Criando o Filho do Alfa

Criando o Filho do Alfa

last updateÚltima atualização : 2026-03-05
Por:  Anya CurvesCompleto
Idioma: Portuguese
goodnovel16goodnovel
10
4 classificações. 4 avaliações
61Capítulos
5.6Kvisualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

Dahlia sempre viveu à sombra da irmã mais velha, uma mulher que jamais soube lidar com responsabilidades. Após um caso de uma única noite com um homem misterioso — intenso demais para ser esquecido e ausente demais para ser encontrado — a irmã acaba engravidando. O homem desaparece sem deixar rastros, mas daquela noite impulsiva nasce uma criança. Pouco tempo depois do parto, a irmã abandona o bebê recém-nascido aos cuidados de Dahlia e some para sempre. Forçada a assumir um papel que nunca planejou, Dahlia cria o sobrinho como se fosse seu próprio filho, oferecendo amor, proteção e um lar seguro. Anos mais tarde, o passado retorna na forma de Lakan, o homem daquela noite. Ele surge exigindo levar a criança e revela uma verdade impossível: é um lobisomem — e mais do que isso, um alfa que precisa garantir um herdeiro para liderar sua alcateia. Um mundo oculto, regido por regras e hierarquias selvagens, se abre diante de Dahlia. Agora, ela precisa decidir se permitirá que seu amado sobrinho seja levado para um universo que ela não compreende — ou se enfrentará forças muito maiores do que jamais acreditou existir para protegê-lo.

Ver mais

Capítulo 1

Capítulo 1

Pecahan porselen Ming Dinasti yang mahal itu berkilat di lantai marmer, seperti salju yang baru saja runtuh. Di tengahnya, Putri Ariella Veloria berdiri dengan napas terengah, jari telunjuknya teracung menunjuk pelayan yang malang."Dasar bodoh! Kau menumpahkan anggur di gaunku!" teriaknya, suaranya memekakkan telinga, melampaui suara gemuruh vas yang hancur. Tanpa ragu, telapak tangannya melayang, mendarat keras di pipi si pelayan yang pucat. Pelayan itu tersungkur, air mata membanjiri wajahnya yang memerah.Ini bukan pertama kalinya. Pagi sebelumnya, Ariella menolak sarapan karena omeletnya terlalu matang, lalu mengamuk hingga melemparkan sepiring pancake ke dinding. Dua hari lalu, ia menuntut seekor kuda poni yang baru, dan saat permintaannya tidak langsung dituruti, ia memecahkan semua jendela di paviliunnya. Putri Ariella adalah definisi masalah yang berjalan, bernapas, dan mengenakan sutra terbaik.Namun kali ini, kesabaran Raja Theodorus telah habis, menipis hingga tak bersisa. Raungan kemarahan sang Raja memenuhi koridor istana, jauh lebih menakutkan dari teriakan Ariella. Malam itu, di hadapan mata seluruh dewan dan para bangsawan yang gemetar, Raja Theodorus mengeluarkan titah."Ariella Veloria," suara Raja menggelegar, "kau adalah aib bagi takhta ini! Kekacauanmu telah mencapai batasnya. Kau akan diasingkan."Mata Ariella membelalak. "Diasingkan? Ayah, apa maksudmu? Aku putrimu!""Putri yang merusak, yang memalukan, yang tidak punya empati," balas Raja dingin. "Mulai besok, kau bukan lagi putri. Kau akan dikirim ke Blackwood Manor. Dan kau tidak akan kembali sampai kau menyelesaikan tugas yang kuberikan: memperbaiki lima puluh jiwa yang bermasalah dalam tiga puluh hari. Tanpa uang. Tanpa nama besar. Tanpa gelar putri. Kau akan hidup seperti mereka, dan membuktikan kau layak disebut manusia, apalagi bangsawan."Ekspresi Ariella berubah dari terkejut menjadi jijik. "Blackwood Manor? Itu hanya tempat tinggal para buangan dan orang-orang gila! Ayah tidak bisa melakukan ini padaku!"Namun, Raja tidak bergeming. Pengawal menyeretnya pergi, mengabaikan raungannya, mengabaikan setiap tendangan dan makian yang meluncur dari bibir putrinya. Perjalanan menuju Blackwood Manor terasa seperti seribu tahun dalam neraka yang dingin.

Gerbong yang dulu nyaman, kini berganti menjadi kereta kuda yang kasar, tanpa bantalan beludru atau bantal sutra. Tidak ada pelayan yang mengipasi, tidak ada minuman anggur dingin. Hari pertama: perutnya keroncongan. Mereka hanya memberinya sepotong roti keras dan air keruh.

Hari kedua: hujan. Air merembes masuk lewat celah kayu dan membasahi gaun sutranya sampai ke tulang. Ia menggigil sepanjang malam, memeluk lutut di sudut kereta.

Hari ketiga: tidak ada jendela. Hanya kegelapan dan bau kayu basah. Setiap kali ia berteriak minta berhenti, cambuk kusir berbunyi di luar. Ariella menatap keluar, melihat lanskap yang semakin liar dan tak tersentuh. Pepohonan menjulang tinggi, membentuk terowongan gelap yang menelan cahaya matahari. Udara terasa berat, membawa aroma tanah basah dan rahasia yang tak terucapkan. Bibirnya pecah-pecah. Kukunya patah karena semalam ia mencoba mencakar pintu kereta. Blackwood Manor. Bahkan namanya saja sudah terdengar seperti bisikan kematian.Ketika gerbong berhenti berderit, Ariella mendongak. Kakinya gemetar saat melangkah turun. Untuk pertama kalinya seumur hidup, ia tidak dilayani. Ia berjalan sendiri di atas lumpur.Di depannya,Hanya ada bangunanan Blackwood Manor, sebuah siluet kelam yang menelan cahaya senja. Bangunan batu tua dengan menara-menara runcing yang seolah mencakar langit kelabu, jendela-jendela gelapnya seperti mata kosong yang mengawasi. Tidak ada taman yang terawat, tidak ada lilin yang menyala di balik kaca. Hanya keheningan yang mencekam dan rasa dingin yang menembus tulang. Ini bukan pengasingan. Ini adalah penjara.Pintu gerbong terbuka. Seorang pria berdiri di sana, siluetnya yang tinggi dan tegap mengalahkan cahaya di belakangnya. Rambutnya berwarna hitam gelap, menampakkan garis rahang yang tegas dan mata abu-abu yang dingin, setajam bilah pedang. Wajahnya sama sekali tidak menunjukkan ekspresi, seolah ia adalah patung batu."Putri Ariella Veloria?" suaranya dalam, nyaris tanpa emosi. "Atau haruskah saya katakan... Nona Ariella?"Ariella mendengus. "Aku masih seorang putri, dan siapa kau berani-beraninya bicara padaku seperti itu?"Pria itu hanya menatapnya, tanpa berkedip. "Saya Riven Cael. Dan tugas saya adalah memastikan Anda menyelesaikan perintah Yang Mulia Raja." Ia mengenakan jubah kulit berwarna gelap, dan di pinggangnya, sebuah gagang pedang terlihat samar, menyiratkan keahlian yang mungkin tidak ingin Ariella uji. Ada aura bahaya yang tenang mengelilinginya, kontras dengan sifatnya yang 'cuek'."Perintah?" Ariella mencibir, melangkah turun dari gerbong. "Kau hanya seorang penjaga. Sekarang, bawa aku ke kamarku. Aku ingin mandi air hangat dan makan malam."Riven tersenyum sinis. "Di sini, Anda tidak akan mendapatkan kemewahan itu, Nona Ariella. Kamar Anda sudah siap. Dan untuk makan malam, ada sup dan roti."Mata Ariella membesar, kemarahan membara di dalamnya. "Kau lancang! Berani-beraninya—""Ini perintah Raja," potong Riven, suaranya tetap datar. "Dan ini surat Anda." Ia menyerahkan gulungan perkamen yang tersegel dengan lambang kerajaan. Ariella merebutnya dengan kasar, memecahkan segelnya.Surat itu ditulis dengan tangan ayahnya sendiri, namun isinya terasa asing.Ariella, kau harus mengubah lima puluh jiwa yang tersesat di Blackwood ini. Mereka bukan kriminal, bukan pula penjahat kejam. Mereka adalah orang-orang yang hidupnya hancur oleh keangkuhan, keserakahan, kebohongan, atau keputusasaan. Kau harus membimbing mereka menemukan kembali jalan yang benar. Jika kau gagal, atau mencoba melarikan diri, maka kau akan tetap menjadi Nona Ariella, selamanya terkunci di sini. Riven Cael adalah pengawasmu, juga pelindungmu. Jangan meremehkannya. Dia adalah pedang yang tak kenal ampun dan mata yang tak pernah tidur. Dia tahu setiap celah dan setiap rahasia Blackwood.Ariella membaca berulang kali, wajahnya semakin pucat. Lima puluh jiwa? Dalam tiga puluh hari? Ini gila! Ini penyiksaan!"Apa maksudnya ini?" desisnya, menatap Riven. "Kau tahu tentang ini?""Tentu," jawab Riven, matanya memancarkan sedikit cahaya yang tak bisa diartikan. "Tugas saya bukan hanya mengawasi Anda, Nona Ariella. Tapi juga memastikan Anda mempelajari apa artinya hidup tanpa kemewahan, dan apa artinya sebuah tanggung jawab."Dari balik bayangan pilar di teras manor, terdengar suara gerungan yang samar, seperti erangan pilu yang tertahan. Ariella menoleh, jantungnya berdebar kencang. Ia merasa ada bayangan-bayangan yang bergerak di belakangnya, namun ketika ia menoleh, tidak ada apa-apa selain kegelapan."A-Apa ini aku yakin tadi aku merasa ada seseorang di belakangku, suaranya kini sedikit bergetar, kesombongannya mulai terkikis oleh kengerian yang samar.Riven menatapnya, sorot matanya yang abu-abu seolah menembus jiwanya. "Mereka adalah 'jiwa-jiwa' yang harus Anda perbaiki. Para penghuni Blackwood. Mereka datang dari berbagai latar belakang, dengan berbagai masalah. Beberapa adalah bangsawan yang kehilangan segalanya karena keserakahan, beberapa adalah pedagang yang bangkrut karena kebohongan, beberapa adalah orang-orang biasa yang hancur karena keputusasaan. Semua menunggu sentuhan Anda."Angin dingin berhembus, membuat Ariella memeluk dirinya sendiri. Manor tua itu seolah bernapas, menyimpan rahasia kelam di setiap sudutnya. Sebuah tantangan yang tak masuk akal, di tempat yang asing dan menakutkan, dengan seorang pria dingin yang mengawasi setiap gerakannya. Lima puluh jiwa. Tiga puluh hari. Tanpa apa-apa Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Putri Ariella Veloria tidak tahu harus berkata apa.

Ia menatap ke dalam kegelapan manor. Lalu... kretak.

Suara rantai besi diseret pelan dari balik pintu utama. Disusul bisikan. Bukan satu. Banyak. Berbisik namanya."Ariella..."

"Nona Tanpa Nama..."

_"Selamat datang..." Tenggorokan Ariella langsung merasa tercekat. Hawa dingin merayap naik dari lantai batu ke pergelangan kakinya.

Di sudut matanya, ia bersumpah melihat bayangan hitam mundur kembali ke dalam manor, membawa serta bau darah kering. Riven menoleh perlahan ke arah Ariella. Matanya yang berwarna abu terlihat sangat dingin. Bibirnya mengeluarkan senyuman.

"Selamat datang di Blackwood, Nona.

Penembusan dosamu... dimulai dari sekarang."

"To Be Continued... "

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Bem-vindo ao Goodnovel mundo de ficção. Se você gosta desta novela, ou você é um idealista que espera explorar um mundo perfeito, e também quer se tornar um autor de novela original online para aumentar a renda, você pode se juntar à nossa família para ler ou criar vários tipos de livros, como romance, leitura épica, novela de lobisomem, novela de fantasia, história e assim por diante. Se você é um leitor, novelas de alta qualidade podem ser selecionados aqui. Se você é um autor, pode obter mais inspiração de outras pessoas para criar obras mais brilhantes, além disso, suas obras em nossa plataforma chamarão mais atenção e conquistarão mais admiração dos leitores.


avaliações

Maria Lisboa
Maria Lisboa
eu acho que fazer um alfa mal cater,tendo uma criança que foi abandonada pela mãe, foi péssima ideia autora, a chei que vc iria FORMA UMA FAMILIA,jantando os dois ,mais o beta, ela mesma querendo fugir separar a criança do pai ,tudo sem sentido
2026-05-08 10:10:20
1
2
Maria Do Socorro Lisboa
Maria Do Socorro Lisboa
esse livro é o primeiro que o alfa é tão idiota,sem noção, é autora vc acabou com o alfa ,a Dahlia deveria se apaixonar pelo o alfa e vici e vesa ,pra dar uma família para a criança.vc pecou nesse quesito
2026-05-08 02:15:30
2
0
Maria Lisboa
Maria Lisboa
porquê dália, não fica com o alfa,é vai ficar com o beta, ela ajudaria melhor alcateia e seu alfa
2026-05-07 11:24:47
2
0
Maria Lisboa
Maria Lisboa
o enredo é muito bom, estou amando cada capítulos
2026-05-06 10:54:52
2
0
61 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status