Share

Bab 600

Penulis: Ayesha
Sementara itu, tatapan Lambert dengan cepat menyapu kerumunan mencari Brielle. Melihat Brielle sedang bersama orang-orang MD, dia memasukkan satu tangan ke saku celananya dan berjalan mendekat dengan elegan.

"Pak Lambert," sapa Jared sambil tersenyum.

"Boleh kupinjam Profesor Brielle sebentar untuk ngobrol?" Lambert bertanya dengan nada humoris.

Jared dan yang lain pun pergi dengan pengertian, memberi mereka ruang untuk berbicara.

"Malam ini kamu benar-benar cantik." Lambert mengambil dua gelas
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Suryat
thor..kasih pov Raka dong...
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
mantan ga rela brielle di kagumi byk lelaki...Lambert lgs beraksi...penasaran siapa nanti nya sama brielle....Lambert ato Niro. ya...kalau Niro sih agk susah ya Krn bertugas terus..kalau Lambert lbh cocok sih..selain 1 kota.....pengusaha sukses jg ada Vivian yg bs lgs JD sodara Anya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1072

    Jay berdiri sambil memandang Devina dari atas, tatapannya tajam seolah bisa menembus segalanya."Kamu kira aku masih orang bodoh seperti dulu yang bisa kamu tipu cuma dengan beberapa tetes air mata? Air matamu sekarang bukan penyesalan, tapi takut kehilangan aku sebagai cadangan. Takut kehilangan sumber daya dan materi yang bisa aku kasih ke kamu."Air mata Devina masih menggenang di sudut matanya, tapi wajahnya sudah menunjukkan kepanikan karena isi hatinya terbongkar."Jay, kenapa kamu bisa bicara seperti itu ...."Jay langsung memotongnya, "Nggak usah akting. Jalani sendiri jalan yang kamu pilih. Soal waktu dan uang yang aku habiskan untuk kamu, aku anggap sudah selesai. Jadi, jangan pernah lagi muncul di depanku seumur hidup ini. Jangan datang lagi membuatku muak."Nada bicara Jay terdengar tenang, tapi setiap katanya seperti pisau yang menusuk hati Devina. Devina akhirnya benar-benar sadar bahwa semua kepura-puraan dan cara liciknya sudah tidak berguna lagi di hadapan Jay yang sud

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1071

    Devina membelalakkan mata. Terutama saat Jay menyebut Lambert, dia langsung panik seolah semua rahasia dan pikirannya sudah dibaca oleh Jay."Jay, kamu ini ngomong apa sih? Aku dan Lambert dari dulu cuma teman!""Sudah sampai sekarang, kamu masih pikir aku ini pantas jadi orang bodoh yang kamu permainkan seenaknya?"Tubuh Devina langsung terasa dingin. Apa sebenarnya yang sudah diketahui Jay? Kenapa dia bisa tiba-tiba melihat semuanya dengan jelas?"Bukan begitu, Jay, kamu dengarkan aku. Aku dan Raka hanya hubungan transaksi, aku dan Lambert juga cuma teman. Tapi kamu tahu perasaanku ke kamu itu sungguhan. Aku nggak pernah menyangkal kalau aku suka kamu."Devina buru-buru melangkah maju dan ingin meraih lengan Jay, ingin menjelaskan semua perasaannya. Namun, Jay menghindari sentuhannya dengan jijik."Jangan sentuh aku."Jay mundur satu langkah untuk menjaga jarak darinya. Rasa jijik di matanya hampir meluap."Devina, mulai sekarang aku nggak sudi lagi disukai kamu. Ke depannya, jangan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1070

    Senyum Devina sempat membeku dua detik, lalu dia tiba-tiba menunjukkan ekspresi memohon. "Bu Siria, bisa bantu aku? Biarkan aku bertemu Jay dulu untuk bicarakan urusan pribadi?"Siria tertegun. Melihat waktu janji dengan Jay masih cukup lama, dia mengangguk. "Oke, kamu naik saja dulu. Nanti aku menyusul."Devina langsung diam-diam merasa senang. Dia masih belum tahu kenapa Jay menghindarinya, jadi dia harus mencari tahu dulu. Kalau Siria ada di sana, itu akan mengganggu caranya berbicara dengan Jay."Terima kasih banyak, Bu Siria. Kamu baik sekali," kata Devina dengan penuh rasa terima kasih.Siria berkata, "Aku tunggu di lobi saja. Kamu naik dulu."Devina melirik jam tangannya, lalu berjalan cepat menuju arah lift. Para resepsionis tidak berani menghentikan kedua wanita yang dekat dengan Jay ini. Apalagi, Devina adalah tamu kehormatan Jay sebelumnya. Setiap kali Devina datang, dia tidak pernah perlu membuat janji dan bisa keluar masuk sesuka hati.Sementara Siria, belakangan ini dia s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1069

    Devina menggenggam ponselnya erat. Tentu saja dia tahu itu hanya alasan dari Gavin, Raka memang tidak ingin menerima teleponnya."Pak Gavin, ini soal kerja sama antara Grup Datau. Aku ingin minta Raka ....""Bu Devina." Gavin tiba-tiba memotongnya dengan nada yang tetap tenang, "Untuk urusan kerja sama bisnis, silakan langsung hubungi divisi terkait. Pak Raka nggak menangani hal-hal seperti itu. Kalau nggak ada hal lain, aku tutup teleponnya.""Tunggu, Gavin ...." Devina berseru dengan cemas, "Apa kamu nggak bisa bantu menyambungkannya? Atau kasih tahu aku dia ada di mana, aku akan datang sendiri menemuinya.""Maaf, Bu Devina. Jadwal Pak Raka nggak bisa diinformasikan. Sampai jumpa." Gavin menutup telepon dengan tegas.Devina duduk kaku di tempat, mendengar nada sambung yang berulang-ulang, seolah menjadi ejekan baginya. Rasa terhina dan tak berdaya langsung membanjiri dirinya. Kapan dia pernah diperlakukan sedingin ini? Bahkan Gavin sekarang bersikap seperti ini padanya?Devina menggi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1068

    Perasaan dan kondisi batin Raline sekarang memang sudah banyak berubah. Dari awal yang penuh ketakutan terhadap penyakitnya, kini dia benar-benar sudah lebih tenang. Lagi pula, jika dia bisa pulih, itu berarti penyakit ibunya juga memiliki harapan untuk disembuhkan.....Di vila, Devina baru saja menerima telepon dari ibunya dan suasana hatinya sedang buruk. Freyna membawa kontrak iklan yang baru diterima dan meletakkannya di depannya."Devina, aku tahu belakangan ini suasana hatimu nggak baik. Tapi, uang yang datang sendiri ini, apa nggak sebaiknya kita ...."Devina melihat kontrak iklan itu, lalu berkata dengan kesal, "Iklan sampah apa ini? Kamu suruh aku jadi bintang iklan popok?""Bukan, maksudku ...." Freyna mencoba menjelaskan.Devina membanting kontrak itu ke meja dengan marah, "Kamu pikir aku sudah terpuruk sampai harus menerima iklan apa saja? Iklan yang merendahkan statusku begini, jangan pernah kamu bawa lagi."Freyna menghela napas, lalu membujuk dengan sabar, "Devina, seka

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1067

    Dari balik kaca, Brielle melihat Raka yang duduk tenang di kursi dan lengannya terulur. Perawat melakukan prosedur pengambilan darah dengan terampil.Seolah menyadari keberadaan Brielle di luar, Raka mengangkat kepala. Tatapannya kembali dalam dan tenang seperti biasa. Tatapan mereka sempat bertemu sesaat, lalu Brielle langsung berbalik untuk pergi.Perawat mencabut jarum dan menekan bekas tusukan dengan kapas. Raka mengucapkan terima kasih dengan suara pelan, lalu berdiri. Dia menggulung lengan kemeja dan memperlihatkan lengannya yang kokoh. Setelah menekan beberapa detik, dia merapikan kembali lengan bajunya dan berjalan menuju pintu dengan tenang.Brielle baru hendak masuk ke kantor ketika mendengar langkah kaki di belakangnya. Dia pun berbalik.Raka berdiri beberapa langkah darinya dan menjaga jarak yang tepat."Dokter Brielle," sapanya dengan nada bicara formal.Brielle mengangkat pandangan dengan dingin. "Ada perlu?""Aku datang untuk menyelesaikan pengambilan darah minggu ini,"

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 518

    "Maaf, Profesor," ucap Brielle segera."Nggak apa-apa," jawab profesor itu sambil tersenyum ramah dan sedikit bergeser memberi ruang.Brielle nyaris menempel dengan Raka. Punggungnya menegang, sementara aroma khas cedar dari tubuh pria itu membuat napasnya nyaris tertahan.Ketika lift tiba di lantai

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 552

    Brielle dan Raka sama-sama tertegun. Apa suara mereka tadi sebesar itu?"Papa dan Mama nggak berkelahi, kami hanya sedang membahas sesuatu," jelas Raka dengan lembut."Kalau begitu, besok kita bisa pergi ke pantai bersama nggak?" Anya menengadah, wajah mungilnya yang penuh bekas air mata menatap ked

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 537

    Setelah Faye selesai beres-beres, dia menggigit bibir merahnya. "Brielle, suatu hari aku pasti akan mengalahkanmu."Brielle bukan satu-satunya orang yang tak tergantikan di laboratorium. Masih ada dirinya.Setelahnya, Madeline mendengar dari asisten bahwa Raka datang tadi. Dia kira-kira bisa menebak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 521

    Tatapan Raka semakin dalam. Jakun di lehernya sedikit bergerak, tapi akhirnya dia tidak mengatakan apa-apa. Meski begitu, kopi itu benar-benar dia bawa pergi.Pintu ruang kerja Brielle tertutup rapat. Dia berdiri di depan meja kerjanya, menggertakkan gigi dengan marah. "Berengsek," umpatnya pelan.N

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status