Pertaruhan Terakhir Sang Pewaris

Pertaruhan Terakhir Sang Pewaris

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-07-04
Oleh:  NoeraAmeeraBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
9.2
5 Peringkat. 5 Ulasan-ulasan
10Bab
65Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Bagi Lazarus, Salsabila hanyalah perisai hukum untuk melindungi Safira. Bagi Safira, Salsabila adalah target kecemburuan yang harus dihancurkan. Bagi Salsabila, keduanya adalah sebuah koin untuk pertaruhan. Kadang balas dendam paling manis... dimulai dari pengorbanan.

Lihat lebih banyak

Bab 1

1. Transaksi Menukar Pengantin

"Tanda tangani sekarang, atau kamu keluar dari rumah ini tanpa membawa sepeser pun!" suara Jasper menggelegar di ruang tengah, gebrakan tangannya menggetarkan pajangan kristal di atas meja.

Tangannya yang gemetar menyodorkan selembar kertas bermeterai ke hadapan Salsabila.

Tatapannya menghunus tajam, menuntut kepatuhan mutlak yang biasa ia dapatkan selama lima tahun terakhir.

Salsabila bergeming di kursinya, melipat tangan di depan dada. Sepasang matanya menatap dingin lembar pelepasan hak waris atas nama Camelia, ibunya. Senyum tipis, hampir tak terlihat, terukir di sudut bibirnya yang pucat.

"Rumah ini dibangun dengan uang ibuku, papa," ucap Salsabila, suaranya tenang namun tajam seperti pisau. "Kekayaan Keluarga Chrysan hanyalah bayangan dari kemegahan Keluarga Alexandrite. Mengapa aku harus menyerahkan milik ibuku kepada pencuri?"

"Jaga mulutmu, Salsabila!" Eliza, ibu tirinya, memekik dari balik punggung Jasper. Jari-jarinya yang dihiasi cincin berlian besar menunjuk-nunjuk wajah Salsabila. "Kamu tidak tahu diuntung. Kami sudah menampungmu di sini!"

"Menampung?" Salsabila terkekeh, sebuah tawa hambar tanpa riak kebahagiaan. "Kalian mengunci pewaris sah di gudang bawah tanah selama lima tahun sementara kalian tidur di kamar mewah."

BRAK!

Pintu utama ruang tengah terbuka kasar, memutus ketegangan yang kian memuncak. Safira, adik tirinya, melangkah masuk dengan napas memburu dan wajah pucat. Air mata kemarahan mengalir deras, merusak riasan wajahnya yang tebal.

"Ini tidak adil, Papa!" teriak Safira, suaranya melengking frustrasi. "Kenapa jalang ini yang harus menikah dengan Lazarus? Lazarus milikku! Aku yang menyukainya sejak awal, Mama!"

Jasper mengurut pangkal hidungnya, mencoba meredam kepanikan. "Safira, tenanglah. Ini demi bisnis keluarga kita. Svarga meminta Salsabila, karena dia putri tertua."

"Lalu aku harus menikah dengan Rafael?" Safira histeris, menjambak rambutnya sendiri. "Pria koma yang tinggal menunggu ajal? Kalian ingin aku menjadi janda miskin sebelum sempat menikmati malam pertama?!"

Salsabila menyaksikan drama itu dengan tatapan murni seolah sedang menonton teater murahan. Informasi tentang rencana pernikahannya dengan pewaris utama keluarga Svarga ternyata telah bocor.

Kepanikan di wajah Jasper dan Eliza malam ini bukan lagi tentang kertas warisan, melainkan tentang ketakutan kehilangan kendali atas mutiara baru mereka.

"Aku tidak mau! Lebih baik aku mati!" Safira menyambar pisau buah dari atas meja kaca dengan gerakan kilat.

"Safira, jangan!" Eliza menjerit, mencoba menggapai lengan putrinya.

Safira berkelit, membalikkan badan, lalu berlari kencang menuju tangga melingkar. Langkah kakinya yang menghentak keras bergema ke seluruh penjuru rumah menuju lantai tiga.

Detik berikutnya, dentuman pintu kamarnya yang dibanting terdengar memekakkan telinga, disusul suara kunci yang berputar dua kali.

"Buka pintunya, Sayang! Jangan bodoh!" Jasper menggedor daun pintu kayu jati kamar Safira di lantai tiga dengan panik. Bahunya menghantam struktur kokoh itu berkali-kali, namun engselnya tetap bertahan.

"Safira, Ibu mohon turunkan pisaumu! Kita cari jalan keluar bersama!" Eliza menangis histeris, mencakar-cakar permukaan pintu hingga kukunya yang indah patah.

Dari luar mansion mewah itu, terdengar jeritan para pelayan yang mendongak ke atas. "Nona Safira! Jangan meloncat! Tolong panggil pemadam kebakaran!"

***

Di bawah, di area taman yang berbatasan langsung dengan proyeksi balkon lantai tiga, Safira sudah berdiri di atas pembatas besi. Angin malam mempermainkan gaun tidurnya yang tipis. Di tangan kanannya, pisau buah itu berkilau di bawah cahaya bulan, siap menggores nadinya sendiri jika ada yang mendekat.

Salsabila berjalan santai keluar menuju taman, berdiri tepat di bawah balkon dengan tangan terselip di saku gaunnya. "Turunlah, Safira. Kulitmu terlalu mulus untuk hancur di atas paving blok ini."

Safira menunduk, matanya yang merah menatap Salsabila dengan kebencian mendalam. "Kamu mengejekku? Kamu senang melihatku mati?!"

"Aku menawarkan kesepakatan," ujar Salsabila, suaranya dikeraskan agar menembus desir angin malam. Jasper dan Eliza yang baru berlari turun ke taman langsung terpaku mendengar ucapannya. "Ambil Lazarus. Aku akan mengambil tempatmu bersama Rafael."

Safira menurunkan pisaunya beberapa senti, ketertarikan mulai mengikis histerianya. "Kamu serius? Kamu tidak sedang menjebakku?"

"Aku tidak pernah bercanda tentang transaksi," jawab Salsabila datar. Ia menoleh ke arah Jasper yang tampak syok. "Dengan satu syarat. Kembalikan seluruh warisan keluarga Alexandrite kepadaku malam ini juga."

"Tidak bisa! Itu seluruh modal bisnis Keluarga Chrysan saat ini!" Jasper memotong cepat, wajahnya memerah, karena amarah dan ego yang terluka. "Jika semua aset dipindahkan atas namamu, aku akan jatuh miskin dalam semalam!"

Eliza menarik lengan baju suaminya dengan kasar, berbisik setengah mendesak di dekat telinga Jasper. "Pikirkan masa depan, Jasper! Jika Safira menikah dengan Lazarus, dia akan menjadi ratu di kerajaan bisnis Svarga. Aset Svarga tidak terbatas!"

Jasper tampak menimbang-nimbang, napasnya memburu saat melirik Safira yang masih berdiri di tepi balkon.

"Warisan Camelia itu hanya satu persen dari total kekayaan Svarga," bisik Eliza lagi, nadanya penuh manipulasi yang licik. "Itu tidak seberapa dibandingkan apa yang akan kita dapatkan dari Lazarus nanti. Biarkan anak haram itu mengambil rongsokan ibunya."

Jasper mengembuskan napas berat, bahunya merosot memberi tanda kekalahan. "Baik. Aku setuju. Turunlah, Safira."

Safira menyimpan pisaunya ke dalam saku gaun, melangkah mundur dari pembatas balkon, dan menghilang ke dalam kamar.

***

Beberapa menit kemudian, Safira sudah berlari ke taman, berdiri di depan Salsabila dengan napas yang masih memburu.

"Kamu tidak akan berubah pikiran, kan?" tanya Safira, matanya menyipit penuh selidik. "Kamu akan menjadi istri si mayat hidup Rafael. Aku akan menjadi nyonya besar Lazarus Svarga?"

"Keputusanku mutlak," Salsabila menegakkan punggungnya, menatap lurus adik tirinya. "Namun, daftar permintaanku belum selesai. Aku menginginkan seratus batang emas murni di brankas utama, seluruh bisnis alat transportasi Chrysan, dan divisi properti."

Eliza maju selangkah, senyum palsunya kembali mengembang dengan cepat. "Tentu saja, Salsabila sayang. Kami akan memberikan semuanya. Bagaimanapun, kita adalah keluarga yang saling menyayangi."

"Keluarga yang saling menyayangi?" Salsabila membatin, hatinya mengeras bagai batu karang ditampar kata itu.

Pikirannya melesat mundur ke garis waktu lima tahun lalu, saat usianya masih lima belas tahun. Hari itu, genangan air mata di pipinya belum kering meratapi jenazah Camelia yang baru saja dikebumikan.

Sore itu juga, Jasper pulang membawa Eliza dan Safira ke dalam rumah mereka. Ia memberi tahu semua orang, bahwa Eliza dan Safira adalah keluarga barunya. Keduanya menikah, beberapa tahun lalu, membangun bisnis transportasi menggunakan kekayaan keluarga Alexandrite, saat Camelia berjuang melawan kanker sendirian, hingga meninggal.

Keesokan harinya, Jasper melempar seluruh barang-barang Salsabila ke koridor luar. "Kamar ini sekarang milik Safira. Kamu, pindah ke lantai bawah!"

Bawah yang dimaksud Jasper adalah gudang bawah tanah yang lembap, dingin, dan minim cahaya.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

Lailiela
Lailiela
Lanjut terus ceritanya Thor sampai tamat, semangat!!
2026-07-04 20:13:33
0
0
iin manaf dare
iin manaf dare
Keren nih novel Thor. Jesper jangan galak ke Safira Ya
2026-07-04 19:12:41
0
0
Octopuz
Octopuz
Author kebangetan! Ini siksaan emosional, tapi aku ketagihan baca ... bayangin coba, kamu dikasih hadiah dipuja ternyata cuma jadi tameng & dianggap cewek gudang
2026-07-02 09:56:09
0
0
august
august
Gila sih! Baru bab 1 doang udah ditampar realita. Definisi Salsabila, "diam mematikan" crazy update dong
2026-07-02 08:20:00
0
0
Sofia
Sofia
Kirain beneran malaikat ternyata iblis bertopeng pangeran, sesuai namanya Lazarus. Salsabila nyadar, Lazarus pangeran neraka bukan surga sehingga dikasih ke adik tirinya yang iri. Plot twist banget, bikin nagih baca terus ...
2026-07-02 08:50:50
0
0
10 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status