. Seorang penari striptis meliuk di atas meja, bergelayut, berputar pada tiang untuk dihujani lembaran dolar. Anelies merinding dengan segala pemandangan di tempat itu. Tapi dia harus nekat datang untuk menemui Madam Lexis. Dia butuh pinjaman uang. "Hutangnya yang kemarin saja belum bisa dia bayar, sekarang wanita itu kembali datang untuk berhutang lagi!" Pablo melapor pada Madam Lexsis. "Bawa dia menemuiku!" Madam Lexsis mengetukkan abu rokok di tangannya tanpa peduli serpihannya bakal melubangi karpet mahal di bawah tumit heels nya. "Wanita tetap punya sesuatu yang berharga untuk membayar meskipun dia tidak punya uang." Pablo langsung kembali keluar dari ruangan bosnya untuk memanggil Anelies. Pria Meksiko berbadan tinggi besar, dan berkepala plontos jelek itu mendesis kan giginya yang keropos akibat heroin. "Ayo cepat masuk." Punggung Anelies di dorong kasar. Tapi dia tidak berani mengeluh. Anelies sedang sangat butuh pinjaman uang untuk membebaskan kawannya dari penjara. Anelies kembali di dorong kasar. "Ayo sana maju!" Di dalam ruangan itu, Madam Lexis terlihat duduk menyilangkan kaki di singgasana kebesarannya. Tatapannya tajam penuh penilaian. Meski wanita itu sedang berpura-pura tersenyum manis, matanya tak luput dari tubuh Anelies. Muda. Berlekuk feminim. Bakal sangat bernilai dalam penjualan. Anelies juga terlihat masih sangat polos dan kikuk untuk sekedar bicara di hadapan Madam Lexis. "Tolong beri aku pinjaman lima puluh ribu lagi." Nafasnya gugup, tapi sungguh dia sudah tidak punya pilihan kecuali datang kemari. "Bagaimana kau akan membayar hutangmu?" Sura Madam Lexis masih sangat tenang. "Aku bisa bekerja sebagai kurir." Selain memiliki bar dan klub dewasa, Madam Lexis juga penjual obat-obatan terlarang. "Pekerjaan kurir sangat berbahaya untuk gadis muda sepertimu. Kau bisa ikut masuk jeruji besi seperti kawanmu." Madam Lexsis menyalakan batang rokok baru sambil pura-pura meneliti penampilan Anelies. "Wanita muda sepertimu akan lebih cepat mendapatkan banyak uang jika bekerja di klub." "Aku tidak bisa bekerja di klub, Madam." Anelies berusaha untuk tetap bersikap sopan untuk menolaknya. "Kau cantik, kau pasti akan menghasilkan banyak uang agar bisa hidup lebih mudah." Kali ini Madam Lexsis mengetukkan abu rokoknya ke tepi meja. "Kau akan mendapat banyak tips dari pekerjaanmu hanya dengan sesekali merentangkan kaki jika ada yang minta." Tangan Anelies diam-diam mengepal. "Lebih baik aku bekerja sebagai kurir." "Semua gadis-gadisku di klub awalnya juga sepertimu. Tapi lihatlah mereka sekarang!" Madam Lexsis berdiri dari tempat duduknya, menghembuskan asap rokok sambil berjalan menghampiri Anelies. "Mereka justru ketagihan dan nyaman dengan pekerjaannya." Madam Lexsis menyentuh dagu Anelies untuk dia angkat lebih jelas. "Jika beruntung kau juga bisa menjadi peliharaan pria kaya yang akan menjamin hidupmu." "Aku tidak akan menjual diri." Anelies tetap tegas menolak. "Aku akan menawarkanmu pada pelanggan kelas atas, kau benar-benar bisa beruntung." Madam Lexsis terus meneliti tubuh Anelies. "Kau memiliki tubuh yang bagus. Hargamu bisa sangat mahal. Kita akan berbagi lima puluh persen dari penghasilanmu." "Aku benar-benar tidak bisa Madam. Aku bahkan belum pernah ..." Untuk mengucapkannya saja Anelies tidak sanggup. "Aku belum pernah bersama pria." "Apa?!" Madam Lexsis cukup terkejut. "Kau belum pernah berhubungan intim dengan teman laki-laki?" Dengan polosnya Anelies langsung mengangguk. Pablo pun juga terkejut. "Kau masih virgin?" Madam Lexsis memastikan keterkejutannya. Anelies mengangguk lagi tanpa menaruh curiga sama sekali. Anelies tidak sadar jika di tempat seperti ini siapapun akan langsung tergiur untuk melelang keperawanannya. Gadis perawan bisa dihargai sangat mahal, Madam Lexsis tidak akan melepaskannya begitu saja. "Apa kau tahu berapa harga gadis virgin sepertimu?" Tatapan Madam Lexis seketika berubah, seperti seorang pemburu yang baru mendapatkan mangsa berharga. Dia melangkah maju. "Kau pasti akan terkejut dan berlutut di depanku, memohon agar melelangmu!" Kali ini Anelies mulai was-was. Khawatir telah salah langkah karena telah datang kemari. "Aku datang bukan untuk menjual diri!" jawab Anelies dengan nada lebih tegas. "Aku bisa mendapatkan harga yang sangat mahal jika menjualmu pada lelaki kaya!" tegas Madam Lexsis dengan intonasi yang sudah jelas berbeda. Anelies mulai panik, melangkah mundur. "Itu tidak akan terjadi!" Dan cukup sekali saja Madam Lexis mengedipkan mata pada pengawalnya. "Tidak!!!" Anelies menjerit. Lengan besar Pablo menjerat tubuh Anelies dari belakang. Aromanya busuk seperti campuran tembako dan bir. "Lepaskan aku!" Kaki Anelies menendang-nendang lantai untuk melepaskan diri. Tapi lengan Pablo masih melingkar seperti besi. Mengangkat tubuhnya dengan sangat enteng. Kondisinya sangat mengerikan dengan sangat cepat. Anelies terus menjerit sampai suaranya pecah. Dia harus kabur, Anelies tidak mau dijual. "Lepaskan!" Teriakan Anelies suda tidak berguna. Karena setelah itu wajahnya langsung dibekap kencang. Suaranya lenyap. Kaki masih berontak menendang-nendang udara kosong. Dan tidak sampai satu menit, tubuh Anelies lemas tak berdaya. "Jaga barangku tetap bagus!" Madam Lexsis mengingatkan. Pablo mengangkat tubuh Anelies untuk dia bawa keluar dari ruangan Madam Lexis. ******* Entah berapa lama, Anelies dibuat pingsan. Begitu kembali sadar Anelies sudah terkunci didalam sebuah ruangan kotor menyerupai gudang. Kepala Anelies masih pening, kepalanya berputar, matana kabur. Tapi gadis itu segera sadar jika dirinya berada dalam bahaya. Anelies bangkit merangkak untuk menggedor pintu. "Buka pintunya!" Brak Brak Brak "Lepaskan aku!" Brak Brak Brak Anelies terus memukul daun pintu tebal dengan tangannya yang nyeri, kukunya patah, kulitnya merah lebam. "Kalian tidak bisa menjual ku!" Anelies terus berteriak hingga habis tenaga. "Ini tindakan kriminal!" "Ini ilegal!" Di luar pintu, Pablo tidak perduli dengan omelan Anelies karena gadis itu sedang sangat berharga untuk dijual daripada disiksa. Mereka akan mendapatkan pria kaya yang akan membayar berapapun untuk gadis muda yang masih virgin. Anelies masih berteriak-teriak ketika Pablo memasukkan makanan kaleng dari lubang pintu. "Simpan energi mu. Mau tidak akan bisa kabur, Manis!" Pablo tersenyum menjijikkan. Bekas jahitan yang melintang di pipinya terkihat berkerut seperti lipan tua. "Jangan banyak berulah, kami akan segera menemukan pria kaya yang akan membelimu dengan harga mahal!" Pablo terus menyeringaikan senyum jeleknya. "Kau sedang sangat beruntung karena aku tidak jadi menyiksamu pelan-pelan di gudang penyimpanan!" Anelies terus merinding sekaligus murka karena diperlakukan tidak manusiawi. "Kalian tidak bisa menjualku!" Pablo justru langsung menutup lubang pintu. Meninggalkan Anelies yang kembali berteriak. Brak Brak Brak "Keluarkan aku brengsek!" Anelies menggedor daun pintu tebal yang sudah tertutup rapat. Terus berteriak-teriak sampai tenggorokannya serak. Sungguh nasib Anelies sangat menyedihkan. Tubuhnya merosot ke lantai karena lelah. Dia menangis sampai menggigil karena ketakutan dan merasa bodoh. Anelies benar-benar sendirian, Antonio masih di dalam penjara, dia tidak akan bisa menolong dan kekuatan Anelies juga sedang tidak berguna. "Tolong aku..." Jari Anelies menggenggam cincin tua yang tergantung di liontinnya. Satu-satunya peninggalan wanita yang melahirkannya. Satu-satunya petunjuk yang tersisa sejak dirinya diculik saat bayi. "Tolong aku..." Ucap Anelies dengan penuh keyakinan. "Tolong aku dengan kekuatan apapun." Tiba-tiba sebuah kilasan masa depa melintas cepat di kepala Anelies. Terlalu banyak kematian mengerikan... "Tidak mungkin!" Anelies menggeleng, dan tiba-tiba hidungnya berdarah. Darah hitam yang sangat kental.— Eveline —Darren and I needed a little time to ourselves. We needed to re-energize ourselves. It hadn’t been long since the earthquake, then the attack on Ghealach. It was too much.We didn’t go anywhere fancy. No glitzy resort. It wasn’t the sun we needed but each other. Everyone let us have our space. Blakemore has a big territory, so we went to a waterfall one day, a lake the other, we would hike in the woo
— Kaden —“What is the status?” I asked Jaxx.“72% of location covered for information extraction, phase three nearly complete,” Jaxx told me.“Jayson?” I said a little louder.
— Ylva —We were flying back to Blakemore. The little twit in tow. Kaden had left his office to his sister and her mate and he was sitting calmly with his men, his head back, eyes closed. I knew he wasn’t sleeping.I received a text.“You had one of them tortured,” I
— Kaden —Once Eva has been secured. It took us around eight minutes to rush the fortress and take it. Vanargand was with us, and guided a team to where there could be survivors. He’d been good to his words.Before we went in, Rayner—who was the man who secured Eva in the woods—told me how Eva pleaded with him to return Mads’ body. I would have done it regardless, but still. It didn&rsq
— Kaden —
— Ylva —
— Eveline —
— Eveline —
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
RebyuMore