WOLVES AMONG SHADOWS

WOLVES AMONG SHADOWS

last updateHuling Na-update : 2024-08-05
By:  AllureOngoing
Language: English
goodnovel18goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
24Mga Kabanata
1.3Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Dean is a werewolf consumed by vengeance, tirelessly hunting his mother’s killer through the dangerous territories of rival packs. His single-minded quest brings him to the brink of obsession, threatening to overshadow his duties as a pack leader. Meanwhile, Vivian, the devoted daughter of a sick Alpha, juggles her responsibilities within her own pack, fighting against internal strife and external threats. When their worlds collide, Dean and Vivian find their lives intertwined by fate and necessity. As Dean's relentless chase is leading him to discover shocking truths and hidden plans, Vivian faces the problem of protecting her pack’s future amidst growing instability. Together, Vivian and Dean must navigate the treacherous landscape of werewolf politics, where old grievances and new alliances can mean the difference between life and death. In the depth of battles and betrayals, Dean and Vivian discover a shocking connection that could change everything. As they join forces and strength to confront and challenge their shared enemies, they must also confront their own pasts and the choices that have defined them. Wolves Amongst Shadows is an intriguing tale of revenge, mystery, betrayal, and love in a world where trust is fragile and brittle while power is fiercely contested.

view more

Kabanata 1

CHAPTER 1

"Diam kamu!"

"Eduardo, kalau dulu saat mengandung putri kita, aku nggak dilanda depresi, aku juga takkan kehilangan rasa aman seperti ini!"

"Alasan cerai yang nggak masuk akal seperti ini, aku nggak terima!"

Silviana menunjuk tepat ke hidungku, matanya mulai memerah.

Aku bahkan malas menatapnya. Sambil menutup tas kerjaku, aku berkata dengan dingin, "Tanda tangani. Jangan paksa aku."

Setelah berkata begitu, aku segera membawa barang-barangku dan pergi.

Seluruh keluarga menatap Silviana yang gemetar di sekujur tubuhnya dan aku yang pergi dengan tekad bulat.

Terdengar bisikan pelan.

Mereka merasa heran, bagaimana mungkin aku yang dulu selalu menempatkan Silviana di atas segalanya kini bersikeras bercerai hanya karena hal sepele seperti ini.

Silviana tertegun sejenak, berusaha mengulurkan tangan untuk menarikku.

Ayahnya, Pak Nicholas, juga gelisah hingga hendak berdiri.

Aku baru saja meninggalkan kursi, tetapi tiba-tiba dokter psikolog Silviana, Stylon, menekanku kembali ke kursi.

"Pak Eduardo, istrimu mengalami depresi pascamelahirkan yang sangat serius, dia sangat kekurangan rasa aman."

"Dia mengunci pintu hanya untuk melindungi dirinya sendiri! Sebagai suami, bagaimana kamu bisa begitu kejam?"

"Justru karena kamu terus mencari-cari masalah seperti ini, kondisi Silviana makin hari makin memburuk!"

Para kerabat segera berpihak kepada Stylon.

"Dokter Stylon benar!"

"Menurutku anak ini cuma sedang kesal, lalu melampiaskannya pada istrinya!"

"Seorang menantu yang tinggal bergantung pada keluarga istri saja masih berani bersikap begitu! Kalau bukan karena Silviana menyukainya, mana mungkin dia bisa hidup senyaman sekarang!"

Satu tatapan dari Silviana segera menghentikan omongan para kerabat, lalu dia memandangku dengan lemah lembut, menurunkan suaranya untuk membujuk, "Suamiku, maaf ya."

"Aku tahu penyakitku ini membuatmu merasa tertekan. Dulu kamu nggak pernah meninggikan suara kepadaku. Demi sepuluh tahun kasih sayang kita sebagai suami istri, jangan marah lagi, ya."

"Apa biaya pengobatan ibumu kurang lagi? Jangan sungkan untuk bicara, ibumu juga keluargaku."

Melihat Silviana membujukku dengan suara rendah seperti itu, semua orang terus memuji-mujinya, tetapi tatapan mereka kepadaku justru makin tajam.

"Ardo, Viana sebagai orang sakit, masih bisa memperlakukanmu seperti ini, kamu seharusnya sudah puas."

"Masalah ibumu, kapan keluarga kami nggak memikirkannya? Berapa pun biayanya, katakan saja, pasti ada jalan."

Pak Nicholas berkata perlahan sambil bertumpu pada tongkatnya.

Aku tahu, dia mengira aku terlalu menjaga hati nurani dan harga diri, merasa sungkan meminta bantuan lagi pada Keluarga Luis, sehingga aku memakai cara ini.

Aku dengan tenang menatap Silviana yang hendak menarik tanganku, lalu dengan ringan menghindar dan berkata datar, "Perasaanku sudah nggak ada. Kita bercerai saja."

Seluruh ruangan segera menjadi sunyi senyap.

Silviana berlari memelukku, berseru dengan suara tercekat tangis, "Ardo, jangan bohongi aku ...."

Aku segera mendorongnya menjauh dan mundur dua langkah.

"Ini kenyataan!"

"Sampai di sini saja. Sisakan sedikit harga diri."

Silviana berdiri terpaku di tempatnya, sementara putri kami di dalam kereta bayi menangis keras.

Aku pun mengabaikan semua orang di ruangan itu dan segera berjalan pergi.

Pranggg!

Sebuah gelas kaca dilempar Stylon, menghantam keras di depan kakiku.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Walang Komento
24 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status