공유

Abai

last update 최신 업데이트: 2025-05-30 23:23:18

"Jangan coba macam-macam padaku," ucap Rigel saat Harlan mencoba meraih tangannya.

Perkara seperti ini tidak pernah usai. Segala hal sudah Rigel lakukan dari mulai perduli sampai abai. Ingatkan ia rasa diabaikan oleh Harlan dulu. Rasa sakit hati dan putus asa usai kehilangan anak dan cintanya sekaligus adalah ulah Pria ini.

"Aku masih menunggumu untuk memberiku pengampunan." Harlan memelas padanya.

"Bisa-bisanya kau menarikku ke dalam kantor pribadimu hanya untuk membicarakan omong kosong ini lagi," sahut Rigel dengan tatapannya. Pria itu masih memohon padanya bahkan kini memojokkan tubuhnya ke dinding yang dingin. Mengurung tubuh Rigel dengan memegang tangan Rigel ke atas. Menguncinya di sana.

Rigel menatap kedua mata hijau yang kosong itu. Sangking jernih kekosongan itu bisa melihat pantulan Rigel sendiri. "Pernahkah kau memikirkanku saat kau mengabaikanku dulu?" tanya Rigel.

"Bagaimana bisa aku tidak memikirkanmu, aku bahkan panik saat kau menerima misi mengasingkan diri ke kota
이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Cinta Sang Pengantin Bulan Jadi Rebutan   Season II: Permaisuri Bulan dan Permatanya

    "Di Bumi kau dianggap peri," celetuk Arun."Ha?" "Benar, semua orang menganggapmu sosok suci dan penolong tapi siapa sangka kau malah ketus," ucap Arun sambil beranjak berdiri. Tubuhnya yang dua kali lipat lebih kekar dan tinggi dari Cassiel berdiri dihadapannya. "Kau tahu soal Pria Terinfeksi itu bukan? jangan katakan kau sengaja membawa virus itu Ke New Neoma?""Aku tidak tahu, sudah kukatakan dengan jujur." Arun memandangi kedua mata Cassiel yang menyalang terang. Ia tak merasa takut akan ancaman dan sumpah serapah Cassiel padanya bahkan tuduhan itu tak berarti jika Cassiel seindah seperti rumor dari bumi. Cassiel menarik napas cukup panjang setelah itu menggelengkan kepalanya. Kedua mata biru Cassiel tenang dari biasanya saat ini. "Kau! oh Ya Tuhan ... isi kepalaku penuh, betapa aku mendambakan bumi sampai kalian datang padaku untuk harapan yang tak pernah kutahu," ucap Cassiel frustasi. "Yang Mulia, aku akan melakukan apapun yang kau minta jika kau menerima ajakanku," sahut A

  • Cinta Sang Pengantin Bulan Jadi Rebutan   Season II : Sang Pangeran Bulan

    "Ibu aku masuk ya," ucap Cassiel sambil menyelinap masuk ke dalam ruangan isolasi itu. Cassiel sudah mengenakan jubah pelindung khusus lengkap dengan maskernya. Rigel yang memakai pakaian serupa segera menoleh menatap Sang Putera. "Cassiel, kupikir kau pergi tidur setelah menghantar Anak itu," celetuk Rigel. Cassiel langsung memutar kedua bola matanya malas. "Aku mulai membencinya," ketus Cassiel sambil mendekati Sang Ibu. "Kenapa? kau tak boleh seperti itu memperlakukan tamu kita," sahut Rigel."Itu karena bisa-bisanya dia mengiraku perempuan," ucap Cassiel sambil menahan malu.Sebelah alis Rigel menaik setelah itu dia terkekeh geli. Ia tatap anaknya itu sejenak. "Cassiel hanya masih dalam masa pertumbuhan, jadi jangan tersinggung." Rigel berucap lembut agar menenangkan Cassiel yang sedang merajuk. Memang benar jika Cassiel itu tumbuh dengan indah, ia memiliki rambut hitam panjang yang berkilau, paras menuruni Sang Ayah yang tak digubris ketampanannya namun Cassiel memiliki energi

  • Cinta Sang Pengantin Bulan Jadi Rebutan   Season II : Harus Berteman

    "Jadi Harlan memintamu kemari untuk pesan ini?" tanya Rigel sambil memegang secarik amplop surat. Rigel sudah mendengarkan ucapan Cassiel yang datang dengan seorang Pemuda Besar itu. Sejenak Rigel memandangi Pemuda itu. Ia lihat dari atas hingga bawah. "Kenapa anak ini familiar sekali," batin Rigel sambil menghela napas."Namamu Arun Mintaka, bukan?""Benar Yang Mulia.""Mintaka itu yang kukenal hanya Corrie, sahabat lamaku." "Itu ... benar Yang Mulia." "Terus katamu pada Cassiel jika kau anak dari Harlan.""Benar Yang Mulia."Rigel menghela napas cukup panjang. Ia memijat kepalanya sendiri. "Sersan katamu ya, apa kau regu penyelamat?" tanya Rigel.Pemuda itu langsung mendelik terkejut. "B-bagaimana Anda tahu Yang Mulia?""Begini Arun, bisa kusimpulkan kau berasal dari bumi, aku juga berasal dari sana dan pernah ada diregu yang sama denganmu ... katakan saja sejujurnya apa misimu?" tanya Rigel bernada lembut. Arun tertegun pada pertanyaan Rigel. Ia menatap Rigel yang duduk berdamp

  • Cinta Sang Pengantin Bulan Jadi Rebutan   Season II : Dia dari Musim Panas

    Dua Tahun Kemudian ... Langit cerah diawal pagi sudah perlahan-lahan memudar oleh petang yang akan tiba. Di sebuah Ruang Perpustakaan Istana New Neoma. Seorang Pemuda masih sibuk menulis dari pagi hingga senja. Tangan rampingnya menjabarkan tulisan dari beberapa buku-buku yang ditumpuk diatas meja. Tok ... Tok ...Rigel mengetuk pintu Perpustakaan dengan pelan. Dari ambang pintu ia memerhatikan sejenak Putra Kecilnya yang sudah tumbuh dewasa. Rigel mengulum senyuman manisnya. Dia tak berubah meski itu menyedihkan tapi ia bisa mengawasi pertumbuhan Putra satu-satunya. "Cassiel masih sibuk belajar?" tanya Rigel.Cassiel menghentikan kegiatan menulisnya. Ia beranjak berdiri dari tempat duduknya. Tubuhnya sudah tinggi dan tegap. Rambut hitamnya dibiarkan tumbuh panjang sebahu setelah itu diikat dengan pita biru tua. Kedua mata biru cerah itu menatap Sang Ibu. "Tahun ini Cassiel harus lulus tes masuk Akademi Kerajaan, jadi harus belajar," jawab Cassiel tersenyum.Rigel mengangguk. "Tap

  • Cinta Sang Pengantin Bulan Jadi Rebutan   Season II : Permintaan Maaf

    "Kau ingat aku Rigel?" tanya Adriel tak percaya.Rigel yang sedang menitikkan air matanya itu mengangguk. "Bodoh, tentu saja, apa itu hal yang kau ucapkan setelah aku pulih?" sindir Rigel dengan suara gemetar menahan isak tangisnya.Adriel langsung duduk dipinggiran ranjang setelah itu memeluk Rigel. "Maafkan aku, memang sulit percaya tapi aku senang akhirnya kau ingat lagi," ucap Adriel. Pria itu tak diragukan lagi menatap haru Rigel saat itu. Adriel mengusap puncak rambut Rigel setelah itu memeluknya lagi dengan erat. Di depan pintu, sosok Cassiel diam membeku mendengar perbincangan kedua orang tuanya. Ia tak mau mengacaukan kebahagian ini meski kedua mata biru miliknya sudah berkaca-kaca. Cassiel melangkah mundur agar memberi ruang waktu untuk kedua orang tuanya. "Yang Mulia, Anda menangis?" tanya Anna yang kebetulan lewat.Cassiel menggeleng sambil tersenyum simpul. "Bibi Anna kini aku sudah menentukan jalan hidupku," ucap Cassiel. "Kenapa Anak itu? aneh sekali tiba-tiba," cele

  • Cinta Sang Pengantin Bulan Jadi Rebutan   Season II : Jika Tetap Seperti Ini

    Jika Rigel tidak berpikir keras, dia mulai goyah sendiri. Ketika sampai didepan rumahnya. Ia melihat seorang Pria berjaket kulit hitam sedang bersandar disebuah mobil hitam. Ia sedang menikmati sepuntung rokok yang jarang ditemui di Negeri ini. Itu Harlan Zidane. Pria itu entah sudah berapa lama menunggu kehadiran Rigel. Ia menikmati rokoknya tanpa sadar jika sedari tadi Rigel sedang memerhatikannya. Rigel menelisik wajah dan paras Pria itu. Ia menyadari tanda-tanda usia menua Si Pria kekar itu."Kak, ada beberapa helai uban dan kerutan di wajamu, Kau ... berusia berapa saat ini?" tanya Rigel.Harlan terperanjat setengah mati. Ia sampai menjatuhkan puntung rokoknya. "Rigel! apa maksudmu?" tanya Harlan keheranan. Rigel segera menggelengkan kepalanya. "Tidak hanya saja, aku melihat diriku dan dirimu berbeda usia cukup jauh padahal bukankah usia kita hanya beda beberapa tahun saja?" tanya Rigel. Harlan menghela napas cukup panjang. Tangan kanannya meraih meraba wajah Rigel kemudian me

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status