LOGINSelama enam tahun pernikahan, Brielle Sudarma selalu menjalankan perannya sebagai Nyonya Pramudita dengan sepenuh hati. Baru belakangan dia tahu, ternyata Raka selama ini menghidupi cinta pertamanya di luar negeri. Dulu Brielle mengira, hati sedingin apa pun tetap akan bisa luluh suatu hari karena ketulusan. Namun saat wanita itu memenangkan penghargaan internasional dan mengadakan pesta kemenangan, Brielle hanya bisa menatap anak perempuannya dibawa masuk ke ruang operasi yang dingin. Saat itulah, dia baru benar-benar sadar. Akhirnya, Brielle menarik kembali perasaannya yang selama ini dianggap tak berharga. Kemudian, dia menyerahkan surat cerai, lalu pergi bersama putrinya tanpa menoleh sama sekali. .... Setelah kembali menekuni karier, Brielle yang dulunya hanyalah ibu rumah tangga, berubah menjadi sosok yang paling dicari dalam dunia medis. Makalah ilmiahnya diterbitkan di jurnal internasional paling bergengsi dan penelitiannya memenangkan penghargaan dari berbagai negara. Ketika dia tampil memukau di hadapan dunia dan memutuskan untuk memberi dirinya sendiri kesempatan meraih kebahagiaan yang baru, pria yang selama ini begitu angkuh itu, akhirnya runtuh pertahanannya. Raka kehilangan akal sehatnya. Dia berlutut di hadapan Brielle dengan mata yang sembap dan memohon dengan rendah hati, "Brie ... jangan tinggalkan aku ...."
View More"Hidupmu adalah pilihanmu sendiri. Jalan yang kamu tempuh juga kamu yang pilih. Nggak ada yang pernah memaksamu," jawab Brielle dengan tenang."Heh! Jangan pura-pura bermoral di depanku." Devina tiba-tiba berdiri tegak."Brielle, kuberi tahu ya, semua pria itu sama. Terutama pria seperti Raka yang berdiri di puncak. Orang yang paling mereka cintai selalu diri mereka sendiri. Sekarang dia memperlakukanmu dengan baik karena kamu berguna, karena kamu punya nilai.""Tapi suatu hari nanti, kalau dia menemukan wanita yang lebih bernilai darimu, dia juga akan membuangmu seperti sampah. Sama seperti yang dia lakukan padaku."Sorot mata Devina dipenuhi kebencian dan ketidakrelaan. Seolah dia ingin melampiaskan seluruh amarahnya di hadapan Brielle."Lagi pula, perempuan yang lebih muda dan lebih cantik darimu itu banyak. Bukankah pria selalu mengejar hal-hal baru? Kamu nggak takut setelah rujuk sama dia, dia malah berbalik mencari perempuan yang lebih muda?"Devina menatap Brielle lekat-lekat, b
"Pak Anwar, jangan goda aku begitu dong." Dengan agak manja, Devina mendorong pelan lengan Anwar.Tepat saat itu, Anwar melihat Raka yang berdiri di area tengah aula. Dia mencubit pinggang Devina pelan. "Mau sapa mantan kekasihmu nggak?"Tatapan Devina pun ikut mengarah ke tempat Raka berada. Dengan senyuman yang dipaksakan, dia berkata, "Dia sudah punya pendamping sekarang. Mana mungkin masih ingat sama aku?""Pak Anwar mau kenalan sama Pak Raka? Kalau mau, aku bisa kenalkan." Luigi ingin mengambil hati Anwar sekaligus memperluas jaringan relasinya di kalangan elite ibu kota.Ekspresi Anwar sedikit berubah. Dia menarik kerah dasinya sebelum menggeleng. "Lupakan saja. Tokoh sebesar itu bukan orang yang bisa kita dekati sembarangan."Sambil melambaikan tangan, dia tersenyum canggung. Di matanya tersirat rasa segan sekaligus kesadaran akan posisinya.Meskipun Raka bukan bagian dari kalangan elite Kyoza, Anwar tetap pernah mendengar tentang jaringan dan pengaruhnya di sana.Walaupun dirin
Saat melangkah memasuki lobi, Devina menegakkan punggungnya, menggandeng lengan Anwar, lalu memaksakan senyuman di wajahnya.Karena tak bisa menghindar, dia hanya bisa menghadapinya secara langsung. Lagi pula, dia tahu Jay tidak akan hadir. Beberapa hari lalu media memotret Jay sedang menemani istrinya melahirkan di luar negeri.Jadi, malam ini yang harus dia hadapi hanyalah Raka dan Brielle. Mungkin Lambert juga ada di sana, tetapi sekarang bukan saatnya lagi untuk mundur. Dia masih ingin bertahan di lingkungan ini.Kalaupun hari ini bisa menghindari mereka, besok atau lusa tetap akan bertemu juga. Cepat atau lambat, dia pasti harus menghadapi mereka. Lagi pula, kini tidak ada lagi yang perlu dia takuti.Terlebih lagi, melihat Raka dan Brielle datang bersama malam ini benar-benar membuatnya sulit percaya.Setelah mengalami begitu banyak hal, mungkinkah Brielle benar-benar sudah tak lagi menyimpan ganjalan terhadap Raka?Kalau dia menemukan kesempatan untuk mendorong sedikit, apakah hu
Devina menatap bayangan dirinya di cermin.Setelah berdandan, penampilannya memang tampak anggun bak bidadari. Namun, secantik apa pun paras dan penampilannya, di mata para konglomerat dia tetap hanyalah barang hiburan yang bisa diberi harga dan berpindah tangan.Akan tetapi, dia juga sadar betul bahwa tanpa Anwar, mungkin dirinya bahkan tidak mampu mempertahankan kehidupan yang tampak mewah seperti sekarang.Dia juga sangat memahami watak Anwar. Selama pria itu belum bosan padanya, dia tidak akan bisa lepas darinya.Pukul 6 sore, sopir Anwar sudah menunggu di depan. Devina masuk ke dalam mobil sambil terus berdoa dalam hati agar acara malam ini hanyalah acara di lingkaran pergaulan pribadi Anwar. Semoga dia tidak bertemu orang-orang yang seharusnya tidak ditemuinya.Bagaimanapun, teman-teman Anwar hanyalah sekelompok anak orang kaya yang hidup semaunya.Sedangkan orang-orang seperti Raka, Jay, atau Lambert yang berada di puncak piramida kalangan elite, sama sekali tidak sudi bergaul d
Jay mengangkat alis. Dia memahami kepedihan sahabatnya, karena dia sendiri juga menanggung kepedihan yang sama."Kalau memang nggak ada jalan lain, suatu hari kamu bisa bicara terus terang dengan Raka," Jay menyemangati.Lambert menggelengkan kepala. "Aku nggak bisa melakukan itu. Itu akan mencampur
"Keluarga Pramudita belum sampai jatuh ke titik harus kamu yang maju ke depan, 'kan? Atau kakakmu terlalu sibuk sampai nggak sempat menegurmu?" Tatapan Lambert tajam mengarah ke Raline.Jari Raline mencengkeram kuat tali tasnya. "Aku bicara atas namaku sendiri, nggak ada hubungannya dengan kakakku."
Namun pada saat itu, Raka menatap Harvis. "Pak Harvis, proyek sipil sepenuhnya berada di bawah tanggung jawabmu. Perekrutan tim, termasuk penentuan dan evaluasi penanggung jawab tiap kelompok riset, semuanya kamu yang pilih."Harvis mengangguk singkat, lalu berkata kepada semua yang hadir, "Penanggu
"Sepertinya hari ini kamu benar-benar jadi pusat perhatian." Suara yang bernada jelas penuh permusuhan terdengar dari belakang.Brielle melihat lewat cermin, Raline bersandar di kusen pintu dengan kedua tangan terlipat di dada. Bibir merahnya melengkung membentuk senyuman sinis.Brielle tidak menole


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore