로그인Selama enam tahun pernikahan, Brielle Sudarma selalu menjalankan perannya sebagai Nyonya Pramudita dengan sepenuh hati. Baru belakangan dia tahu, ternyata Raka selama ini menghidupi cinta pertamanya di luar negeri. Dulu Brielle mengira, hati sedingin apa pun tetap akan bisa luluh suatu hari karena ketulusan. Namun saat wanita itu memenangkan penghargaan internasional dan mengadakan pesta kemenangan, Brielle hanya bisa menatap anak perempuannya dibawa masuk ke ruang operasi yang dingin. Saat itulah, dia baru benar-benar sadar. Akhirnya, Brielle menarik kembali perasaannya yang selama ini dianggap tak berharga. Kemudian, dia menyerahkan surat cerai, lalu pergi bersama putrinya tanpa menoleh sama sekali. .... Setelah kembali menekuni karier, Brielle yang dulunya hanyalah ibu rumah tangga, berubah menjadi sosok yang paling dicari dalam dunia medis. Makalah ilmiahnya diterbitkan di jurnal internasional paling bergengsi dan penelitiannya memenangkan penghargaan dari berbagai negara. Ketika dia tampil memukau di hadapan dunia dan memutuskan untuk memberi dirinya sendiri kesempatan meraih kebahagiaan yang baru, pria yang selama ini begitu angkuh itu, akhirnya runtuh pertahanannya. Raka kehilangan akal sehatnya. Dia berlutut di hadapan Brielle dengan mata yang sembap dan memohon dengan rendah hati, "Brie ... jangan tinggalkan aku ...."
더 보기Di bandara, pukul 7 malam. Setelah menempuh penerbangan jarak jauh, Brielle dan Lambert membawa dua anak keluar dari pintu kedatangan. Kedua anak itu masing-masing sempat tidur di pesawat, jadi kondisi mereka masih cukup segar. Koper Brielle didorong oleh asisten Lambert."Capek?" tanya Lambert dengan perhatian.Brielle mengangguk. "Lumayan." Tadi di pesawat, dia juga sempat tidur sambil memeluk putrinya.Saat itu, asisten Lambert datang dan berkata, "Pak Lambert, mobil sudah sampai di depan bandara.""Baik." Lambert mengangguk, lalu berkata kepada Brielle, "Sebentar lagi kita bisa pulang dan istirahat."Lambert sudah mengatur mobil, jadi Brielle tidak meminta Frederick untuk mengaturnya.Saat itu, sepasang mata besar Anya melihat sosok yang berjalan mendekat di tengah kerumunan."Papa!" Anya berlari dengan senang.Raka mengenakan pakaian kasual, melangkah ke arah putrinya. Dia membungkuk dan mengangkat Anya ke dalam pelukannya. Pandangannya lalu tertuju pada Brielle di belakang. Saat
Raline menggertakkan giginya, lalu segera masuk ke akun media sosialnya sendiri, mengunggah tangkapan layar unggahan Lambert yang sudah dihapus, disertai keterangan.[ Ada orang yang setelah bercerai tak sabar memanjat ke atas, jadi membawa anak untuk menggoda pria lain. Benar-benar menjijikkan. ]Unggahan Raline ini terlihat oleh Gavin yang saat itu sedang bersiap naik pesawat di bandara. Karena Raline adalah orang Keluarga Pramudita, dia sangat memperhatikan setiap unggahannya. Setelah membacanya, dia tertegun dan tahu bahwa orang yang disindir dan dimaki Raline adalah Brielle.Gavin merasa jika unggahan ini sampai diketahui media, pasti akan berdampak besar pada citra Brielle. Dia pun segera menghubungi nomor Raka."Halo.""Pak Raka, beberapa menit yang lalu Nona Raline mengunggah sebuah status yang mungkin akan memengaruhi citra Nona Brielle." Setelah berkata demikian, Gavin langsung mengirimkannya.Setelah Raka kembali ke dalam negeri, dia terus lembur di perusahaan. Saat ini, di
Suasana hati Brielle sangat baik, begitu pula Lambert. Dia sebisa mungkin tidak memberi tekanan pada Brielle, menjaga suasana tetap ringan dan menyenangkan.Pada saat yang sama, beberapa kali ketika dia memotret anak-anak, dia sengaja memasukkan Brielle ke dalam bingkai. Di bawah lensa kamera, senyuman lembut Brielle bagaikan matahari hangat di musim dingin, begitu menawan.Duduk di kafe, Brielle menemani anak-anak memilih mainan dengan gaya yang unik, sementara Lambert memotret di samping. Di dalam foto, Vivian dan Anya berjalan di depan, Brielle berjalan di belakang. Saat menyadari bidikan Lambert, dia tersenyum padanya dengan tenang dan anggun.Lambert menekan tombol kamera. Adegan itu tampak seperti istrinya sedang merawat dua anak, berjalan ke arahnya dengan penuh kelembutan.Lambert memegang ponselnya, berpikir sejenak, lalu membuka aplikasi media sosial yang sudah lama tidak dia gunakan. Di akunnya, dia mengunggah beberapa foto. Pemandangan, anak-anak, cahaya matahari, serta fot
Gavin sudah pergi, sementara Lambert berjalan kembali ke tempat duduknya."Brielle? Kamu baik-baik saja?" Suara Lambert menarik Brielle kembali dari lamunannya.Brielle mengangguk. "Aku nggak apa-apa.""Mama, kapan Papa balik?" tanya Anya sambil menggigit roti.Brielle tersenyum dan mengusap kepala kecilnya. "Papa lagi sibuk kerja. Mungkin kamu baru bisa ketemu Papa setelah kita pulang ke tanah air."Karena ada Vivian yang menemaninya bermain, Anya tidak terlalu bergantung pada Raka lagi. Dia pun mengangguk.Lambert sedang memesan makanan, sementara Brielle mengambil ponselnya untuk melihat pesan. Sejak bangun pagi sampai sekarang, dia belum sempat memeriksa ponselnya. Begitu melihatnya, dia mendapati satu pesan dari Raka yang dikirim dini hari tadi.[ Maaf, aku ada urusan dan harus pulang lebih dulu. Gavin akan tinggal untuk mengatur urusan selanjutnya. ]Brielle melirik waktu. Pesan itu memang dikirim lewat tengah malam sedikit."Brielle, kamu masih ingin tinggal di sini untuk main s
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
평점
리뷰더 하기