تسجيل الدخولPutrinya berada di ambang maut dan sangat membutuhkan transplantasi sumsum tulang dari ayah kandungnya. Namun, saat putrinya berjuang antara hidup dan mati, sang ayah yang selalu dirindukan justru membangun sebuah kastel kristal untuk putri dari cinta pertamanya, bahkan menyalakan pesta kembang api di seluruh kota demi merayakan ulang tahunnya. Nadine menelepon berkali-kali. Namun, dari seberang telepon, yang terdengar hanya dua kata dingin. "Aku sibuk." Setelah itu, telepon langsung dimatikan. Hingga tangan kecil putrinya berubah dari hangat menjadi dingin dan kaku ... pria itu tetap tidak pernah datang, meski hanya untuk melihat terakhir kalinya. Nadine keluar dari rumah duka sambil memeluk guci abu putrinya. Di sepanjang kawasan komersial, seluruh layar LED raksasa menayangkan video perayaan ulang tahun. Tiga orang yang telah mengorbankan nyawa putrinya itu bernyanyi dengan penuh kebahagiaan, membayangkan masa depan yang indah. Dulu, cinta Nadine kepada Damien sangat besar. Namun, kini sebesar itu pula kebenciannya terhadap pria itu.
عرض المزيدNadine terus meronta sekuat tenaga. Kedua tangannya memukul dada Damien tanpa henti sambil berteriak, "Damien, jangan mimpi! Sudah kubilang aku akan melunasi utang itu sendiri. Aku nggak butuh belas kasihanmu! Cepat turunkan aku dan berhenti bersikap semena-mena!"Namun, Damien seolah sudah membulatkan tekad.Kedua lengannya terus memeluk Nadine dengan erat. Tidak peduli sekeras apa pun dia meronta, Damien sama sekali tidak mau melepaskannya. Dia menggendong Nadine ke mobil dan mendudukkannya di kursi penumpang depan, lalu masuk ke kursi pengemudi.Tubuh Nadine bergetar karena amarah. Dia menatap Damien dengan tajam sambil menggertakkan gigi."Damien, kalau kamu masih nggak melepaskanku, aku nggak akan membiarkanmu begitu saja!"Oh? Tidak akan membiarkannya begitu saja? Bagi Damien, itu justru bukan masalah.Tidak ada yang tahu betapa keras Damien menekan amarahnya saat ini. Ketika melihat Landon tadi, dia bahkan nyaris tak mampu menahan diri untuk memukulnya.Damien hanya melirik Nadi
"Damien, buka matamu lebar-lebar dan lihat baik-baik. Ini adalah bukti bahwa aku bukan pencuri!"Sambil berkata begitu, Nadine menyodorkan layar ponselnya ke depan Damien.Di layar terlihat sebuah foto. Di dalam foto itu ada Nadine, wanita yang menyamar sebagai dirinya, Landon, dan Anita.Damien menyipitkan mata sambil menatap foto itu. Semakin lama dia melihatnya, semakin suram wajahnya.Ekspresi Nadine jelas memperlihatkan rasa percaya diri. Dia rupanya sudah menduga Damien akan datang untuk menanyainya."Kamu ... sudah tahu sejak awal? Kenapa nggak kasih tahu aku?"Sekali lagi dia telah menuduh Nadine tanpa alasan.Damien mengalihkan pandangannya dengan kesal.Nadine mencibir, lalu menjelaskan, "Hari itu ada seseorang yang menyamar menjadi diriku dan berbicara dengan Landon dan Nenek. Waktu itu juga aku merasa ada yang nggak beres, jadi aku mengambil foto ini. Aku sudah menduga sejak awal kalau mereka ingin menjebakku."Sampai di situ, Nadine kembali mencibir."Kalau melihat hasilny
Tak lama kemudian, mobil itu berhenti di depan rumah Landon.Damien bahkan tidak sempat mematikan mesin mobil. Dia langsung mendorong pintu mobil hingga terbuka, lalu melangkah lebar ke dalam rumah. Sesampainya di depan pintu, dia langsung mendorongnya dengan keras.Brak!Pintu terbuka dengan suara benturan yang menggelegar.Di dalam, Nadine sedang duduk santai di sofa sambil memegang setumpuk lembaran partitur. Mendengar suara itu, dia mengangkat kepala dan menatap Damien.Namun, di wajahnya tidak tampak sedikit pun rasa terkejut. Seolah dia sudah menduga Damien akan datang untuk meminta penjelasan.Damien menatap Nadine tajam sambil menggertakkan gigi. "Nadine, hebat sekali kamu!"Dengan tenang, Nadine meletakkan partitur di tangannya, lalu berdiri. "Ada perlu apa?"Dia sudah mendengar kabar tentang apa yang terjadi di Grup Alfandy, jadi dia tahu Damien pasti datang untuk meminta pertanggungjawaban.Nadine tetap tenang dan menguasai keadaan. Bahkan, ada sedikit rasa penasaran menungg
"Kak, kamu benar-benar luar biasa sebagai direktur utama. Proposal perusahaan sampai bisa dicuri dengan mudah. Apa kamu masih pantas duduk di posisi itu? Kalau aku nggak salah ingat, proposal itu jelas milik perusahaan kita, 'kan?"Damien mengangkat kepala dan melirik Landon sambil mencibir. "Landon, proposal ini menyangkut nama baik grup kita. Daripada sibuk menyindir, lebih baik pikirkan cara mengatasinya."Ucapan itu langsung membuat Landon tidak senang. Dia merentangkan kedua tangannya. "Kak, dokumen itu hilang saat berada di tanganmu, bukan di tanganku. Kalau mau cari solusi, itu urusanmu. Tapi kalau kamu menyerahkan kursi direktur utama padaku, aku bisa membantumu."Damien menahan amarahnya dan berkata dengan dingin, "Siapa bilang aku nggak punya cara?"Sambil berkata demikian, dia mengeluarkan sebuah proposal lain dari map di sampingnya, lalu membantingnya ke atas meja rapat. "Inilah kartu trufku yang sebenarnya. Apa kalian pikir hanya karena satu proposal dicuri, aku akan hancu


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.