Bought To Breed: A Mate For The Twins Alphas

Bought To Breed: A Mate For The Twins Alphas

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-08-21
Oleh:  Gold ZeeBaru saja diperbarui
Bahasa: English
goodnovel16goodnovel
Belum ada penilaian
9Bab
196Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Sold by the man who swore he loved her, Seren Ashvale arrived at Vord territory expecting death. Instead the twin Alphas wanted her for one purpose, an heir their dying bloodline desperately needed. But the bond that bound her to both men was forbidden by law and impossible to deny. Pregnant, hunted by the council, and finally chosen by two Alphas at once, Seren had to fight to keep a love the world said could not exist.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Chapter One- The Things She Overheard

Bab 1 Malam Pertama

"Saya terima nikahnya Anggita Larasati binti Amran dengan mas kawin tersebut di atas dibayar tunai."

"Saksi, apakah sah?"

"Sah."

"Alhamdulillah."

Suasana haru mengiringi doa yang diucapkan setelah akad nikah. Kebahagiaan dirasakan keluarga Pak Amran yang derajatnya mulai sedikit terangkat. Namun tidak dengan putri sulungnya yang berperan sebagai mempelai wanita. Gadis berparas rupawan, hidung bangir dan bulu mata lentik itu tengah murung. Meski berbalut kebaya putih dengan bawahan kain jarik serta sanggulan rambut sederhana membuatnya tampak mempesona, tetapi tidak dengan hatinya.

Rancangan demi racangan telah dirajut di otaknya. Bagaimanapun dia tidak menginginkan pernikahan ini. Dia ingin sekuat tenaga melarikan diri. Akad nikah berlangsung di ruangan yang terpisah untuk laki-laki dan perempuan. Kedua mempelai bahkan tidak ada inisiatif saling bertatap muka karena sedari awal mereka tidak menginginkan acara ini. 

Bahkan Gita sendiri belum tahu dan tidak mau tahu siapa suaminya. Menghafal namanya pun tidak ada dalam pikirannya. Yang dia tahu suaminya adalah laki-laki bernama Atmaja, sudah punya istri dan anak sepuluh tahun lebih tua darinya. Artinya Gita akan menjadi istri kedua dan sekaligus ibu tiri untuk anak usia 28 tahun. 

"Yang benar saja? Ini sungguh gila. Aku harus kabur malam ini. Tapi kemana?" Gita memutar otak sembari mencari tas jinjing. Ia memasukkan beberapa helai pakaian ke dalam tas, juga beberapauang yang dipunya. Tidak lupa ia membawa beberapa berkas penting untuknya mendaftar kuliah atau mencari kerja di kota pelajar.

Sibuk sendiri tanpa mempedulikan acara, Gita mencari adiknya yang masih menginjak kelas 1 SMP.

"Apapun yang terjadi jangan bilang siapa-siapa kalau kakak kabur ya! Ini demi kebaikan keluarga kita. Kakak ingin merubah hidup kita menjadi lebih baik. Kamu tidak mau membiarkan kakak terjebak pernikahan dengan orang yang sudah beristri, bukan?"

"Tapi, Mbak? Mbak Gita mau pergi ke mana?"

"Mbak belum tahu, yang penting jauh dari rumah."

"Mbak yakin tidak apa-apa?

"Tidak ada waktu lagi. Kamu cukup membawa tas ini ke gardu ronda. Mbak akan menyusul nanti."

Selepas Isya, Gita sudah berhasil keluar menuju gardu sekitar 300 meter dari rumahnya. Jantungnya mulai berdebar kencang saat kakinya melangkah ke halaman hingga sampai melewati pagar. Ia menoleh ke arah bangunan rumahnya. Bulir bening menetes membasahi pipi. Sejatinya, ia tidak tega meninggalkan orang tuanya. Namun, semua demi meraih cita-citanya memperbaiki kehidupan keluarganya yang saat ini sedang terpuruk.

“Maafkan, Gita, Pak, Bu! Gita janji, kalau sudah berhasil, Gita akan mengabari kalian.”

Langkah kaki semakin dipercepat, Gita akhirnya sampai di sebuah gardu. Beruntung gardu masih sepi. Biasanya ada rombongan bapak-bapak meronda, tetapi jam segini belum datang.

“Buruan pulang. Jangan sampai seisi rumah curiga sama kamu!” Gita memaksa adiknya segera kembali. Mereka akan curiga jika keduanya tidak ada di rumah.

Di sebuah kamar yang sengaja dihias sebagai kamar pengantin, seorang laki-laki gagah dan berwajah tampan tengah memandang sepucuk kertas yang terletak di atas meja terselip di bawah vas bunga. Dibuka kertas putih berhiaskan tinta hitam itu, lalu dibacanya dengan seksama.

Maaf, saya tidak bisa menjalankan tugas sebagai istri. Izinkan saya pergi!

Meremas kertas hingga tak berbentuk, laki-laki itu menggertakkan giginya, membuat rahangnya mengeras. Kedua tangan terkepal hingga buku-bukunya memutih. Rasa panas di dada pun menyeruak.

"Kurang ajar, jangan sebut namaku Bintang Lazuardi Atmaja jika aku tidak bisa menghancurkanmu! Sampai ke ujung dunia pun aku pasti menemukanmu."

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Tidak ada komentar
9 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status